Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Teratas di Daftar Top Franchise Global, Simak Strategi McDonald’s di Masa Pandemi

Terdapat beberapa persyaratan lainnya dalam penentuan urutan Top Franchise Global ini. Namun disamping dari itu, diketahui bahwa McDonald’s menempati urutan teratas.
Jessica Gabriela Soehandoko
Jessica Gabriela Soehandoko - Bisnis.com 10 November 2021  |  20:50 WIB
Papan tanda menyala pada malam hari di restoran McDonald's Corp. di Los Angeles, California, AS - Bloomberg/Kyle Grillot
Papan tanda menyala pada malam hari di restoran McDonald's Corp. di Los Angeles, California, AS - Bloomberg/Kyle Grillot

Bisnis.com, JAKARTA - Franchise Direct menetapkan McDonald’s menjadi Top Franchise Global di tahun 2021

Dalam Top 100 Report 2021, terdapat beberapa informasi dalam waralaba terpilih dimana pemilik waralaba menyesuaikan dan beradaptasi dengan kurva Covid-19.

Sebelumnya, terdapat beberapa persyaratan bagi perusahaan untuk beroperasi di setidaknya dua negara agar memenuhi syarat untuk peringkat 100 Teratas. Namun mulai tahun ini, persyaratan ini juga dicabut.

Terdapat beberapa persyaratan lainnya dalam penentuan urutan Top Franchise Global ini. Namun disamping dari itu, diketahui bahwa McDonald’s menempati urutan teratas.

Dilansir dari Bloomberg News (4/12/20), diketahui bahwa berdasarkan dari memo internal yang dilihat dari Bloomberg news, manajemen McDonald’s mengatakan bahwa perusahaannya berada di jalur yang tepat dalam “a record year”.

Pada awalnya, McDonald’s Corp. meluncurkan serangkaian perubahan keuangan yang akan menghasilkan tagihan yang lebih besar untuk pemegang waralaba AS. Hal ini memunculkan ketegangan.

Kemudian, Menurut memo internal yang dilihat oleh Bloomberg News, McDonald's berakhir pada 1 Januari dengan subsidi sekitar US$300 per bulan yang dibayarkan setiap restoran yang terkait dengan Happy Meals.

Kemudian, pihak pewaralaba juga diminta untuk bersama-sama mendanai tuition program yang dimulai dari April, dibandingkan membayar perusahaan sebesar 100 persen.

McDonald's juga memindahkan operator ke model "bayar sesuai pemakaian" untuk investasi teknologi, yang menghasilkan biaya tambahan sementara sebesar US$423 per bulan mulai bulan Maret.

Upaya ini dilakukan agar memastikan investasi dolar berada di tempat yang dapat memberikan dampak terbesar pada sistem. Hal ini juga merupakan keputusan yang sulit, ucap pimpinan McDonald's dalam memo kepada pewaralaba pada tanggal 3 Desember.

Sementara perubahan akan mengurangi keuntungan pewaralaba, mereka akan membiarkan McDonald's melakukan investasi di tempat lain yang akan menguntungkan pemilik restoran seperti dalam pengembangan karyawan.

Kemudian, saham Saham McDonald's naik di tengah berita, yakni naik sebanyak 0,9 persen sebelum memangkas keuntungan.
Dengan tiga kebijakan tersebut, terdapat beberapa perubahan ditangguhkan atau diperpanjang untuk membantu pemegang waralaba mengatasi gangguan pandemi.

Selain itu, hubungan antara manajemen dan pewaralaba membaik selama tahun 2020, karena pandemi membawa penangguhan sewa sementara, menu yang disederhanakan, dan beberapa bantuan jangka pendek lainnya. Perubahan ini meningkatkan kepercayaan.

“Dengan hanya beberapa minggu sampai kalender beralih ke 2021, tujuan kami sebagai pemilik waralaba adalah menjaga sistem beroperasi dari posisi kekuatan yang mutlak,” Ucap dari pihak manajemen yang dilansir dari Bloomberg News (4/12/20).

Pihak manajemen juga mengatakan bahwa bagian yang penting adalah memaksimalkan investasi kolektif dalam bisnis dan menempatkan sumber daya ke tempat yang akan memberikan dampak terbesar dan dapat mendorong pertumbuhan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

franchise McDonalds
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top