Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Aturan 85 Persen Ala Elon Musk untuk 'Doping' Produktivitas Staf Tesla

Hal yang dilakukan oleh Elon adalah pendekatan yang juga berdampak dari sisi psikologis. Hal ini adalah untuk mendorong produktivitas dan memerangi 'dismorphia produktivitas'. Trik ini adalah berkomitmen untuk melakukan lebih sedikit atau meminta lebih sedikit staf.
Jessica Gabriela Soehandoko
Jessica Gabriela Soehandoko - Bisnis.com 06 Desember 2021  |  19:07 WIB
CEO Tesla Elon Musk.  - Bloomberg
CEO Tesla Elon Musk. - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Baru-baru ini, Elon Musk memberikan catatan kepada staf Tesla untuk mengurangi biaya transportasi dan pengiriman Q4 dengan menghindari biaya tambahan.

Biaya tambahan tersebut adalah biaya untuk mempercepat, lembur, dan sumber daya tambahan seperti kontraktor sementara. Musk mencatat bahwa dirinya tidak ingin staf bekerja terlalu berat di akhir kuartal.

Untuk itu, Musk meminta staf untuk memperlambat dan bekerja untuk produksi yang stabil. Musk tidak hanya mendesak staf untuk menciptakan alur yang konsisten dan dapat dikelola, namun juga mencoba untuk menghilangkan tekanan yang ada pada staf untuk memperlambat dan mengurangi pekerjaan.

Dilansir dari Inc, hal yang dilakukan oleh Elon adalah pendekatan yang juga berdampak dari sisi psikologis. Hal ini adalah untuk mendorong produktivitas dan memerangi 'dismorphia produktivitas'. Trik ini adalah berkomitmen untuk melakukan lebih sedikit atau meminta lebih sedikit staf.

Aturan ini dikenal dengan aturan 85 persen. Diketahui bahwa dengan berkomitmen hanya pada 85 persen, maka hasilnya akan sering menjadi 100 persen.

Diketahui bahwa dengan meminta lebih sedikit kepada orang lain atau diri kita sendiri, maka kita akan mengurangi harapan dan dapat menurunkan tekanan. Dengan menurunkan tekanan, maka dapat mendorong produktivitas, karena tekanan sendiri yang menjadi pemicu untuk melumpuhkan produktivitas.

Sebagai salah satu contoh, sebuah penelitian menemukan bahwa ketika pelari kompetitif diminta oleh pelatih untuk berlari dengan santai, maka sebagian besar akan berlari lebih cepat daripada yang mereka lakukan selama kompetisi nyata.

Walaupun sebenarnya tekanan dalam waktu sangat efektif bagi beberapa orang, namun tenggat waktu dan kendala waktu dapat memberikan tekanan yang akan mengurangi produktivitas. Hal ini menjadi tidak baik untuk strategi produksi jangka panjang yang efektif.

Memang sangat mudah untuk mendapatkan angka produksi dan penjualan akhir kuartal dan akhir tahun. Namun dengan mendorong para tim, mereka akan menjadi lelah dan dapat menghasilkan angka-angka yang lebih menurun atau jatuh di kuartal berikutnya.

Untuk itu, strategi Musk dengan menerapkan 85 persen dapat secara efektif meningkatkan produksi, namun juga memiliki tenaga kerja yang lebih bahagia. Menurut para peneliti di Universitas Oxford, staf yang lebih bahagia cenderung lebih produktif.

Jika Anda pernah berjuang untuk bekerja secara maksimum, ingatlah untuk menguranginya dan berkomitmen untuk lebih sedikit.

Dengan lebih sedikit energi, output dan sedikit tekanan, maka Anda dan tim Anda akan menjadi lebih produktif, lebih bahagia, dan dapat mendorong kesuksesan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tips bisnis elon musk
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Banner E-paper
To top