Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

SANG TAIPAN: Keiichiro Takahara, Raja Pembalut dan Popok Bayi Asal Jepang

Simak profil Sang Taipan Keiichiro Takahara, raja pembalut dan popok bayi asal Jepang menguasai pangsa pasar 80 persen di dunia.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 13 Februari 2022  |  11:52 WIB
CEO Uni Charm Keiichiro Takahara, pebisnis pembalut dan popok bayi terbesar di dunia - Inkl
CEO Uni Charm Keiichiro Takahara, pebisnis pembalut dan popok bayi terbesar di dunia - Inkl

Bisnis.com, JAKARTA - Produk pembalut dan popok bayi saat ini menjadi kebutuhan utama para wanita, khususnya kaum ibu. Namun, tahukah Anda siapa pebisnis utama pembalut dan popok bayi merupakan seorang pria asal Jepang? Simak profil Keiichiro Takahara, sang taipan sekaligus raja pembalut dan popok bayi asal Negeri Sakura. 

Berawal dari usaha pabrik kertas yang dimiliki oleh keluarga di Shikoku, Keiichiro Takahara akhirnya memilih mundur dari perusahaan ayahnya, dan memilih mendirikan perusahaan yang memproduksi bahan bangunan pada 1961 dengan nama Taisei Kako Co., Ltd.

Pada 1963, perusahaan itu beralih fokus untuk memproduksi pembalut wanita hingga akhirnya sukses mengembangkan produk popok bayi. Produk pertamanya, Charm Nap Sawayaka yang merupakan panty liner dirilis pada 1968. Pada saat itulah brand Charm meledak di pasar Jepang.

Akhirnya, Takahara memisahkan unit usaha produk kewanitaan dengan membangun Unicharm Corporation pada 1974. Bukan itu saja, perusahaan kemudian memperluas ke produk seperti tampon dan puff kosmetik. Kesuksesan ini mendorong perusahaan mencatatkan saham di Tokyo Stock Exchange.

Untuk pertama kalinya, produk Moony menembus pasaran pada 1981, diikuti dengan versi premium Mamy Poko dan produk perawatan bayi lainnya pada 1983, termasuk pembalut bermerek Sofy dan popok dewasa Lifree. Pada tahun yang sama, perusahaan tersebut akhirnya memutuskan keluar dari bisnis material bangunan.

Putra tertuanya, Takahisa Takahara, tidak lantas bergabung dengan perusahaan ayahnya. Setelah sempat menjadi bankir, dia bergabung dengan Unicharm pada 1991.

Kemudian, dia mengambil alih perusahaan pada 2001 dengan jabatan sebagai presiden dan kini merangkap Direktur Representatif Unicharm. Di bawah kepemimpinan Takahara, ekspansi global menjadi agenda utama perusahaan yang bermarkas di Negeri Sakura itu.

Ekspansi bisnis dilakukan dengan menjalin kemitraan joint venture dengan berbagai perusahaan di Thailand, Brasil, Belanda, Shanghai, hingga Arab Saudi. Unicharm juga menggarap produk rumah tangga, seperti pembersih pipa dan tisu basah, serta berinovasi dengan popok model celana, Trepanman.

Perusahaan juga mengambil alih bisnis makanan hewan dari Ajinomoto General Foods Inc., ke Uni-Taisei Corp. yang kini berubah nama menjadi Unicharm Petcare Corp.

Saat ini, Unicharm berhasil menguasai pasar di 80 negara dengan produk andalan popok dan pembalut. Pasar China, Indonesia, Vietnam, dan Thailand menjadi kontributor terbesar dalam penjualan produk ini.

Perusahaan telah mengekspansi usahanya ke bisnis makanan dan perawatan hewan di pasar Amerika Serikat (AS) pada 2011 dengan mengakuisisi 51% saham Hartz Mountain Corp. yang berbasis di Secaucus, New Jersey.

Setelah wafatnya Keiichiro pada 2018, Takahara menerima warisan sejumlah aset dari ayahnya sehingga menjadi salah satu manusia paling kaya sejagat. Bloomberg Billionaire Index mencatat, Takahara merupakan orang terkaya ke-354 dengan total harta mencapai US$7,45 miliar pada Februari 2022. 

Kekayaan Takahara mayoritas berasal dari kepemilikan saham di Unicharm sebesar 29%. Perusahaan yang berbasis di Tokyo ini melaporkan pendapatan senilai 727,5 miliar yen atau setara US$6,8 miliar pada 2020.

Di Indonesia, Unicharm telah membangun portofolio sejak 1997 melalui kemitraan dengan PT Purinusa Ekapersada yang kemudian mendirikan PT Uni-Charm Indonesia Tbk.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

entrepreneur orang kaya Unicharm Indonesia Sang Taipan
Editor : Feni Freycinetia Fitriani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Banner E-paper
To top