Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

4 Peran Fintech dalam Permodalan Bisnis UMKM

Dari data OJK 2021, penyaluran pinjaman pada sektor produktif juga terus meningkat yakni sebesar 42 persen pada Januari 2021 dan naik menjadi 66 persen pada Desember 2021.
Jessica Gabriela Soehandoko
Jessica Gabriela Soehandoko - Bisnis.com 24 Februari 2022  |  16:57 WIB
Financial Technology (Fintech) - channelasia
Financial Technology (Fintech) - channelasia

Bisnis.com, JAKARTA - Fintech kini sering diperbincangkan terutama dalam alternatif mendapatkan pembiayaan modal atau investasi terbaru.

Cara kerja fintech sendiri terdiri dari pihak pemberi pinjaman dan penerima pinjaman. Pemberi pinjaman sendiri yakni bisa dari individu dan institusi.

“Institusi ada juga dari perusahaan dan dari sektor keuangan seperti bank, BPR dan institusi keuangan lainnya” Ucap Direktur Utama Esta Kapital, Yefta Surya Gunawan.

Peran Fintech sendiri berada di posisi tengah di antara pihak pemberi pinjaman dan penerima pinjaman. Fintech berperan dalam memeriksa kredit, peringkat perantara, pemrosesan dan operasional.

Berdasarkan data yang dipaparkan oleh Yefta, kini terdapat 809 ribu lender baik entitas dan individu, dan sebanyak 73,24 borrower baik dari pihak entitas dan individu.

Dari data OJK 2021, penyaluran pinjaman pada sektor produktif juga terus meningkat yakni sebesar 42 persen pada Januari 2021 dan naik menjadi 66 persen pada Desember 2021.

Berikut merupakan beberapa langkah ke depan yang harus dilakukan fintech lending terutama dalam kontribusi kepada UMKM, yang dipaparkan oleh Yefta dalam acara "Bagaimana G20 Perkuat UMKM dan Sendi-sendi Ekonomi Terpenting Pasca Pandemi" (24/02/2022)

1. Meningkatkan penyaluran pendanaan

Pertama adalah meningkatkan penyaluran pendanaan terutama pada sektor produktif dan di luar pulau jawa.

Yefta juga menambahkan bahwa ini sudah diperhatikan oleh regulator di OJK dalam rancangan pendanaan dan peraturan lain seperti dari BI.

2. Kerjasama

Kedua adalah meningkatkan kerja sama dengan ekosistem dan institusi keuangan, yakni dalam menyalurkan dana kepada yang membutuhkan.

Menurut Yefta, misi ini juga perlu dipegang dalam industri ini, yakni untuk saling berkolaborasi dan berpikir untuk membangun ekosistem di Indonesia dalam pendanaan yang lebih baik.

3. Inovasi dalam produk

Yesa mengatakan bahwa fintech dapat berinovasi dalam produk yang ditawarkan, mengingat adanya regulasi yang mendukung.

Fintech sendiri juga menggunakan analisa teknologi seperti credit scoring dan artificial intelligence, untuk menyalurkan pendanaan secara tepat dan aman.

4. Menyelaraskan dengan regulasi dan peraturan

Hal ini menjadi penting untuk penyaluran pendanaan yang berkelangsungan. Contohnya seperti tidak melanggar, agar tidak ditegur ataupun ditutup. Untuk itu hal ini berhubungan dengan keberlangsungan usaha.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

umkm fintech
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top