Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

2 Hal Penting Agar Pelaku Bisnis UMKM Bisa Go Internasional

Amalia Prabowo selaku Managing Director Ecosystem Export Hub mengungkapkan setidaknya ada 2 kunci agar pelaku bisnis UMKM bisa ekspor atau Go internasional.
Jessica Gabriela Soehandoko
Jessica Gabriela Soehandoko - Bisnis.com 24 Februari 2022  |  16:38 WIB
Ilustrasi UMKM - surakarta.go.id
Ilustrasi UMKM - surakarta.go.id

Bisnis.com, JAKARTA - Indonesia berada di urutan kedua setelah Saudi Arabia dalam impor makanan dan minuman halal. Dari sisi ekspor, Indonesia berada di urutan ketujuh.

Dari data DinarStandart 2021, Perlu diketahui bahwa negara yang memimpin ekspor tertinggi terutama dalam makanan halal secara berurutan adalah Brazil, India, Amerika Serikat, Russia dan China.

“Indonesia sendiri saat ini belum memiliki data khusus dalam ekspor produk halal. Tapi jika melihat ekspor dari negara-negara OIC, Indonesia berada di urutan ketujuh.” Tutur Guntur Subagja, selaku Ketua Umum Insan Tani dan Nelayan (INTANI) dan Asisten Staf Ahli Wakil Presiden.

Sedangkan negara importir terbesar dipimpin oleh Arab Saudi, Indonesia, Malaysia, Turki dan Mesir.

Hal ini menjadi penting untuk dikembangkan, mengingat data yang dipaparkan oleh Guntur, 97 persen usaha di Indonesia masih dalam bentuk usaha mikro. Jika bisa dikembangkan, maka akan mendorong perekonomian Indonesia.

Salah satu prioritas utama dalam fokus Presidensi G20 Indonesia adalah optimalisasi teknologi digital.

Menurut Amalia Prabowo selaku Managing Director Ecosystem Export Hub, fokus tersebut sudah terjawab dengan infrastruktur yang dibangun oleh Presiden, yakni dalam membantu UKM menjadi go digital.

Yang menjadi tantangan terbesar bagi pihak UKM saat ini adalah ‘eksistensi’ produk di online platform seperti product quality, search engine, logistik, penyampaian kepada pelanggan, dan lain-lainnya.

Dalam mengelola hal tersebut, Amalia mengatakan bahwa hal ini memerlukan kemampuan tertentu. Namun dari selama ini yang dilakukan, hanya berfokus pada pihak UKM saja.

“UKM Indonesia seperti CEO. Chief Everything Officer. Mengurus keuangan, pengadaan, antar jemput anak,” tuturnya dalam acara “Bagaimana G20 Perkuat UMKM dan Sendi-sendi Ekonomi Terpenting Pasca Pandemi”.

Menurut Amalia, terdapat dua hal yang harus diperhatikan berdasarkan dari data yang diperoleh di lapangan.

1. Ajak generasi muda dalam profesi “e-commerce expert”

UKM Indonesia membutuhkan SDM muda terutama dalam E-commerce Expert untuk menampilkan produk dengan baik, baik dalam e-commerce lokal ataupun yang mendunia.

Untuk itu, Amalia mengatakan bahwa Indonesia membutuhkan satu profesi baru, yakni “e-commerce expert” terutama untuk anak muda.

Hal ini dapat membantu dan menjadi pelaku memasarkan produk UKM di digital platform lokal atau internasional.

“Sebagai gambaran, di China ada program khusus untuk anak muda, yakni mereka menjadi penengah antara buyer internasional dengan produk UKM. Sehingga UKM bisa berfokus pada produksi dan memiliki kualitas yang mumpuni” Jelasnya.

2. Saling bersinergi

Amalia mengatakan bahwa seluruh pihak untuk bisa bersinergi, agar tidak saling tumpang tindih.

Dirinya mengatakan bahwa harus berjalan layaknya orchestra, yang terdapat bagiannya masing-masing.

Contohnya seperti ada pihak yang berfokus dalam kemudahan logistik, pembiayaan, capacity building, dan product development.

Hal ini perlu untuk menghindari pemerintah dengan program yang sama, untuk memaksimalkan alokasi dana dan membuat UKM tidak bingung dengan program yang serupa.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekspor umkm
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top