Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tips Bisnis Kuliner: Hijoo Salad Tawarkan Makan Sayur dengan Cara Nikmat

Hijoo Salad membuat menu dengan berbagai tingkat level kepedasan mengingat banyak masyarakat Indonesia yang menyukai rasa pedas.
Dewi Andriani
Dewi Andriani - Bisnis.com 14 Maret 2022  |  08:47 WIB
Tips Bisnis Kuliner: Hijoo Salad Tawarkan Makan Sayur dengan Cara Nikmat
Hijoo Salad Bar
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA -- Mengonsumsi buah dan sayur-sayuran secara rutin sangat baik untuk menjaga kesehatan tubuh karena mengandung banyak serat dan kaya akan gizi. Namun sayangnya, tingkat konsumsi sayur dan buah-buahan masyarakat Indonesia masih sangat minim.

Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), tidak lebih dari 10 persen masyarakat Indonesia yang mengonsumsi buah dan sayuran secara cukup sedangkan 90 persen lainnya masih kurang mengonsumsi buah dan sayuran.

Ini sejalan pula dengan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2019 dari Badan Pusat Statistik yang menunjukkan secara nasional,  konsumsi gabungan buah dan sayuran masyarakat Indonesia sebesar 209,89 gram per kapita sehari. Jumlah ini masih jauh dari ambang batas yang ditetapkan oleh WHO yakni 400 gram per orang per hari.

Salah satu hal yang menyebabkan masyarakat kurang menyukai sayur adalah karena rasanya yang dinilai kurang cocok di lidah. Untuk mengajak masyarakat lebih rajin mengonsumsi sayur dan buah-buahan,  Jesslyn Nathania menghadirkan Hijoo Salad Bar sejak September 2020 lalu.

Berbeda dengan salad-salad pada umumnya, Hijoo Salad Bar ingin menghadirkan menu sayuran  yang dapat diterima oleh lidah masyarakat atau dikenal dengan istilah comfort food dengan harga yang relatif lebih terjangkau.

Jesslyn mengatakan untuk membuat menu saladnya menjadi lebih nikmat, maka di dalam menunya diberi potongan daging dan keju kering crispy dengan sayur-sayuran yang segar dan aneka dressing yang menggugah selera.

Selain itu, mereka juga membuat menu dengan berbagai tingkat level kepedasan mengingat banyak masyarakat Indonesia yang menyukai rasa pedas, termasuk memberi tambahan cita rasa lokal.

“Harapan kami, orang bisa menerima Hijoo bukan karena masuk dalam kategori makanan yang sehat banget karena belum tentu semua orang mengadopsi gaya hidup sehat, tetapi kita ingin Hijoo ini menjadi comfort food tujuannya ingin mengajak orang lebih banyak mengonsumsi sayur dengan rasa yang nikmat,” ujarnya.

Jesslyn sendiri sebetulnya tidak memiliki latar belakang di bidang kuliner, karena sebelumnya dia fokus di bidang dekorasi. Kebetulan Jesslyn termasuk orang yang senang mengonsumsi sayur dan makanan sehat.

Namun setiap kali dia ingin mencari makanan sehat dan menu salad, harga yang ditawarkan terbilang cukup mahal. Padahal dari segi bahan baku yang berupa sayur-sayuran dia berpikir seharusnya bisa dijual dengan harga yang lebih murah.

Dari situ dia lantas berpikir untuk mencoba mengembangkan sendiri bisnis kuliner yang fokus menjual menu sayur-sayuran atau salad tetapi dengan harga yang lebih terjangkau dan rasa yang lebih bisa diterima. Sebab, dia juga ingin mengajak masyarakat mengadopsi gaya hidup sehat dengan mengonsumsi salad, buah, dan sayur-sayuran karena penting sebagai investasi kesehatan ke depannya.

“Saat akan memulai, aku coba cari tahu dulu marketnya. Butuh waktu 6 bulan kita maju mundur karena saat mau mulai itu pas di bulan Maret juga tapi karena banyak pembatasan dan lain-lain akhirnya kita mundur dan baru buka September 2020,” ucapnya.

Ternyata waktu pembukaan pada masa pandemi ini cukup membawa berkah tersendiri juga sebab banyak masyarakat yang semakin menyadari pentingnya menjaga dan mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat, salah satunya dengan mengonsumsi sayur-sayuran segar yang kaya akan serat dan vitamin.

Apalagi menu yang dihadirkan di Hijoo Salad Bar berbeda dibandingkan dengan restoran salad pada umumnya karena lebih mementingkan cita rasa yang nikmat sehingga konsumen dapat mengonsumsi sayur dengan rasa yang enak dengan kemasan berupa bowl atau wrap.

Ada beberapa pilihan menu yang ditawarkan dengan range harga mulai Rp49.000, yaitu Salad Pasaran yang menjadi salah satu menu favorit, di dalamnya terdapat selada romain, keju parmesan, smoked beef, ayam panggang, krutong, dan dressing cesar.

Kemudian ada pula menu Salad Pasaran versi lokal yang diberi tambahan dressing bumbu rujak mayo yang gurih. Sarapan Bule yaitu menu salad yang cocok bagi pecinta rasa manis karena diberi tambahan bombay karamel dan dressing honey mustard, atau menu Urapan untuk cita rasa yang lebih seimbang.

Untuk menghadirkan varian menu tersebut, dia melakukan riset sesuai kebutuhan yang ada di market yaitu dari sisi konsumen yang memang sudah menyukai salad dan konsumen yang tidak terlalu menyukai sayur.

“Dari yang memang suka salad, apa yang masih kurang menurut mereka. Begitu pula yang tidak suka sayur dan salad, apa yang mereka inginkan supaya mau mengonsumsi sayur. Dari situ kita menemukan bahwa belum ada salad menu lokal karena kebanyakan western, lalu kita buat juga salad yang ada tingkat kepedasan dan memiliki cita rasa gurih dengan tambahan keju kering crispy,” jelasnya.

Ternyata menu-menu yang dihadirkan oleh Hijoo memang sangat diminati oleh masyarakat, baik yang memang sudah menyukai sayur-sayuran maupun yang masih belum terlalu menyukai sayuran. Terbukti dari banyaknya review positif yang mereka terima.

Selain itu, dalam kurun waktu kurang dari 2 tahun, Hijoo Salad Bar saat ini juga telah memiliki 3 cabang yaitu di terogong, bintaro, dan setia budi. “Ke depan kami akan membuka cabang lagi di daerah lainnya sehingga makin banyak masyarakat yang bisa menikmati makan sayur yang nikmat,” ucapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kesehatan kuliner makanan
Editor : Novita Sari Simamora
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top