Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

3 UMKM Catat Kenaikan Penjualan Hampers Hingga Puluhan Juta Lewat Platform Digital

Para pemilik usaha  juga mengatakan bahwa platform daring seperti e-commerce memberikan dampak naiknya penjualan.
Jessica Gabriela Soehandoko
Jessica Gabriela Soehandoko - Bisnis.com 19 Mei 2022  |  18:24 WIB
Ilustrasi e-commerce - CC0
Ilustrasi e-commerce - CC0

Bisnis.com, JAKARTA – Hampers menjadi tradisi masyarakat terutama untuk orang-orang terdekat dalam momen hari-hari besar. Tren ini kemudian memberikan efek positif bagi pelaku usaha.

Terdapat beberapa pelaku usaha yang pendapatannya meningkat berkat memanfaatkan momen di hari-hari besar dengan membuat hampers yang unik dan ramah di kantong.

Bukan hanya itu, para pemilik usaha  juga mengatakan bahwa platform daring seperti e-commerce memberikan dampak naiknya penjualan.

Contohnya adalah Pipiltin Cocoa, Endorphins Cookie dan Toko Kopi Gayo.

1. Pipiltin Cocoa

Pipiltin Cocoa adalah merek cokelat yang bekerja sama dengan petani lokal. Pola pertanian yang digunakan adalah secara organik.

Dari bisnis hampers daring yang dijual lewat e-commerce, Pipiltin Cocoa mendapatkan pendapatan yang drastis sebanyak tiga kali lipat. Pipiltin Cocoa juga mendapatkan pelanggan baru. Salah satu produk terlarisnya adalah cokelat bar yang memiliki berbagai varian rasa.

Pipiltin Cocoa juga menginisiasi gerakan 1000 bibit untuk petani yang diluncurkan di Tokopedia, yakni untuk membantu petani cokelat dengan memberikan bibit cokelat unggul. Hal ini juga dilakukan untuk mengejar ketertinggalan.

2. Endorphins Cookie

Berfokus pada cookies, Endorphins Cookie berdiri di awal tahun 2020. Sang pemilik, Leonard Utomo mengatakan berjualan secara daring memang menjadi sebuah tantangan.

Namun dikarenakan pada awal berdiri cukup bertepatan dengan momen lebaran, Endophins Cookie kemudian mengeluarkan inovasi produk yakni paket hampers dengan berbagai pilihan. Alhasil, permintaan yang diterima cukup tinggi.

Endorphins Cookie mengatakan bahwa dalam setahun, terdapat empat peak season yakni saat Natal, Lebaran, Imlek dan Valentine.

Kemudian, pendapatan hampers paling banyak berasal dari korporasi dan individu yang memesan daring lewat e-commerce.

3. Toko Kopi Gayo

Toko kopi Gayo, sudah membangun bisnisnya sejak akhir 2012 dan bergabung dalam e-commerce pada 2016.

Saat bulan Ramadan, Kopi Gayo  mengalami peningkatan sekitar Rp40 juta, berbeda dengan bulan lalu sekitar Rp30 juta.

Dengan melihat riset bahwa penjualan melalui e-commerce akan mengalami peningkatan serta kopi yang cukup dinikmati, Iwan Aramiko selaku pemilik kemudian membuat stok yang banyak untuk penjualan daring, sehingga dapat menjangkau pelanggan seluruh Indonesia.

Jika Anda tertarik atau menjalankan bisnis hampers, tidak ada salahnya untuk mencoba berjualan di platform daring. Buatlah hampers yang menarik perhatian orang seperti kemasan atau produk yang unik, serta menawarkan harga yang terjangkau

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

umkm penjualan ecommerce
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Banner E-paper
To top