Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dari Hobi, Pengrajin Wayang Kulit Ini Sukses Jualan ke Luar Negeri

Jatmiko membangun bisnisnya yang berada di Jalan Jagoan 2 Kampung Jagoan, Kelurahan Jurangombo Utara, Kecamatan Magelang Selatan, Kota Magelang.
Jessica Gabriela Soehandoko
Jessica Gabriela Soehandoko - Bisnis.com 20 Mei 2022  |  20:52 WIB
Pengrajin Wayang Dashat Jatmiko - humasmagelang
Pengrajin Wayang Dashat Jatmiko - humasmagelang

Bisnis.com, JAKARTA – Dashat Jatmiko, merupakan pengrajin wayang di Kota Magelang. Bisnisnya yakni Maharani Art terus berkembang hingga pernah dibawa ke Singapura.

Jatmiko membangun bisnisnya yang berada di Jalan Jagoan 2 Kampung Jagoan, Kelurahan Jurangombo Utara, Kecamatan Magelang Selatan, Kota Magelang.

Awal mula bisnis ini karena kesukaannya dengan wayang kulit. Pada tahun 2005, Jatmiko kemudian menekuni kerajinan wayang kulit dan keahliannya didapatkan secara otodidak.

Jika sebelumnya Jatmiko membuat wayang untuk pementasan dari pesanan dalang, dirinya kemudian membuat wayang untuk suvenir. Kini, banyaknya wayang yang sudah dibeli dan disebar sudah tak terhitung.

Proses pembuatan

Proses pembuatan wayang kulit tidak cukup instan. Jatmiko mengatakan bahwa proses pembuatan paling cepat yakni seminggu.

Jatmiko sendiri mengatakan bahwa proses pembuatan yang cukup rumit adalah membuat gunungan. Gunungan memiliki ukuran 85 cm dan memiliki detail seperti ukiran dan warna.

Penjualan

Pesanan yang paling sering Jatmiko terima adalah satuan, yakni Gatot Kaca. Harga yang diberikan juga bervariasi.

Contohnya jika membuat gunungan maka harga yang ditawarkan adalah Rp2 juta dan Gatot Kaca sebesar Rp1,5 juta.

Jatmiko juga mengatakan bahwa wayang buatannya sudah banyak beredar di Magelang hingga luar Jawa. Wayangnya pernah di bawa ke Singapura oleh temannya, untuk oleh-oleh kerabatnya.

Dikutip dari laman Humas Magelang Kota (26/01/2021), Jatmiko pernah membuat wayang berwajah mirip Sigit Widyonindito, Wali Kota Magelang,

Wayang tersebut dimainkan dalam pementasan di Pendopo Mantiasih, lalu setelahnya diberikan kepada wali kota untuk kenang-kenangan.

Dalam harapan ke depan, terutama dengan siring program Rumah Budaya, dirinya juga berharap bahwa seni pewayangan dapat terus berkembang.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

wayang wayang kulit
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Banner E-paper
To top