Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kamus Entrepreneur: Perbedaan Merger dan Akuisisi Bisnis

Akuisisi adalah situasi di mana perusahaan yang lebih besar dan lebih kuat secara finansial, mengambil alih organisasi yang lebih kecil. Semua operasi dan asetnya diakuisisi oleh perusahaan bisnis yang lebih besar.
Arlina Laras
Arlina Laras - Bisnis.com 13 Juli 2022  |  17:26 WIB
Kamus Entrepreneur: Perbedaan Merger dan Akuisisi Bisnis
Merger vs akuisisi

Bisnis.com, JAKARTA - Perbedaan istilah merger dan akuisisi paling kerap disalahgunakan dalam dunia bisnis.

Meski, kedua istilah tersebut sering merujuk pada penggabungan dua perusahaan demi meningkatkan kapabilitas dan daya saing perusahaan. Namun kenyataannya, kedua istilah itu punya perbedaan utama.

Mengutip dari Investopedia pada Rabu (13/7/2022), merger terjadi saat antar organisasi individu atau perusahaan memutuskan untuk menggabungkan kekuatan mereka dan memunculkan entitas bisnis baru.

Sedangkan, akuisisi adalah situasi di mana perusahaan yang lebih besar dan lebih kuat secara finansial, mengambil alih organisasi yang lebih kecil. Semua operasi dan asetnya diakuisisi oleh perusahaan bisnis yang lebih besar.

Adapun, kesamaan antara merger dan akuisisi adalah terkait perluasan jangkauan perusahaan dalam mendapatkan pangsa pasar, untuk membuat perusahaan menjadi lebih bernilai di mata pemegang saham.

Sekilas, merger dan akuntansi mungkin terlihat memiliki arti yang sama bagi Anda, tapi sebenarnya keduanya sangatlah berbeda satu sama lain.

Untuk lebih jelasnya, simak mengenai perbedaan merger dan akuisisi berikut ini:

Merger (Penggabungan)

Secara hukum, merger membutuhkan dua perusahaan untuk dikonsolidasikan menjadi entitas baru dengan struktur kepemilikan dan manajemen baru.

Perbedaan yang lebih umum untuk membedakan apakah ini termasuk merger atau akuisisi, adalah terkait pembelian, di mana merger biasanya bersifat sukarela dan tidak memerlukan uang tunai, namun perusahaan perlu mengorbankan kekuatan individu dengan menggabungkan kekuatan mereka untuk mencari keuntungan tertentu.

Biasanya, merger dilakukan untuk mengurangi biaya operasional, memperluas ke pasar baru, hingga meningkatkan pendapatan dan keuntungan. Dalam praktiknya, para pihak dalam kontrak akan melibatkan perusahaan dengan ukuran dan cakupan yang kurang lebih sama, sehingga akan memperlakukan satu sama lain secara setara.

Nantinya, sebuah perusahaan gabungan akan mengeluarkan saham baru, dan saham itu didistribusikan secara proporsional di antara pemegang saham yang ada dari kedua perusahaan induk.

Akuisisi

Dalam akuisisi, perusahaan baru tidak muncul. Sebaliknya, perusahaan yang lebih kecil sering mendapatkan asetnya tidak ada lagi hingga melebur menjadi bagian dari perusahaan yang lebih besar. Artinya, risiko dari terjadinya akuisisi adalah terjadinya pelemahan di salah satu perusahaan.

Sehingga tak mengherankan, apabila akuisisi pada umumnya membawa konotasi yang lebih negatif daripada merger. Akibatnya, tak jarang perusahaan menyebut istilah akuisisi sebagai merger meskipun itu jelas merupakan pengambilalihan.

Akuisisi pun terjadi saat satu perusahaan mengambil alih semua keputusan manajemen operasional perusahaan lain. Pengakuisisi harus membeli setidaknya 51% dari saham perusahaan target untuk mendapatkan kendali mutlak atas itu.

Akuisisi membutuhkan uang tunai dalam jumlah besar, tetapi kekuatan perusahaan sebagai adalah mutlak. Perusahaan mungkin ingin meningkatkan pangsa pasar mereka, mengurangi biaya, dan memperluas lini produk baru.

Perusahaan yang terlibat dalam akuisisi biasanya ingin mendapatkan teknologi dari perusahaan target, yang dapat membantu menghemat biaya investasi modal dan penelitian dan pengembangan selama bertahun-tahun.

Jarangnya merger dilakukan oleh perusahaan dan adanya konotasi negatif pada akuisisi, menjadikan kedua istilah tersebut bercampur hingga membuat salah kaprah bagi banyak orang.

Guna mengatasi hal tersebut dibanding harus menyebut salah satunya, maka istilah terbaru digunakan untuk menggambarkan restrukturisasi perusahaan kontemporer, yakni transaksi merger dan akuisisi (M&A) bahkan perbedaan praktis antara kedua istilah tersebut perlahan-lahan terkikis oleh definisi baru dari kesepakatan M&A.

Contoh Merger dan Akuisisi

Ada banyak contoh perusahaan besar yang melakukan merger dan akuisisi. Tapi berikut adalah dua contoh perusahaan besar, yakni:

1. Merger Exxon dan Mobil

Exxon Corp. dan Mobil Corp. menyelesaikan merger mereka pada November 1999 setelah mendapat persetujuan dari Federal Trade Commission (FTC). Exxon dan Mobil adalah dua produsen minyak teratas, masing-masing di industri sebelum merger.

Adanya penggabungan tersebut menghasilkan restrukturisasi besar-besaran dari entitas gabungan, yang mencakup penjualan lebih dari 2.400 pompa bensin di seluruh Amerika Serikat. Dan entititas baru tersebut diberikan nama Exxon Mobil Corp di New York Stock Exchange (NYSE).

2. Akuisisi AT&T Membeli Time Warner

Menurut laman resmi dari situs web AT&T, pada 15 Juni 2018, AT&T Inc. (T) telah berhasil mengakuisisi Time Warner Inc., Namun, karena intervensi oleh pemerintah AS untuk memblokir kesepakatan, akuisisi tersebut dibawa ke pengadilan, tetapi pada Februari 2019, pengadilan banding membebaskan AT&T dari pengambilalihan Time Warner Inc.

Diketahui, dengan melakukan akuisisi senilai $42,5 miliar, maka perusahaan dapat merealisasikan penghematan biaya sebesar $1,5 miliar dan sinergi pendapatan sebesar $1 miliar.

Kemudian, pada 17 Mei 2021, AT&T pun mengumumkan bahwa mereka akan melepaskan bisnis WarnerMedia dan menggabungkannya dengan Discovery.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

merger akuisisi Merger & Akuisisi
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top