Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kisah Pasangan Suami Istri Lillian dan Miles Chan, Founder Brand Mewah Coach

Coach didirikan dengan nama Manhattan Leather Bags oleh pasangan Lillian Chan dan Miles Chan pada tahun 1941 di New York, Amerika Serikat (AS).
Arlina Laras
Arlina Laras - Bisnis.com 05 September 2022  |  06:15 WIB
Kisah Pasangan Suami Istri Lillian dan Miles Chan, Founder Brand Mewah Coach
Logo brand Coach
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Coach adalah salah satu brand mewah asal New York yang dikenal atas kualitas baik dengan harga cukup terjangkau dalam kategorinya. Bahkan, brand mid-luxury yang menawarkan tas stylish dengan koleksi terbatas ini selalu laris di Indonesia.

Namun, Coach bukan hanya terkenal karena hal itu. Sebagai brand ternama, perusahaan ini dikenal karena sejarah panjang dan kisah founder-nya yang merupakan pasangan suami istri, yakni Miles dan Lillian Cahn.

Founder Bisnis Coach, Pasangan Suami Istri Lillian dan Miles Chan

Mengutip dari The New York Times, Coach didirikan dengan nama Manhattan Leather Bags oleh pasangan Lillian Chan dan Miles Chan pada tahun 1941 di New York, Amerika Serikat (AS). Brand Coach berawal dari bisnis keluarga berupa workshop dompet kulit di New York.

Pasangan suami istri ini memang diketahui punya keahlian di bidang barang material kulit dan manufaktur tas kulit.
Bahkan, fokus bisnis Coach awalnya adalah aksesori laki-laki dari kulit. Namun Lilian mencetuskan ide untuk memproduksi tas perempuan dengan material kulit yang tengah dikembangkan suaminya––material kulit terinspirasi dari karakteristik sarung tangan baseball.

Koleksi pertama yang terdiri dari 12 tas perempuan laris dipasaran sehingga mereka memutuskan untuk fokus pada produk baru ini. Tanpa di duga, produknya tersebut langsung populer di pasaran.

Dilansir dari Berkshire Style, Miles Cahn sendiri lahir pada 18 April 1921 di New York, dari pasangan suami istri pembelot Russia, Jacob dan Fanny Cahn. Miles Cahn sempat menjadi tentara selama Perang Dunia II. Usai perang, dia kembali kuliah di City College of New York dan lulus sebagai sarjana Bisnis Administrasi.

Lalu, pada Pada 1947, Miles menikahi Lillian Lenovitz, perempuan asal Hungaria yang berbeda usia 2 tahun dengannya. Lillian lahir pada 11 Desember 1923 dan berimigrasi dengan keluarganya ke AS pada masa Great Depression, yaitu satu peristiwa menurunnya tingkat ekonomi yang terjadi secara dramatis di seluruh dunia mulai dari tahun 1929 dan berlangsung selama sekitar 10 tahun.

Kepopulerannya pun terus tumbuh akibat upaya Lillian yang bekerja tanpa lelah dalam membangun hubungan dengan media dan selebritas wanita untuk sering mengenakan tas Coach di depan umum.

Pada tahun 1962, Cahn pun merekrut Bonnie Cashin, desainer sportswear. Dia membuat tas perempuan semakin revolusioner dengan tambahan kantung sisi, kantung koin, dan warna yang lebih cerah dibandingkan biasanya. Cashin juga otak dibalik logo kuningan yang ikonik milik Coach.

Putuskan Jual Coach, Miles dan Lilian Dirikan Coach Farm

Pada 1979, bisnis keluarga skala kecil pun kian berkembang. Lalu, tahun 1985, keluarga Cahn memutuskan untuk menjual Coach ke Sara Lee Corporation. Ketika itu, nilai penjualannya mencapai US$30 juta.

Adapun, alasan mereka menjual Coach, karena ingin mencurahkan waktu lebih banyak untuk mengurus peternakan kambing dan bisnis pembuatan keju yang mereka beri nama ‘Coach Farm’ di Pine Plains, New York.

Peternakannya ini pun berkembang dengan pesat. Yang awalnya hanya 200 kambing, seiring dengan bertambahnya permintaan konsumen terhadap keju olahan mereka, jumlah kambingnya bertambah menjadi 1.500 ekor.

Hingga akhirnya, mereka pun menjual Coach Farm pada 2006 ketika Miles, yang saat itu berusia 85 tahun, memutuskan untuk pensiun.

Sebagai pionir pembuat tas kulit di AS, Lillian pun tutup usia pada Maret 2013 di usia 89 tahun. Sedangkan, Miles meninggal di usia 95 tahun pada Februari 2017.

Perkembangan Bisnis Coach

Dibawah kepemimpinan Lew Frankfort, Coach pun dikenal sebagai merek tas mewah pada tahun 1990-an. Coach mulai melebarkan sayap ke beberapa negara, seperti Tokyo, Jepang. Bahkan, bisa dibilang penjualan dari negara itu terbilang memuaskan.

Kemudian pada tahun 1993, perusahaan Coach mempekerjakan Reed Krakoff, desainer pakaian olahraga yang pernah bekerja di Tommy Hilfiger. Krakoff berhasil membawa perubahan baru dalam mengembangkan bisnis Coach.

Pada 2001, perusahaan merilis Coach Signature collection. Koleksi ini menampilkan desain C ganda yang sangat ikonik.
Sejak tahun 2017, Coach, Inc. kembali mengubah nama perusahaan menjadi Tapestry, Inc. di mana perusahaan induk tersebut menaungi label Coach New York, Kate Spade New York, dan Stuart Weitzman.

Adapun, bisnis Coach saat ini telah mendistribusikan produk ke lebih dari 20 negara di seluruh dunia, yang berarti bahwa tas Coach dapat dibeli di lima benua yang berbeda. Untuk kisaran harganya, tas Coach dibanderol mulai dari jutaan hingga puluhan juta rupiah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tokoh bisnis tokoh brand
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top