Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Strategi Pemilik Toko Perlengkapan Olahraga Raup Omzet Miliaran Perbulan

Setahun terakhir ini kita sudah mulai recovery dan sales melonjak, perbulan kita bisa mencatat omzet hampir mendekati Rp4 miliar.
Dewi Andriani
Dewi Andriani - Bisnis.com 12 September 2022  |  14:30 WIB
Strategi Pemilik Toko Perlengkapan Olahraga Raup Omzet Miliaran Perbulan
Ilustrasi. - Antara
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Pandemi yang terjadi sejak dua tahun terakhir ini memang telah memukul sejumlah usaha,  tetapi tak sedikit pula yang justru meraih berkah di masa pandemi, salah satunya adalah toko perlengkapan olahraga.

Sebab, situasi pandemi telah mengubah gaya hidup masyarakat yang kini menjadi lebih peduli pada kesehatan. Sejumlah pelaku usaha pun mengakui penjualan pasca pandemi ini meningkat signifikan bahkan jauh lebih tinggi dibandingkan dengan masa sebelum pandemi.

Salah satunya adalah Muammar Fahrian Agam, Co-Founder Sportaways yang mengakui adanya peningkatan penjualan pada tahun ini, bahkan omzet yang didapatkan sudah melebihi pendapatan sebelum pandemi.

“Setahun terakhir ini kita sudah mulai recovery dan sales melonjak, perbulan kita bisa mencatat omzet hampir mendekati Rp4 miliar sebelum pandemi rata-rata ada di angka Rp3,1 miliar. Mungkin karena orang mulai kembali aktif setelah dua tahun terakhir menahan pembelian,” ujarnya.

Agam mengatakan produk olahraga yang saat ini cukup diminati terutama sepatu futsal, sepatu sepak bola, sepatu running, dan perlengkapan badminton seperti raket. Bahkan bisa dikatakan bahwa kekuatan Sportaways ada pada produk sepatu-sepatu futsal dan sepak bola.

“Saat ini futsal lagi hype banget, begitu pula dengan sepakbola, apalagi dengan banyaknya artis yang membeli klub bola dan banyaknya pertandingan bola ikut mendongkrak tren dan penjualan sepatu futsal dan sepakbola,” jelasnya.

Adapun untuk harga sepatu yang paling diminati saat ini berada di kisaran harga Rp200 ribu hingga Rp400 ribu. Saat ini brand yang mendominasi masih brand lokal sebab untuk sejumlah brand internasional saat ini mengalami kendala dalam proses pengiriman.

“Sebelum pandemi, brand lokal dan internasional ngga beda jauh, tapi saat ini brand internasional masih terkendala masuk ke Indonesia, terutama untuk proses shipping sehingga penjualan saat ini didominasi brand lokal hingga 90%,” ujarnya.

Namun, hal ini juga menjadi salah satu kendala mengingat masih banyak konsumen yang menginginkan produk dari brand internasional yang sudah cukup ternama. Sementara itu, untuk produk lokal sendiri meski mendominasi tetapi kadang kala ketersediaan produknya masih belum mumpuni.

Agar produk di Sportaways tetap terjaga maka pihaknya menjaga hubungan kerjasama yang baik dengan para vendor dan supplier.
“Permintaan saat ini bisa dibilang cukup tinggi dan hampir tiap bulan produk yang kita jual kurang, dan itu menjadi salah satu kendala kami. Tetapi dalam kondisi ini, kami juga bisa lebih leluasa menjual dengan harga sedikit lebih tinggi karena supply minim tetapi permintaan cukup besar,” ujarnya.  

Sportaways yang telah berdiri sejak 2016 ini, memiliki dua toko offline yang berada di Depok dan Bekasi. Selain itu, mereka juga menjual melalui website dan marketplace. Meski demikian, diakui olehnya saat ini penjualan terbesar masih didominasi oleh gerai offline dengan perbandingan 2 banding 1.

Meski saat ini penjualan masih didominasi sepatu futsal, sepak bola, running, dan badminton, tetapi Sportaways juga menyediakan berbagai jenis perlengkapan olahraga lainnya mulai dari fitnes, basket renang, yoga, dan lain sebagainya.

Untuk menarik konsumen, pihaknya selalu mengedepankan pelayanan terbaik bagi para konsumen. Mulai dari penjualan di gerai, pelayanan aftersales, menyediakan program khusus bagi member, membuat games di gerai yang berhadiah produk, hingga undian dengan hadiah utama menonton Piala Dunia di Qatar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

entrepreneur
Editor : Andhika Anggoro Wening
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top