Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Model Bisnis Berbasis Digital Solusi untuk Pebisnis Bertahan

Salah satu strategi utama pebisnis untuk bertahan di era teknologi adalah menerapkan model bisnis berbasis digital
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 06 Oktober 2022  |  18:16 WIB
Model Bisnis Berbasis Digital Solusi untuk Pebisnis Bertahan
Ilustrasi digital
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Banyak usaha yang harus tutup saat pandemi. Namun banyak juga bisnis yang justru berkembang pesat, terutama yang berbasis teknologi.

Contohnya aplikasi meeting online yang bisnisnya meledak saat pandemi. Di jaman teknologi ini, model bisnis konvensional sudah terbukti gagal bertahan. Oleh sebab itu Koperasi MMSI mengadopsi model bisnis 4.0 yang berbasis teknologi dan efisiensi. Lebih lanjut dia menjelaskan perbedaan bisnis 4.0 dan bisnis tradisional.

"Dulu bila hendak membuka sebuah usaha seperti toko atau rumah makan, pasti keluar biaya di depan untuk tempat, peralatan, karyawan dsb. Omset belum ada, sudah tekor duluan. Kalau sekarang, cukup modal gadget dan internet, sudah bisa punya bisnis sendiri. Tidak perlu sewa tempat, sudah ada market place. Gudang digantikan sistem dropshipping. Pantau stok barang, kasir, jurnal keuangan dan lainnya bisa menggunakan aplikasi. Efisien, profitable dan minim resiko,” jelas Raditya Ricky, Ketua Koperasi MMSI.

Model bisnis seperti inilah yang diadopsi Koperasi MMSI dan unit usahanya agar dapat dimanfaatkan oleh seluruh anggota Koperasi MMSI untuk meningkatkan kesejahteraan mereka. Menurutnya, koperasi dibentuk demi kesejahteraan anggota. Beda dengan bank, misalnya, yang lebih mengutamakan keuntungan korporat dibandingkan keuntungan nasabahnya.

Ricky mengatakan, itu sebabnya mereka bertransformasi menjadi koperasi digital. Dengan pengalaman lebih dari 11 tahun, kami bertanggung jawab kepada ribuan anggota kami agar kehidupan mereka lebih sejahtera di masa sulit seperti ini.

Koperasi MMSI berfokus pada bisnis berbasis teknologi, seperti pengadaan dan distribusi gadget. Juga jasa pembuatan software dan aplikasi berbasi Internet of Things (IoT) yang sangat dibutuhkan saat ini.

“Omset perdagangan gadget kami naik lebih dari 35% di tahun 2021. Kita juga ada kerjasama dengan beberapa perusahaan besar untuk jasa pembuatan aplikasi serta software maintenance,” imbuh Ricky.

Sedangkan untuk sektor Simpan Pinjam yang telah menjadi nyawa dan tradisi sebuah koperasi, Koperasi MMSI mempunyai terobosan yang baru dan spektakuler. Nantinya anggota yang meminjam akan mendapat kemudahan saat pengembalian, bahkan bisa mendapatkan bagi hasil yang menguntungkan.

Sementara untuk simpanan, Koperasi MMSI juga mempunyai beragam produk yang menarik. Di antaranya Simpanan Berjangka Emas dan Simpanan Berjangka Berhadiah Langsung.

“Simpanan Berjangka Emas jadi favorit anggota kami. Bayangkan, dalam waktu yang singkat hanya 5 minggu saja, anggota langsung mendapatkan hadiah emas batangan,” jelas Sandy Kwando, salah satu anggota pengawas Koperasi MMSI.

 

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

model bisnis model bisnis teknologi koperasi
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top