Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

3 Model Bisnis Inovatif di Tahun 2022  

Berikut tiga model bisnis yang dapat Anda terapkan di tahun 2022 menurut Nicole Hinrichs.
Jessica Gabriela Soehandoko
Jessica Gabriela Soehandoko - Bisnis.com 19 Mei 2022  |  20:12 WIB
/Ilustrasi
/Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA – Agar bisnis menjadi relevan, maka pengusaha atau pebisnis perlu merestrukturisasi model bisnis mereka untuk memenuhi kebutuhan pelanggan.

Model bisnis yang dikelola juga harus dilakukan untuk membentuk kembali dunia bisnis, ucap Nicole Hinrichs, profesor strategi dan kewirausahaan di EHL Hospitality Business School.

Dilansir dari EHL, berikut tiga model bisnis yang dapat Anda tinjau di tahun 2022 menurut Nicole Hinrichs.

1. Model Bisnis Servitisasi (Beralih dari produk ke layanan)

Dalam model bisnis ini, para pelanggan tidak membeli layanan secara langsung melainkan membayar layanan. Kini, semakin banyak perusahaan yang beralih ke model ini.

Pengalaman pelanggan sendiri menjadi strategi  yang penting bagi perusahaan. Untuk itu Anda dapat mengembangkan pemahaman yang kuat mengenai layanan pelanggan.

2. Model Bisnis Dematerialisasi (Pergeseran ke ekonomi sirkular)

Model bisnis yang mendorong untuk menyewa barang daripada membeli juga langsung berperan dalam tren dematerialisasi. Dalam model bisnis yang tidak berwujud, perusahaan memberikan produk atau layanan yang sama, namun menggunakan lebih sedikit sumber daya fisik.

Contohnya adalah transisi dari membeli musik dalam bentuk CD dan menyewa musik lewat platform Spotify. Spotify menggunakan lebih sedikit sumber daya, contohnya pada logam dan plastik.

3. Model Bisnis Virtual (Digitalisasi ke virtualisasi)

Virtualisasi akan menjadi sarana penting karena adanya teknologi seperti realitas virtual, kecerdasan buatan, dan metaverse yang semakin meluas.

Virtualisasi melibatkan pembuatan virtual, yakni bukan fisik, barang ataupun jasa. Virtualisasi memiliki potensi untuk menciptakan layanan baru dan 'produk' virtual.

Namun, di samping munculnya model bisnis baru, perusahaan harus mempertimbangkan model bisnis baru dengan hati-hati. Contohnya seperti mempertimbangkan siapa saja pelanggan Anda dan masalah yang mereka miliki.

Selain itu, jika Anda merusak pesaing, maka Anda juga akan merusak nilai unik yang Anda dapatkan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tips bisnis model bisnis inovasi model bisnis
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Banner E-paper
To top