Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Deretan Keluarga Kerajaan Terkaya di Dunia, Ada Arab Saudi dan Qatar

Berikut lima keluarga kerajaan terkaya di dunia, bukan Inggris atau Spanyol, cek lengkapnya.
Kabar yang menyebutkan Raja Salman sakit menjadi pertanyaan soal suksesi Kerajaan Arab Saudi. (Reuters)
Kabar yang menyebutkan Raja Salman sakit menjadi pertanyaan soal suksesi Kerajaan Arab Saudi. (Reuters)

Bisnis.com, JAKARTA - Dari sekian banyak kerajaan yang ada di dunia, keluarga kerajaan Qatar kini tengah mencuri perhatian dunia, karena sedang menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022.

Dalam perhelatan sepak bola terbesar itu, Qatar disebut telah menghabiskan biaya sebanyak US$220 miliar, dan menjadi Piala Dunia termahal.

Hal ini masuk akal, karena Qatar terhitung sebagai salah satu kerjaan terkaya di dunia.

Padahal, banyak orang mengira bahwa raja terkaya adalah Ratu Elizabeth II. Tapi, ternyata perkiraan tersebut keliru. Melansir dari SCMP, berikut deretan keluarga kerajaan terkaya tahun 2022. 

Deretan Keluarga Kerajaan Terkaya di Dunia

5. Keluarga Kerajaan Inggris 

Sang Ratu diperkirakan memiliki kekayaan pribadi sebesar US$470 juta, sementara menurut Forbes untuk kekayaan bersih gabungan tiap anggota keluarganya sebesar US$88 miliar dengan sumber kekayaan berasal dari properti keluarga, yakni Crown Estate, Sandringham di Norfolk dan Balmoral di Skotlandia

4. Keluarga Kerajaan Abu Dhabi

Kekayaan keluarga yang diperkirakan sebesar US$150 miliar sebagian besar berasal dari penjualan minyak dari tahun 1970-an, yang memungkinkan mendiang syekh menjadi salah satu tuan tanah terkaya di London.

Adapun, kini Sheikh Khalifa bin Zayed Al Nahyan, yang merupakan raja dari Uni Emirat Arab dari tahun 2004, diketahui memiliki tanah di ibu kota Inggris senilai US$7,1 miliar.

Menurut The Guardian, properti tersebut menghasilkan lebih dari $200 juta per tahun untuk disewakan. Dia pun kini diketahui menjadi Kepala Otoritas Investasi Abu Dhabi, yang bernilai sekitar US$696 miliar. 

3. Keluarga Kerajaan Qatar

Banyak perhatian akan dicurahkan pada Qatar tahun ini karena selain menelan biaya yang besar, yerbaru, keluarga kerajaan Qatar turut campur tangan soal larangan penjualan minuman alkohol di stadion selama Piala Dunia 2022 berlangsung.

Keluarga besar Al-Thani di Qatar sendiri memegang investasi di properti di seluruh dunia, termasuk gedung pencakar langit Shard London, Olympic Village dan department store Harrods, serta Empire State Building di New York.  

Para bangsawan Qatar yang dipimpin oleh Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani juga memiliki investasi di Barclays Bank, British Airways dan perusahaan mobil Volkswagen. 

Hal inilah yang membuat keluarga Kerajaan Qatar memiliki kekayaan kolektif mereka mencapai US$335 miliar. Pada usia 41, syekh yang merupakan raja termuda saat ini di dunia masuk ke dalam salah satu dari 8.000 bangsawan Qatar.

2. Keluarga Kerajaan Kuwait

Keluarga Sabah telah memerintah Kuwait sejak 1752 dan dikenal karena investasinya yang besar di perusahaan-perusahaan besar terkemuka di Amerika Serikat.

Keluarga kerajaan diyakini terdiri dari sekitar 1.000 anggota dan saat ini dipimpin oleh Sheikh Nawaf Al-Ahmad Al-Sabah, yang naik takhta pada tahun 2020 setelah kematian saudara tiri Sheikh Sabah IV Ahmad Al-Jaber Al- Sabah.

Keluarga kerajaan Kuwait diperkirakan memiliki kekayaan sekitar US$90 miliar pada tahun 1991, tetapi karena nilai saham dan saham mereka melonjak, keluarga itu kini memiliki kekayaan bernilai sekitar US$360 miliar.

1. Keluarga kerajaan Arab Saudi

Putra Mahkota Sheikh Mohammed bin Salman baru-baru ini menandatangani saham Saudi Investment Fund senilai US$2 miliar di perusahaan baru Jared Kushner.

Raja Salman yang telah memerintah sejak 2015 dan diyakini memiliki kekayaan US$18 miliar, menjadikannya individu kerajaan terkaya di dunia ini. Di urutan kedua, ada Pangeran Alwaleed bin Talal yang diyakini sebagai keluarga kerajaan terkaya kedua dengan kekayaan bersih sekitar US$16 miliar, bahkan dirinya sempat mendanai US$1,9 miliar dari pembelian Twitter oleh Elon Musk.

Dengan kekayaan kolektif bernilai US$1,4 triliun, diprediksi angk ini lebih besar dari PDB Spanyol atau Australia.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Arlina Laras
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper