Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Kisah Susan Wojcicki, Mantan CEO Youtube yang Lulusan Ilmu Sejarah

Susan Wojcicki telah menjadi sosok perempuan yang paling berpengaruh di dunia dan internet, berawal dari menyewakan garasi untuk kantor Google.
Arlina Laras
Arlina Laras - Bisnis.com 18 Februari 2023  |  01:05 WIB
Kisah Susan Wojcicki, Mantan CEO Youtube yang Lulusan Ilmu Sejarah
Mantan CEO YouTube Susan Wojcicki - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Susan Wojcicki tengah menggegerkan dunia atas keputusannya untuk mundur dari kursi CEO Youtube, demi fokus mengisi kesehariannya bersama keluarga.

“Hari ini, setelah hampir 25 tahun di sini, saya memutuskan untuk mundur dari peran saya sebagai kepala YouTube dan memulai babak baru yang berfokus pada keluarga, kesehatan, dan proyek pribadi yang saya sukai,” ujar Wojcicki dilansir dari The Guardian, Jumat (17/2/2023). 

Nantinya, posisi CEO YouTube ini akan diisi oleh Neal Mohan. Susan sendiri telah menjadi sosok perempuan yang paling berpengaruh di dunia dan internet, berawal dari menyewakan garasi untuk kantor Google, hingga akhirnya memilih resign dari Intel dan bergabung menjadi karyawan ke-16 Google.

Jabatan CEO Youtube itu juga sudah diemban Susan sejak 2014, setelah dirinya membujuk Larry dan Sergey untuk membeli platform tersebut. Bahkan, Susan juga menjadi sosok yang menginspirasi banyak orang, pasalnya dia aktif dalam berbagai kegiatan sosial, seperti di bidang pendidikan hingga kesetaraan gender.

Lantas, seperti apa sosok dan perjalanan karier dari Susan Wojcicki? Simak ulasan Bisnis selengkapnya. 

Lahir dari Keluarga Akademisi

Susan Diane Wojcicki lahir di Santa Clara di negara bagian California, Amerika Serikat pada tanggal 5 Juli 1968. Ayahnya Stanley adalah keturunan Polandia sedangkan ibunya Esther adalah seorang Yahudi. 

Sang Ayah adalah seorang profesor fisika di Universitas Stanford sementara Esther adalah seorang pendidik terkenal. Susan sebagian besar menghabiskan masa kecilnya di Palo Alto, California, dan menempuh pendidikan menengah di Gunn High School.

Pada usia 11 tahun, Susan sudah menunjukkan dorongan bisnis yang kuat, di mana dia sempat berdagang kecil-kecilan. 

Setelah lulus dari Gunn High School, Susan kemudian pindah ke Massachusetts dan kuliah di Universitas Harvard. Dia mengambil gelar sejarah dan pendidikan di Harvard dan menjadi lulusan terbaik pada tahun 1990. 

Menyadari bahwa dia lebih tertarik pada teknologi, alhasil membuat dia kembali ke negara bagian asalnya di California dan mengambil dua program Master secara berurutan, di mana pada tahun 1993, dia memperoleh gelar Master of Science di bidang ekonomi dari University of California, Santa Cruz, dan lima tahun kemudian ia memperoleh gelar Master of Business Administration dari UCLA Anderson School of Management.

Bermula dari Penyewaan Garasi

Susan memulai karir profesionalnya di Intel dan bekerja di bagian pemasaran. Dia juga seorang konsultan di perusahaan konsultan manajemen Bain & Company dan RB Webber & Company. 

Pertemuannya dengan Sergey Brin dan Larry Page, nyatanya membuka jalan bagi dirinya untuk mengejar ketertarikannya di bidang teknologi. 

Bermula dari rumah yang ditempati Susan bersama sang suami, di mana dirinya memiliki kredit yang harus dilunasi, membuat dia menyewakan garasi rumahnya kepada dua mahasiswa doktoral Stanford, yang tak lain adalah Larry Page dan Sergey Brin.

Lalu, ketika Google mulai berkembang, Brin dan Page segera menyewa seluruh lantai pertama rumah Wojcicki.

Sangat Mengandalkan Google 

Saat Larry dan Sergey menyewa garasinya untuk mengembangkan Google sementara Susan masih bekerja di Intel. Ternyata, Susan juga sering menggunakan Google untuk mencari informasi. 

Pernah satu kali laman Google bermasalah, di situlah Susan menyadari betapa bergantungnya dia pada Google. Sampai akhirnya,  Susan pun memilih resign dari Intel dan bergabung dengan Google di 1999. 

Kala itu, Susan menjadi salah satu dari 16 karyawan pertama dan menjadi manajer pemasaran pertama perusahaan, di mana dia memimpin sejumlah tim untuk mengembangkan Google Doodles, Google Images, Google Books, hingga AdSense yang saat ini merupakan jaringan tampilan iklan terbesar di dunia.

Jadi CEO Youtube

Di sekitar ekspansi awal Google, satu startup terbukti menjadi pesaing utama yang terutama bersaing dengan Google Video: YouTube. Didirikan oleh Steven Chen, Chad Hurley, dan Jawed Karim pada tahun 2006, YouTube telah menjadi salah satu situs dengan pertumbuhan tercepat saat itu dengan 20 juta pengguna mengunjungi situs tersebut setiap bulan.

Kenaikan pesat YouTube akan menarik perhatian para eksekutif Google, khususnya Susan. Akhirnya, usai memutuskan untuk mengakuisisi YouTube dengan harga US$1,65 miliar atau setara dengan Rp25,09 triliun, Susan pun ditunjuk sebagai CEO YouTube yang baru. 

Di bawah kepemimpinannya, di awal bulan aplikasi YouTube telah mencatat 20 juta pengguna per bulan dan 100 juta tayangan video per bulan. hari. Kekayaan bersih Susan saat itu melonjak menjadi US$580 juta atau setara dengan Rp8,8 triliun. 

Sejak 2014, pendapatan YouTube tumbuh secara signifikan dengan perusahaan mencapai rekor pendapatan tertinggi pada tahun 2020 yaitu US$19,77 miliar. 

Susan juga mengawasi peluncuran layanan berlangganan gratis YouTube, YouTube Premium, dan layanan televisi internet YouTube TV.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

youtube internet aplikasi
Editor : Novita Sari Simamora

Artikel Terkait



Berita Lainnya

    Berita Terkini

    Terpopuler

    Banner E-paper
    back to top To top