Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Raksasa Perbankan AS First Citizens dalam Genggaman Keluarga Holdings

Bisnis perbankan keluarga Holdings terus menggurita hingga generasi ketiga.
Bendera Tencent Holdings Ltd. berkibar di luar gedung kantor pusat perusahaan tersebut di Beijing, China, Selasa (14/8/2018)./Bloomberg-Giulia Marchi
Bendera Tencent Holdings Ltd. berkibar di luar gedung kantor pusat perusahaan tersebut di Beijing, China, Selasa (14/8/2018)./Bloomberg-Giulia Marchi

Bisnis.com, JAKARTA - Keluarga Holdings telah menandatangani perjanjian pembelian untuk semua simpanan dan pinjaman Silicon Valley Bank SVB pada Senin (27/3/2023). 

Dalam kesepakatan tersebut, First Citizens Bancshares mengambil alih deposito SVB sebesar US$56 miliar atau senilai Rp849,53 triliun dan mengakuisisi pinjaman SVB sebesar US$72 miliar atau Rp1.092,32 triliun. 

Akuisisi tersebut secara langsung akan meningkatkan pangsa pasar dan memperkuat posisi First Citizens Bancshares sebagai salah satu bank swasta milik keluarga terbesar di Amerika Serikat.

Melansir dari The Business Journal, Sejarah First Citizens Bank dimulai pada 1898 sebagai Bank of Smithfield, dengan modal awal US$10.000 atau yang saat ini setara dengan Rp150,8 juta. 

Mulanya, bank ini adalah satu-satunya bank di di pusat kota Raleigh, Carolina Utara dan melayani pelanggan pertanian.

Sang generasi pertama, Robert Powell Holding, tiba sebagai karyawan pada 1918 dan menjadi sukses presiden dan ketua First-Citizens Bank & Trust Company pada 1935. 

Setelah 17 tahun menjalankan perusahaan, R.P. Holding pun tutup usia pada 1958 dan kursi kepemimpinan ini pada ketiga putranya, generasi kedua Holdings, yang semuanya berusia di bawah 32 tahun, yakni Robert Holding, Jr. sebagai Chairman, Lewis R. Holding sebagai Presiden dan Frank B. Holding menjabat sebagai Wakil Presiden.

Sejak saat itu, bank ini telah tumbuh dan berkembang menjadi salah satu bank swasta terbesar di Amerika Serikat dengan aset mencapai miliaran dolar. 

Selama bertahun-tahun, keluarga Holding terus menjalankan bank dengan prinsip-prinsip kekeluargaan dan nilai-nilai tradisional, sambil terus menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman dan teknologi.

Lalu, generasi kedua ini pun mulai melakukan regenerasi pada generasi selanjutnya, di mana Frank B Holding Jr. mengambil alih sebagai CEO dari pamannya Lewis pada tahun 2008. Bersama saudara perempuannya, Hope Holding Bryant, mereka mewakili generasi ketiga kepemimpinan keluarga Holding.

Di bawah kepemimpinan mereka, perusahaan terus berkembang. Bahkan First Citizens melakukan dengan merger CIT pada 2022. Aksi korporasi ini menandai tonggak penting bagi First Citizens dan menjadikan perusahaan ini masuk ke posisi 20 bank terbesar di AS. 

Melansir dari Forbes, kini asetnya telah mencapai US$109 miliar per 2023. 

Saat ini, Ketua dan CEO Frank Holding Jr. dan empat saudara perempuannya Olivia Holding, Hope Bryant, Carson Brice dan Claire Bristow secara kolektif memiliki sekitar 20 persen saham First Citizens dan memiliki hampir 50 persen pengaruhnya terhadap penentuan keputusan di perusahaan. 

Melakukan Akuisisi pada Bank yang Gagal

Meski keluarga Holding tidak menonjolkan diri selama beberapa dekade, tetapi bank milik keluarga tersebut memiliki misi untuk berkembang secara nasional melalui akuisisi oportunistik. 

Pertumbuhannya telah dipercepat sejak krisis keuangan tahun 2008 berkat serangkaian lebih dari 20 akuisisi yang dibantu oleh FDIC atas bank-bank kecil yang gagal, termasuk First Regional Bank California senilai US$1,8 miliar, Temecula Valley Bank senilai US$1,1 miliar, juga berbasis di California Selatan  dan United Western Bank yang berbasis di Denver senilai US$1,8 miliar. 

Tak hanya itu, pada Januari 2022, akuisisi CIT Group yang berbasis di New York senilai US$2,2 miliar merupakan pembelian terbesarnya sebelum SVB. Kini, aset bank mencapai US$109 miliar per Maret 2023.

“The Holdings telah menjadi orang yang sangat pintar selama 100 tahun,” kata salah satu pendiri dan ketua emeritus firma ekuitas swasta Falfurrias Capital McColl.

Menurutnya, aksi keluarga Holding sangat baik dalam memanfaatkan peluang di masa-masa sulit.

Melansir dari Bloomberg, kini First Citizens telah memiliki lebih dari 500 cabang dan kantor perbankan swasta tersebar di seluruh negara bagian hingga jauh dari kantor pusatnya seperti Hawaii. 

Dengan lebih dari 10.000 karyawan, pemberi pinjaman menawarkan bisnis tradisional perbankan kepada konsumen individu dan perusahaan, dan juga merupakan salah satu pemberi pinjaman terbesar untuk industri kereta api — bahkan memiliki armada gerbong kereta api dan lokomotif yang disewakan ke perusahaan kereta api dan pengirim barang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Penulis : Arlina Laras
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper

Terpopuler