Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Warga Jatiluhur Ini Sulap Kayu Jati Bekas Jadi Miniatur Kapal Pinisi Berkelas

Hanya dari bahan seadanya Arifin, warga dari Jatiluhur bisa menciptakan peluang bisnis miniatur kapal Pinisi.
Arifin alias Kang Iping saat memulai proses pembuatan kerajinan miniatur kapal pinisi khas Purwakarta./Bisnis-Asep Mulyana
Arifin alias Kang Iping saat memulai proses pembuatan kerajinan miniatur kapal pinisi khas Purwakarta./Bisnis-Asep Mulyana

Bisnis.com, PURWAKARTA - Arifin, warga Kampung/Desa Jatimekar, Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta bisa dibilang sangat imajinatif dan berbakat.

Bagaimana tidak, hanya dari bahan seadanya pria berperawakan kecil ini mampu membuat produk kerajinan yang cukup diperhitungkan di tataran nasional maupun internasional.

Adapun produk kerajinan yang dibuat pria berusia setengah abad itu berupa miniatur kapal pinisi yang legendaris. Dia pun tak menyangka produk kerajinannya itu bisa memiliki nilai ekonomis hingga bisa menghasilkan pundi-pundi uang bagi dirinya.

Saat ditemui di kediamannya, pria yang karib disapa Kang Iping itu mengaku, kiprahnya dalam membuat cinderamata berupa miniatur perahu tradisional itu dimulai sejak 2008 lalu. Mulanya, kata dia, hanya nyoba-nyoba dengan memanfaatkan barang bekas seadanya. 

"Dulu saya sempat punya usaha bengkel sepeda motor, sebelum tertarik menjadi perajin miniatur kapal," ujar Kang Iping, belum lama ini. 

Kang Iping mengaku, ketertarikan menjadi seorang perajin miniatur perahu tradisional ini sebenarnya sudah ada sejak belasan tahun lalu atau saat dirinya membuka usaha bengkel sepeda motor.

Namun, kata dia, dirinya baru bisa menyalurkan bakat seni yang sudah lama terpendam ini sejak 2008. Bahkan, ayah dua anak ini rela‎ menanggalkan usaha bengkel sepeda motor yang sejak lama digeluti dan ‎lebih memilih membuat sebuah karya seni yang sangat artistik dan tentunya bernilai ekonomis tinggi.

"Kalau bakat seni, sudah ada sejak masih muda. Tapi, dulu belum bisa mengembangkannya secara maksimal‎," kata dia.

Menurut Kang Iping, dari dulu sebenarnya sudah ada niat untuk menjadi seorang perajin miniatur perahu ini. Namun, saat itu dirinya tidak ingin hanya sebatas bisa mendatangkan keuntungan secara materi dari kerajinannya itu. Lebih dari itu, ia ingin juga produknya bisa bermanfaat bagi orang banyak.

Arifin besyukur, karena saat ini hasil kerajinanya itu sudah terkenal se-nusantara. Bahkan, banyak pesanan dari konsumen di luar kabupaten, provinsi, hingga luar negeri.

Bagusnya kualitas kerajinan hasil kreasi tangan Arifin ini, ternyata tak hanya diakui masyarakat dari kalangan seniman. Tapi, juga dari pejabat di tingkat nasional semisal Wakil Presiden RI KH Ma'ruf Amin yang juga telah memiliki koleksi hasil kerajinannya itu.

Kepiawaiannya dalam membuat kerajinan miniatur kapal pinisi ini, juga banyak diakui para pecinta seni. Tak heran, sejak memulai karirnya di bidang kerajinan tangan ini, Kang Iping telah mendapat puluhan penghargaan.

Sebut saja di antaranya, ajang Pekan Kerajinan Jawa Barat beberapa waktu lalu. Kala itu, hasil kreasinya sempat mendapat posisi ketiga terbaik untuk jenis kerajinan sama dalam ajang se-Provinsi Jawa Barat. 

Menutup perbincangan, Kang Iping juga sempat membeberkan soal cara dan perlengkapan yang dibutuhkan dalam membuat miniatur perahu ini. Menurutnya, semua itu sangatlah sederhana. 

Untuk membuat bagian lambung perahu misalnya, dia memilih bahan dari kayu jati tipis. Selain itu, peralatan yang digunakannya pun hanya cukup pisau, lem, dan gunting. 

Alasan dirinya memilih bahan ini, karena selain mudah didapat dengan harga terjangku juga hasilnya sangat artistik. Sedangkan, untuk bahan bagian layar perahu dia menggunakan kain khas suku Dayak yang juga terbuat dari kayu. Kemudian, untuk ornament pendukung berukuran kecil, seperti tiang kapal tetap menggunakan bambu. 

"Bahannya sih mudah didapat. Tapi membuatnya, itu sangat butuh ketelitian," imbuh dia. 

Dia menambahkan, miniatur perahu tradisional yang dibuatnya ini ada berbagai macam dan ukuran. Yakni, dari mulai yang ukuran 70 centimeter sampai yang tiga meter. 

Adapun model yang digunakan dalam kerajinannya ini, yakni perahu model pinisi, perahu Majapahit, Borobudur dan lainnya. Jadi, tema yang dipakai dalam kerajinanya itu, yakni perahu khas nusantara.‎

Sementara itu, Kepala Bidang Pariwisata, Disporaparbud Purwakarta, Acep Yulimulya menambahkan, Kang Iping merupakan salah satu pelaku ekonomi kreatif yang menjadi binaannya. Selama ini, pemerintah melalui dinasnya turut berjibaku membantu pengembangan produknya.

"Sejauh ini, kami berkomitmen untuk mengembangan sektor pariwisata dan Ekonomi Kreatif secara maskimal. Karena menurut kami, sektor tersebut bisa menjadi salah satu penopang perekonomian masyarakat," ujar Acep.

Acep menambahkan, saat ini di wilayahnya terdapat 17 subsektor ekonomi kreatif. Di antaranya, sektor kuliner, kriya/cindramata, seni rupa dan desain grafis.

"Di kita, sudah ada 168 pelaku usaha dari 17 subsektor ekonomi kreatif," pungkasnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : Asep Mulyana
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper

Terpopuler