Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Sosok di Balik SukkhaCitta, Kostum Ramah Lingkungan yang Dipakai Ganjar-Mahfud di Debat Capres

Sosok di balik SukkhaCitta, brand fesyen ramah lingkungan yang digunakan Ganjar - Mahfud di debat pilpres 2024 keempat
Mahfud MD pakai baju buatan Sukkhacitta/antara
Mahfud MD pakai baju buatan Sukkhacitta/antara

Bisnis.com, JAKARTA - Pasangan calon presien dan calon wakil presiden nomor urut 3, Ganjar Pranowo dan Mahfud MD kembali mencolok dengan fesyennya di debat keempat pilpres 2024. 

Pada debat semalam, keduanya mengenakan kostum unik ramah lingkungan, lagi-lagi disesuaikan dengan tema debat yakni terkait dengan pembangunan berkelanjutan, sumber daya alam, lingkungan hidup, energi, pangan, agraria, masyarakat adat, dan desa. 

Keduanya mengenakan kemeja panjang berwarna hijau dan scarf berwarna kekuningan. Kemeja tersebut juga dilengkapi dengan berbagai patch yang bertuliskan slogan program kerja mereka. 

Diketahui, baju yang mereka kenakan adalah baju ramah lingkungan yang dibuat oleh brand SukkhaCitta. Brand ini dibuat oleh Denica Riadini-Flesch pada 2016, mengedepankan fesyen dengan bahan ramah lingkungan, menggunakan bahan kain hingga pewarna alami. 

Dia membuat brandnya terinspirasi dari wanita-wanita di pedalaman yang dia temui, membuat kain dan pakaian seluruhnya menggunakan tangan, dan masih terjebak dalam kemiskinan. 

Sebagai seorang ekonom pembangunan, dia melihat secara langsung tantangan-tantangan yang dihadapi perempuan di komunitas-komunitas di Indonesia. Hal ini mendorongnya untuk membangun jembatan, menghubungkan pembeli dengan karya para ibu-ibu tersebut

Karena sifat kompleks dari industri garmen, dan banyaknya lapisan perantara di dalamnya, sulit bagi perempuan desa untuk mendapatkan upah layak meskipun bekerja 12 jam sehari.  

Hal itu membuatnya menyadari dia ingin melakukan perubahan, atau setidaknya menjadi bagian dari solusi, dalam menjembatani konsumen dan pengrajin.

Adapun, nama SukkhaCitta diambil dari bahasa Sansekerta, berarti kebahagiaan dalam bahasa Indonesia. Nama ini menjadi pengingat bahwa koneksi adalah hal yang membuat hidup layak dijalani. Dari pengrajin langsung ke konsumen,  dan hasilnya kembali ke komunitas para pengrajin.

Baju-baju yang diproduksi brand ini juga dibuat menggunakan serat nabati tanpa ada campuran seperti poliester. Kain katun mentahnya ditenun dengan tangan oleh penenun ahli di Jawa Tengah. 

Kain Tencel, Sylk SukkhaCitta berasal dari Lenzing AG, dibuat menggunakan serat Eucalyptus melalui fasilitas loop tertutup.

Beberapa koleksi juga menggunakan pewarna tumbuhan alami untuk mendapatkan warna hitam pekat. Selain pewarnanya 100 persen berbahan dasar tumbuhan, brand ini juga memastikan sumber dayanya ramah lingkungan dan meminimalkan limbah.  

Bahan-bahan tersebut di antaranya kancing menggunakan limbah mutiara di Makassar, lilin batik vegetarian dari lilin lebah, getah pinus, dan parrafin yang digunakan kembali. 

Adapun, jika melihat harga dari koleksi SukkhaCitta pun tidak murah, mulai dari Rp2,5 juta untuk kemeja lengan panjang, hingga Rp7,5 juta untuk setelan jas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : Mutiara Nabila
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper