Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Founder Kelaya Ardian Faisal Akbar, Ungkap Bisnis Laris Manis Gara-gara Ikuti Tren TikTok

Kisah founder Kelaya melancarkan bisnisnya lewat TikTok hingga cuan
Ardian Faisal Akbar/
Ardian Faisal Akbar/

Bisnis.com, JAKARTA -- Memasarkan produk dengan menggunakan konten di media sosial jadi suatu keharusan bagi pemilik brand saat ini. 

Salah satunya, merek produk perawatan rambut Kelaya, yang kini laris manis mengikuti tren belanja masyarakat di media sosial. 

Ardian Faisal Akbar, Founder & CEO Kelaya, menceritakan kisahnya membangun bisnis dan brand ini. Berawal dari berjualan dropship. Untuk berjualan dulu dia hanya melakukan promosi lewat iklan saja. 

Seiring zaman berubah, Ardian memutuskan untuk membuat brand sendiri dan berjualan barang sendiri. 

"Karena saya rasa kalau jualan barang orang terus saya nggak akan maju jadi harus bikin brand," ujarnya.  

Sama dengan pebisnis pada umumnya, pasti kebingungan ingin menjual produk apa yang bisa laris dan diperlukan banyak orang. 

"Waktu itu mutusin bikin brand, bingung jualan apa. Karena basicnya dropship, kan jualan macam-macam barang, saya baca tren apa yang lagi diminati orang. Waktu itu yang laris minyak kemiri. Nah ini menarik untuk jadi prospek di brand Kelaya," paparnya. 

Namun, proses membangun brand tak semudah membalikkan telapak tangan. Ardian mengatakan perlu banyak riset keluhan kustomer terhadap produk yang ingin dipasarkannya. 

Saat meriset keluhan kustomer, minyak kemiri banyak dikeluhkan karena pakainya harus malam hari sebelum tidur, dan dibilas keesokan paginya. Masalahnya minyak kemiri baunya kurang enak, lengket, dan menempel di bantal dan sprei. 

"Kita jadi mikir gimana cara memecahkan masalah ini, kita pikir jadikan sampo aja, sampo kan praktis nggak bikin lepek, wangi, dan bisa segera dibilas," ujarnya. 

Hambatan lainnya datang lagi. Adrian menyadari bahwa sampo dari minyak kemiri sudah banyak tersebar di pasaran. Sehingga pendiri Kelaya itu harus memutar otak untuk cari bahan alami apa lagi yang bagus untuk rambut. 

Saat itu aloe vera atau lidah buaya sudah terkenal manfaatnya, sehingga dia terpikirkan untuk menambahkan kandunga aloe vera atau lidah buaya ke dalam samponya, sehingga berbeda dari sampo yang sudah ada di pasaran. Dari sana juga nama Kelaya muncul, yaitu Kemiri dan Lidah Buaya. 

Potensi Besar Jualan di Media Sosial

Berdasarkan laporan TikTok bersama Accenture, menunjukkan bahwa sebagian besar konsumen di Indonesia atau 93% mencari platform belanja yang berbasis konten dalam 1-2 tahun ke depan. 

Para pengguna media sosial menjadikan platform tersebut sebagai tempat untuk menemukan, mempertimbangkan, dan membeli produk. 

Konten video di platform seperti TikTok pun menjadi cara bagi konsumen ini untuk mencari produk secara rutin, di mana 2.5 kali lebih banyak orang yang memanfaatkan platform video, dibandingkan menemukan produk lewat mesin pencarian tradisional. 

Sejalan dengan temuan ini, sebanyak 77 persen konsumen di Indonesia juga secara rutin mencari produk di platform sosial dan hiburan online. 

Tidak hanya konten video, konsumen Indonesia juga 1.4 kali lebih mungkin untuk berpartisipasi di live shopping baik di TV ataupun online, dibandingkan konsumen lainnya di Asia Pasifik. 

Melihat potensi konten video sebagai sumber informasi konsumen tentang suatu produk, brand sampo Kelaya pun sangat serius dalam menggarap konten-kontennya di platform seperti TikTok. 

Brand asal Surabaya ini mengutamakan konten yang edukatif, namun tetap menghibur, dengan mengedepankan penjelasan mengenai manfaat dan kandungan produknya. 

"Konsumen Kelaya sangat menyukai konten-konten video yang informatif. Hal ini membuat kami menjadi lebih gencar untuk memberikan edukasi perawatan rambut. Kami juga bekerja sama, berkolaborasi langsung bersama dokter sebagai ahli di bidangnya," jelasnya. 

Selain itu, kami juga terus memberikan informasi seputar kualitas dan kandungan produk kami sehingga membangun kepercayaan dan loyalitas konsumen terhadap keaslian dan keterjaminan produk Kelaya ini hingga mendorong mereka untuk membeli produk kami. 

Saat ini, produk sampo Kelaya sudah terjual lebih dari 10.000 botol di TikTok. Produk lainnya juga sudah terjual ribuan kali di platform yang sama.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : Mutiara Nabila
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper