Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekor! Warren Buffett Timbun Uang Tunai Rp2.600 Triliun

Uang tunai senilai Rp.2620 triliun ditimbun oleh salah satu orang terkaya dunia, Warren Buffet
Charlie Munger/reuters
Charlie Munger/reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Perusahaan yang dimiliki oleh Warren Buffett yakni Berkshire Hathaway Inc. mencatat rekor baru uang simpanan tunai mereka pada kuartal IV/2023.

Simpanan uang tunai Berkshire telah melonjak ke rekor US$167,6 miliar atau sekitar Rp2.620 triliun karena perusahaan berjuang menemukan kesepakatan dengan valuasi yang menarik. 

“Hanya ada segelintir perusahaan di negara Amerika Serikat ini yang mampu benar-benar menggerakkan pengaruh di Berkshire, dan mereka terus-menerus dipilih oleh kami dan pihak lain,” terang Buffett dalam surat pemegang saham tahunannya, seperti dikutip dari Bloomberg pada Senin (26/2/2024).

Lanjutnya, dia berpendapat di luar AS tidak ada pilihan yang berarti untuk penempatan modal. Secara keseluruhan, Buffett mengatakan pihaknya tidak memiliki kemungkinan untuk menampilkan performa yang menakjubkan.

Walaupun perusahaan telah meningkatkan upayanya dalam mengakuisisi lebih banyak lagi, perusahaan masih kesulitan menemukan kesepakatan besar yang dapat meningkatkan reputasi Buffett. 

Di tengah kurangnya pilihan yang menarik, Buffett bersandar pada pembelian kembali saham dan mengatakan bahwa tindakan tersebut menguntungkan pemegang saham. 

Jika sebelumnya saham Berkshire telah meningkat 15%, sejauh ini perusahaan telah meningkat sebesar 17% pada 2023 dan menyentuh rekor dalam tujuh hari perdagangan terakhir.

Kemudian, pendapatan Berkshire juga diawasi dengan ketat sebagai ukuran kesehatan ekonomi AS karena sifat ekspansif bisnisnya. Hal ini juga membuat perusahaan sangat rentan terhadap suku bunga yang lebih tinggi, yang dapat mengurangi permintaan,

Adapun Buffett menuturkan bahwa bisnis asuransinya berkinerja sangat baik tahun lalu, dengan laba operasional dari penjaminan asuransi melonjak menjadi US$848 pada kuartal IV/2023, dari US$160 juta pada tahun sebelumnya. 

“Bisnis asuransi kami berkinerja sangat baik tahun lalu, mencetak rekor dalam penjualan, laba mengambang, dan penjaminan emisi,” jelas Buffett, dan menuturkan bahwa mereka memiliki banyak ruang untuk berkembang. 

Termasuk investasi dan derivatif, Berkshire membukukan laba bersih sebesar US$37,6 miliar atau sekitar Rp587 triliun pada kuartal IV/2024, lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya, dibantu oleh suku bunga yang lebih tinggi. 

Buffett dalam surat tahunannya juga mengatakan bahwa kini Berkshire memiliki kekayaan bersih  generally accepted accounting principles (GAAP) terbesar yang pernah dicatat oleh bisnis Amerika mana pun.

“Rekor pendapatan operasional dan pasar saham yang kuat menghasilkan angka akhir tahun sebesar US$561 miliar. Total kekayaan bersih GAAP untuk 499 perusahaan S&P lainnya – yang merupakan bisnis Amerika – adalah US$8,9 triliun pada tahun 2022,” jelas Buffett. 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper