Minggu, 21 Desember 2014

CIPUTRA WAY: Entrepreneur Bisa Mulai Dari Kotoran

Martin Sihombing Rabu, 03/07/2013 07:26 WIB

Banyak orang menanggapi saat ditanya: Apa itu Entrepreneur? Berbagai risalah atau buku atau pakar memberikan jawaban yang beragam.

Definisi entrepreneur dipersepsikan berdasarkan background. Bahkan ada Kuratko F.Donald, Richards M.Hodgetts.Entrepreneurship, 6th ed. United States of America: Thomson.2004, bilang mitos tentang wirausahawan yang katanya wirausahawan adalah pelaku, bukan pemikir.

Seringkali mereka adalah orang yang sangat metodis sehingga merencanakan tindakan mereka dengan hati-hati.

Mereka dilahirkan, tidak diciptakan.  EAS Adiscipline mengatakan mereka adalah penemu, misalnya Ray Kroc, bukan ia yang menemukan waralaba makanan, tetapi ide-ide inovatifnya membuat McDonalds terbesar ke seluruh dunia.

Mereka adalah orang aneh akademik dan sosial, keyakinan bahwa pengusaha adalah akademisi dan sosialisi yang tidak berhasil akibat dari beberapa pemilik usaha yang memulai perusahaan yang sukses setelah putus sekolah atau berhenti bekerja tapi tidak lagi dipandang demikian, saat ini dipandang sebagai seorang profesional.

Orientasi entrepreneur adalah uang, uang adalah sumber daya tetapi tidak pernah menjadi tujuan akhir. Semua membutuhkan keberuntungan, benar bila keberuntungan berada di tempat yang tepat pada waktu yang tepat akan selalu menghasilkan keuntungan. Tapi keberuntungan terjadi ketika persiapan bertemu kesempatan.

Wirausahawan adalah pengambil risiko yang ekstrem (penjudi), sebaliknya bekerja dengan risiko yang diperhitungkan. Wirausahawan bekerja paling sukses keras lewat perencanaan dan persiapan untuk meminimalkan risiko yang terlibat dalam rangka untuk lebih mengontrol nasib visi mereka.

Kamus Besar Bahasa Indonesi (KBBI) mendefinisikan entrepreneur atau wirausahawan sebagai orang yang pandai atau berbakat mengenali produk baru, menyusun cara baru dalam berproduksi, menyusun operasi untuk pengadaan produk baru, mengatur permodalan operasinya, serta memasarkannya.

Adapun, Louis Jacques Filion menggambarkan wirausahawan sebagai orang yang imajinatif, yang ditandai dengan kemampuannya dalam menetapkan sasaran serta dapat mencapai sasaran-sasaran itu. Ia juga memiliki kesadaran tinggi untuk menemukan peluang-peluang dan membuat keputusan.

Tetapi apa kata Ciputra? Menurut pengusung spirit entrepreneurship ini, seseorang yang memiliki jiwa dan kecakapan entrepreneurship dapat berada di pemerintah, dunia akademik, atau dalam pelayanan sosial.

Ciputra menambahkan entrepreneur memiliki pola pikir (mindset), jiwa (spirit), dan kecakapan yang sama yaitu mengubah kotoran dan rongsokan menjadi emas, namun yang membedakan adalah tujuan yang ingin dicapai.

Entrepreneur di pemerintahan menurut beliau adalah mantan Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin, yang telah mendukung Ciputra mengembangkan Ancol, dan Lee Kuan Yew yang mengembangkan Singapura. Entrepreneur di pelayanan sosial seperti Muhammad Yunus peraih Nobel dari Bangladesh.

Definisi mengubah kotoran dan rongsokan menjadi emas menurut Ciputra terdapat tiga makna utama. Pertama adalah terjadinya sebuah perubahan kreatif yang berarti dari kotoran dan rongsokan yang tidak berharga dan dibuang orang menjadi sesuatu yang memiliki nilai yang lebih besar.

Kedua hasil akhir dari perubahan memiliki nilai komersial,  bukan hanya dianggap sebagai karya yang hebat namun juga memiliki nilai pasar yang tinggi. Ketiga untuk mendapatkan emas seorang entrepreneur bisa memulainya dari kotoran dan rongsokan yang tidak bernilai, dengan kata lain dengan modal nol.

Apps Bisnis.com available on:    
Beli Buku, Data, ePaper, Indonesia Business Daily bisa dengan kartu kredit. Klik di sini!
Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik di sini!
more...