Kebab Turki Baba Rafi Siap Mendunia

Bisnis.com, JAKARTA - Waralaba outlet Baba Rafi kini tengah merambah sejumlah negara. Di Asia, kebab dengan brand ini sudah mengoperasikan 30 outlet, yang 25 di antaranya tersebar di Negeri Jiran, Malaysia dan lainnya di Filipina.
Roni Yunianto
Roni Yunianto - Bisnis.com 02 Oktober 2013  |  08:58 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Waralaba outlet Baba Rafi kini tengah merambah sejumlah negara. Di Asia, kebab dengan brand ini sudah mengoperasikan 30 outlet, yang 25 di antaranya tersebar di Negeri Jiran, Malaysia dan lainnya di Filipina.

Hendy Setiono, CEO PT Baba Rafi Enterprise mengatakan semula pihaknya bercita-cita menjadi penguasa  pasar kuliner kebab di Asia, namun dalam perkembangannya permintaan waralaba banyak datang dari mancanegara.

“Kami jadi optimistis untuk ekspansi secara global. Di sisi lain, ini sebagai bagian upaya kami untuk membentengi diri sebagai pemain di negeri sendiri plus menjadi pemain terna­sional terutama saat Asean Economic Community nanti,” ujarnya kepada Bisnis.

Secara total, Baba Rafi Enterprise sudah mengelola lebih dari 1.000 outlet kebab. Bahkan dalam waktu dekat rantai bisnis itu akan membuka gerai pertamanya di Belanda dan juga meng­isi permintaan dari Sri Lanka.

Dalam jangka pendek, Hendy memiliki impian menjadikan bisnisnya tersebut sebagai the world's biggest package kebab chain.

Menurutnya, peluang menggarap pasar Eropa cukup besar. Pasalnya, meski di sana banyak dijumpai penjual kebab, namun secara umum kebab dikelola secara tradisional dan dimiliki warga keturunan Arab yang dikelola satu-dua outlet oleh keluarga. Tidak ada yang berbentuk jaringan usaha.

Mengenai cita-citanya, Hendy tetap optimistis. “Kalau Mc’Donald populer dengan burgernya, KFC terkenal dengan fried chicken-nya, maka cita-cita kami menjadikan Baba Rafi sebagai rajanya kebab,” ungkapnya.

Bak gayung bersambut, misi ini pun ditangkap oleh mitra di luar negeri. Selain Malaysia dan Filipina, setiap pekan, Baba Rafi menerima aplikasi a.l. dari Sri Lanka, Vietnam dan Belanda.

Apa yang diandalkan, tentu saja goodwill dan royalti, apalagi bisnis ini juga masuk dalam radar publikasi media lokal. Nama Indonesia ikut terangkat karena mendapat perhatian.

Bisnis waralaba kebab Turki ini sendiri menyediakan enam jenis investasi, dengan modal antara Rp65 juta—Rp145 juta dengan periode balik modal antara 1,3 tahun—2,7 tahun dengan masa kerja sama 5 tahun serta tingkat keuntungan sekitar 20%.

Usaha grup bisnis itu juga diimbangi dengan penyediaan sumber daya manusia terlatih yang dibina melalui Baba Rafi Academy. Hendy mencari unskilled people untuk diberi pelatihan gratis di 12 kota di Jatim dan Jateng sebagian ditempatkan untuk operator di outlet-outlet Baba Rafi atau bagi mereka yang ingin membuka usaha sendiri.

"Ini bentuknya CSR untuk menciptakan banyak lapangan kerja. Sekarang kami jemput bola, kini sudah ada ribuan yang ikut pelatihan.”

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
baba rafi, hendy setiono

Sumber : Bisnis Indonesia, Rabu (2/9/2013)

Editor : Fatkhul Maskur

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top