Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kiat Bisnis Boneka Ala Ukke R. Kosasih

Ukke dan 20 orang pekerja kini bisa menghasilkan 300 boneka handmade tiap bulan. Jumlah tersebut difokuskan untuk memenuhi permintaan konsumen ritel yang biasanya mengontak via jejaring sosial Facebook.
Feni Freycinetia Fitriani
Feni Freycinetia Fitriani - Bisnis.com 30 Desember 2013  |  13:05 WIB
  Ilustrasi pajangan boneka.  -
Ilustrasi pajangan boneka. -

Bisnis.com, JAKARTA--Syarat untuk meraih sukses adalah jeli melihat peluang dan mampu memanfaatkan lingkungan sekitar. Setelah melihat boneka berpotensi menjadi barang koleksi dengan nilai tinggi, Ukke R. Kosasih, langsung mempersiapkan dirinya untuk terjun ke bisnis boneka.

Lulusan Antropologi Universitas Indonesia ini mundur dari pekerjaannnya sebagai Advisor Campaign di sebuah perusahaan besar dan memutuskan menjadi seorang wirausahawan. Keputusan tersebut berbuah manis. Kini, Ukke menghasilkan omzet puluhan juta rupiah dari boneka buatannya. 

Sebelum memulai bisnis, dia mencari produk apa yang akan dia produksi. Dia ingin menghasilkan sebuah benda yang bisa mengasah kreativitasnya dan ketika dijual memiliki peluang untuk dikoleksi oleh konsumen.

"Inspirasi saya ketika memulai bisnis ini adalah boneka Barbie. Barbie bukan hanya mainan untuk anak-anak, tetapi juga dikoleksi oleh orang dewasa. Pasarnya jadi lebih luas," katanya.

Gayung pun bersambut. Ketika pulang kampung ke Bandung pada 2006, Ukke bertemu wati, putri tukang kebun di rumah. Wati ternyata punya keterampilan khusus untuk membuat kerajinan boneka. Tanpa pikir panjang, Uke lantas mengajak Wati dan kakanya, Joanita, untuk membantu merintis bisnisnya.

Bermodalkan uang Rp20juta, Ukke pun mulai membeli dua buah mesin jahit, kain, dan bahan-bahan lain yang diperlukan untuk membuat boneka. Bersama para pekerjanya, Ukke fokus memproduksi boneka buatan tangan [handmade doll] di bengkelnya yang terletak di desa Cihanjuang, Kabupaten Bandung. Dia pun memilih nama Circa Handicraft sebagai nama workshop bonekanya.

Ukke mendesain hampir semua boneka yang diproduksinya. Meskipun tidak membatasi model boneka, Ukke mengatakan koleksi boneka nusantara adalah produknya yang paling populer.

"Mulanya saya pola desain boneka saya adalah model yang feminin untuk anak perempuan. Namun, lama kelamaan saya mulai bosan dan ingin bereskperimen.  Akhirnya, saya coba mengaplikasikan budaya Indonesia ke boneka,” katanya.

Ibu beranak satu tersebut menyesuaikan pola boneka dengan karakter baju adat dari beberapa daerah di nusantara. Seri boneka nusantara yang pernah dia buat di antaranya seri Sunda, Madura, Bali, Betawi, dan Jawa.  Ukke mendapat sambutan positif dari koleksi boneka yang mengusung budaya asli Indonesia tersebut. Bahkan, dia mendapat order dalam jumlah besar dari sebuah department store.

“Saya diminta untuk menjadi supplier seri boneka Bali dari sebuah department store di pulau tersebut.  Selama beberapa periode boneka saya dijual di toko tersebut. Rata-rata konsumen membeli untuk kenang-kenangan atau suvenir bagi kerabat mereka,” tutur Ukke.

Selain menjadi penyuplai barang untuk toko modern, Ukke pun mulai merambah pasar ritel untuk memasarkan bonekanya. Sekitar 1.5 tahun yang lalu, Ukke membuat akun media sosial Facebook dan mengunggah foto-foto boneka hasil karyanya. Tak disangka, Ukke justru kebanjiran banyak permintaan.  Melihat hal ini, Ukke pun mulai mengajak perempuan muda di yang tinggal di desa Cihanjuang untuk bergabung.

 “Karena berbasis handmade, saya kewalahan untuk memenuhi semua permintaan dengan 3 orang karyawan. Akhirnya, saya terus menambah jumlah pekerja dengan mengajak perempuan yang tinggal dekat workshop untuk bergabung. Saat ini, saya dibantu oleh sekitar 20 orang pekerja,” ungkapnya.

Ukke dan 20 orang pekerja kini bisa menghasilkan 300 boneka handmade tiap bulan. Jumlah tersebut difokuskan untuk memenuhi permintaan konsumen ritel yang biasanya mengontak via jejaring sosial Facebook. Karena animo pasar ritel yang sangat besar, Ukke pun harus rela untuk membatasi permintaan untuk jumlah besar.

Boneka handmade yang dibuat Ukke dibandrol dengan harga Rp100.000 – Rp300.000. Harga tersebut disesuaikan dengan desain dan ukuran boneka. Ketika ditanya keuntungan, dia bisa mendapatkan margin yang cukup besar. “Keuntungannya bisa hampir 100%,” katanya.

Kisah Ukke membuktikan bahwa modal utama untuk mencapai kesuksesan adalah kecintaan terhadap apa yang dilakukan. Untuk masa mendatang, dari segi produksi, Ukke ingin mengeluarkan desain yang lebih kreatif dan mengajak lebih banyak perempuan untuk bergabung. Sedangkan dari segi pemasaran, dia ingin terus menggeluti bisnis online. “Rencananya, tahun depan saya ingin membangun website berbasis e-commerce untuk portofolio dan memudahkan konsumen.”   

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

usaha boneka
Editor : Setyardi Widodo
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top