Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

AJINOMOTO: Genjot Penjualan Makanan Beku di AS, Windsor Diakuisisi

Ajinomoto Co bersepakat untuk membeli Windsor Quality Holdings LP senilai US$800 juta, merupakan pembelian terbesar pabrikan bumbu dan pengolah makanan Jepang yang tengah mengejar pertumbuhan di pasar makanan beku di Amerika Serikat (AS).
Fatkhul Maskur
Fatkhul Maskur - Bisnis.com 10 September 2014  |  17:55 WIB
Sejumlah merek di bawah Windsor.  - Bisnis.com
Sejumlah merek di bawah Windsor. - Bisnis.com

Bisnis.com, TOKYO - Ajinomoto Co bersepakat untuk membeli Windsor Quality Holdings LP senilai US$800 juta, merupakan pembelian terbesar pabrikan bumbu dan pengolah makanan Jepang yang tengah mengejar pertumbuhan di pasar makanan beku di Amerika Serikat (AS).

Ajinomoto berencana untuk menjual lebih banyak produk-produknya, seperti pangsit dan mie, melalui jaringan penjualan Windsor di Amerika Utara, demikian pernyataan Ajonomoto sebuah pernyataan hari ini, Rabu (10/9/2014).

Ajinomoto menargetkan peningkatan penjualan makanan beku di wilayah ini menjadi 100 miliar yen (US$ 940 miliar) pada tahun fiskal 2020, dari sekitar ¥ 13,5 miliar saat ini.

Kesepakatan itu muncul setelah pada Juli lalu Ajinomoto dikalahkan Archer-Daniels-Midland Co. (ADM) dalam tender pembelian produsen bumbu makanan alami Swiss, Wild Flavors GmbH.  

Ajinomoto telah menyatakan siap mengeluarkan 300 miliar yen untuk strategi akuisisi dalam tiga tahun hingga Maret 2017.

Akuisisi Windsor, yang membuat lumpia dan pot-stiker, akan berlangsung pada awal November setelah perusahaan yang berbasis di Texas itu memisahkan bisnis sosisnya, kata Ajinomoto. Tidak termasuk sosis, penjualan bersih Windsor pada tahun fiskal 2013 tercatat sekitar US$670 juta.

Ajinomoto menyatakan dampak kesepakatan dengan Windsor pada tahun fiskal 2014 akan bersifat immaterial.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

AJINOMOTO Makanan Beku

Sumber : Bloomberg

Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Banner E-paper
To top