Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tips Memulai Bisnis Kemitraan Salon Mobil

Bagi Anda yang tertarik membuka bisnis salon mobil, tapi bingung mulai dari mana, mungkin kemitraan salon mobil bisa menjadi solusinya. Dengan membeli paket start-up Anda sudah bisa mendapatkan peralatan, perlengkapan, pelatihan dan tinggal menjalankan bisnisnya.
Nenden Sekar Arum
Nenden Sekar Arum - Bisnis.com 22 Januari 2015  |  18:38 WIB
Salon Mobil - Antara
Salon Mobil - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Bagi Anda yang tertarik membuka bisnis salon mobil, tapi bingung mulai dari mana, mungkin kemitraan salon mobil bisa menjadi solusinya. Dengan membeli paket start-up Anda sudah bisa mendapatkan peralatan, perlengkapan, pelatihan dan tinggal menjalankan bisnisnya.

Seperti kemitraan yang ditawarkan oleh Salon Car Wax dengan investasi Rp50 juta. Konsep kemitraan yang dijalankan oleh Johan Salim sejak 2010 itu, saat ini telah dijalankan di 12 daerah, di antaranya Surabaya, Yogyakarta, Makassar hingga Papua.

“Pengerjaan salon mobil memiliki kerumitan yang lebih tinggi dari sekadar cuci mobil, sehingga profit yang didapatkan juga bisa lebih tinggi,” katanya.

Johan menjelaskan, dengan nilai investasi yang dibayarkan tersebut, calon mitra akan mendapatkan perlengkapan sarana kerja, perlengkapan untuk memoles, pemasangan display dan peralatan, seragam karyawan, paket produk Mark V, dan pelatihan tenaga kerja.

“Calon mitra cukup mempersiapkan tempat dengan lokasi strategis, yang memiliki fasilitas air bersih dan listrik, serta tiga orang pekerja untuk dilatih,” katanya.

Selain itu, para mitra juga dapat menjalankan bisnis ini dan mendapat dukungan penuh seumur hidup, tanpa ada biaya waralaba dan royalti, sehingga keuntungan yang didapatkan 100% milik mitra.

Sementara itu, untuk perhitungan break event point, mitra dapat balik modal dalam waktu kurang dari satu tahun, dengan asumsi dalam sehari mitra dapat menangani 3-5 mobil, dengan kisaran harga Rp300.000-Rp700.000 tiap mobil.

Dengan perhitungan kasar dari asumsi tersebut, Johan mengatakan mitra bisa mendapatkan omzet sekitar Rp30 juta-Rp50 juta per bulan, dan bisa melonjak hingga dua kali lipat saat menjelang Lebaran.

Johan juga mengatakan, untuk pemilihan lokasi menentukan seberapa cepat mitra dapat balik modal. Sebaiknya pembukaan salon mobil berada di tempat keramaian seperti mal, atau di pinggir jalan yang banyak dilalui kendaraan.

“Bahkan bisa lebih cepat jika lokasi yang dimiliki mitra sangat strategis dan berada di tengah keramaian, serta didukung oleh lebih banyak tenaga kerja, karena untuk pengerjaan satu mobil membutuhkan waktu 4-5 jam yang dikerjakan oleh 2 orang,” katanya.

Di sisi lain, Johan juga membebaskan mitranya untuk menggunakan merek sendiri dalam menjalankan bisnis ini, meskipun dia tetap merekomendasikan untuk menggunakan nama Salon Car Wax, selain agar lebih mudah dikenali, pemasaran juga akan dibantu oleh kantor pusat.

“Ada juga beberapa mitra yang menggunakan nama lain, kami sih fleksibel, yang penting mereka menggunakan produk perawatan yang sama, juga menjalankan standar operasional prosedur yang telah ditetap. Tapi mereka akan lebih repot karena harus mengenalkan merek mereka dari awal,” paparnya.

Johan menilai, prospek bisnis salon mobil ini akan terus berkembang, seiring dengan bertumbuhnya penjualan kendaraan roda empat yang harga semakin terjangkau, sekaligus dengan bertambahnya kalangan kelas menengah di Indonesia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

peluang usaha
Editor : Bambang Supriyanto

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top