Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bisnis Pembuatan Angpau Imlek, Cerah dan Bisa Diandalkan

Menjelang Imlek, warga keturunan Tionghoa di Indonesia sudah berburu angpau untuk dibagikan pada puncak perayaan Tahun Baru China. Produsen amplop pun mulai kebanjiran pesanan dan bisa mendulang untung.
Nenden Sekar Arum
Nenden Sekar Arum - Bisnis.com 11 Februari 2015  |  16:39 WIB
Peluang bisnis angpau ini sangat cerah dan bisa diandalkan untuk meningkatkan pendapatan. - Bisnis.com
Peluang bisnis angpau ini sangat cerah dan bisa diandalkan untuk meningkatkan pendapatan. - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - Menjelang Imlek, warga keturunan Tionghoa di Indonesia sudah berburu angpau untuk dibagikan pada puncak perayaan Tahun Baru China. Produsen amplop pun mulai kebanjiran pesanan dan bisa mendulang untung.

Seperti diketahui, masyarakat Tionghoa memiliki tradisi untuk memberikan angpau kepada generasi muda dengan harapan agar si pemberi dan penerima angpau mendapatkan keberuntungan dan nasib baik sepanjang tahun.

Awalnya angpau hanya berwarna merah, sesuai dengan arti dari kata angpau dalam bahasa Mandarin yang berarti uang yang dibungkus dalam kemasan merah sebagai hadiah. Warna merah angpau melambangkan ungkapan semoga beruntung dan mengusir energi negatif.

Angpau juga tak hanya muncul pada saat imlek, tetap hadir pada setiap perayaan lainnya yang mencerminkan kegembiraan seperti pernikahan dan syukuran rumah baru.

Dengan kata lain, produsen angpau tak hanya bisa mencari untung saat menjelang Imlek saja, apalagi saat ini bentuk dan desain angpau juga semakin beragam. Tak hanya berwarna merah, tapi sudah muncul dengan berbagai motif dan desain lainnya.

Salah satu produsen angpau yang menjalankan bisnis sejak tiga tahun lalu adalah Liliana Kartini dengan merk Little Lili Room. Lili mengawali bisnis ini dari hobi dan keinginannya untuk memiliki angpau personal yang unik, selain itu karena kejengkelannya saat membeli amplop yang dijual di pasaran membuat dia harus menulis nama orang secara manual.

“Biasanya hasil tulisan jelek dan tidak jarang luntur. Dari sana kepikiran untuk membuat amplop dengan nama yang bisa sekalian dicetak, kalau begitu kan sudah rapi dan tinggal memasukan uang,” katanya.

Kemudian, Lili menyeriusi bisnis pembuatan angpau ini dan menjadi salah satu produk andalan pada bisnis yang sudah dijalankannya yaituprintable party & souvenir. Modal awalnya juga tidak terlalu banyak, hanya untuk membeli bahan kertas, sedangkan mesin cetak sudah dimilikinya.

Dia menyedikan desain-desain beragam dan disesuakan dengan musim atau seasonal yang tidak pasaran. Lili juga mengandalkan personalisasi nama pada setiap desain, sehingga proses produksi dilakukan secara manual yang disesuaikan dengan jumlah pesanan yang masuk.

Dalam sehari, perempuan yang berdomisili di Surabaya ini mampu memproduksi hingga 30 pak angpau, yang masing-masing berisi 10 amplop, sedangkan dalam sepekan bisa melakukan dua kali pengiriman barang masing-masing sekitar 80 pak.

Setiap angpau yang dijual juga memiliki harga yang berbeda-beda, tergantung dari desain dan ukuran amplop, misalnya untuk satu pak amplop berukuran kecil dibanderol dengan harga Rp38.000, dan satu pak amplop besar dihargai Rp48.000.

“Calon pembeli minimal memesan satu pak amplop dengan personalisasi nama, sedangkan untuk permintaan desain khusus, minimal pemesanan adalah 20 pak,” paparnya.

Karena pada tahun ini bershio kambing, maka mayoritas desain angpau yang ditawarkan Lili memiliki ornamen kambing dipadukan dengan ornamen khas Tionghoa lainnya. Selain itu ada juga desain yang menggunakan karakter kartun seperti Hello Kitty dan Disney Princess yang cocok diberikan kepada anak-anak.

Selain amplop untuk imlek, Little Lili Room juga membuat desain amplop khusus untuk pernikahan, lebaran, kematian dan ulang tahun, sehingga calon konsumen bisa memenuhi kebutuhan amplopnya dengan banyak pilihan.

Dia juga mengatakan, tahun lalu permintaan angpau untuk lebaran naik signifikan dan menyaingi jumlah pesanan untuk angpau Imlek. Hal itu dinilai sebagai bukti masyarakat semakin gemar untuk berbagai dengan amplop yang unik.

“Kami juga melayani permintaan amplop sehari-hari, seperti untuk kebutuhan amplop gaji perusahaan, perkumpulan gereja, dan lainnya,” katanya.

Adapun, proses pemesanan bisa dilakukan melalui akun Instagram dan Facebook @littleliliroom atau website littleliliroom.com. Di sana, calon pembeli bisa memilih desain amplop yang diinginkan dan mencantumkan jumlah pak yang dipesan.

 Lili juga tengah menyiapkan pembuatan showroom untuk memamerkan berbagai produk buatannya, termasuk beragam desain angpau, sehingga calon pembeli bisa melihat langsung dan membandingkan kualitas kertas yang digunakan.

“Konsep reseller juga sedang kami pelajari untuk proses pemasarannya, selain bisa memperluas jangkauan promosi, sistem ini juga bisa memberikan peluang tambahan pendapatan bagi yang lain,” katanya.

Selama menjalani bisnis ini, Lili mengaku seringkali terkendala pada terbatasnya tenaga kerja. Seringkali dia kewalahan saat pegawainya mendadak tidak masuk kerja, padahal pesanan sedang menumpuk dan harus diselesaikan tepat waktu.

“Kalau sudah seperti itu, mau tidak mau tanggung jawabnya harus dibagi-bagi supaya deadline tidak mundur,” imbuhnya.

Meskipun termasuk bisnis musiman, Lili menilai peluang bisnis angpau ini sangat cerah dan bisa diandalkan untuk meningkatkan pendapatan. Hal itu didukung oleh orang-orang yang semakin suka terhadap benda-benda yang bersifat personal dan berdesain unik.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

imlek imlek tionghoa
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top