Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Hati-hati Pilih Partner Bisnis dalam Merintis Usaha

Sebuah rintisan bisnis bisa berhenti di tengah jalan jika pendirinya salah memilih partner kerja atau sering disebut dengan co-founder. Seperti yang pernah dialami Kunto Wichaksono pemilik bisnis restorasi mobil DJM Auto Station.
Nenden Sekar Arum
Nenden Sekar Arum - Bisnis.com 28 September 2015  |  12:38 WIB
Hati-hati Pilih Partner Bisnis dalam Merintis Usaha
Memilih partner kerja merupakan salah satu hal penting dalam berbisnis, ilustrasi - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA -- Sebuah rintisan bisnis bisa berhenti di tengah jalan jika pendirinya salah memilih partner kerja atau sering disebut dengan co-founder. Seperti yang pernah dialami Kunto Wichaksono pemilik bisnis restorasi mobil DJM Auto Station.

Sebelum berhasil menjalankan bisnisnya ini, Kunto pernah sepakat dengan seorang temannya untuk membuat bengkel dengan nama AK Motor dengan pembagian modal 50:50. Kira-kira baru berjalan selama tujuh bulan, akhirnya dia memutuskan untuk berpisah karena merasa tidak nyaman.

“Mungkin karena bentuknya share modal, jadi ada rasa curiga saat menjalankan bisnis ini dan saya merasa tidak nyaman,” kenangnya.

Setelah bulat untuk berpisah dengan rekannya tersebut, akhirnya Kunto mengikhlaskan semua modal yang sudah ditaruh di AK Motor dan kembali memulai menyiapkan konsep untuk bengkelnya sendiri yang terus berjalan hingga saat ini.

Kisah yang dialami Kunto tersebut cukup banyak juga dialami oleh para wirausahawan pemula, dan menjadi salah satu kendala yang membuat rintisan bisnis jalan di tempat atau bahkan bubar sebelum bisnis dibangun.

Ivan Sandjaja Direktur Ciputra Incubator & Accelerator Ciputra Entrepreneuership Foundation mengatakan salah satu kelemahan para wirausahawan pemula di Indonesia memang pada urusan membangun tim.

Menurutnya masih banyak yang tidak paham bagaimana membentuk tim yang kokoh dan saling melengkapi. Saat ini, banyak yang berpikir bahwa membangun bisnis bisa dilakukan sendiri alias single fighter, padahal co-founder sangat dibutuhkan untuk membentuk sinergi dan bisa menjadi pendorong saat melalui masa-masa susah.

“Membentuk tim saat membangun usaha tak hanya harus cocok, tetapi juga harus saling melengkapi. Misalnya saya bisa marketing, berarti saya harus mencari orang yang memiliki produk dan bisa saya pasarkan,” katanya.

Setidaknya, dalam sebuah tim rintisan bisnis harus ada orang yang bisa menciptakan produk, memasarkan produk, serta yang bisa memanajemen bisnis. Semua peran tersebut bisa dilakukan oleh minimal dua orang yang berkomitmen membangun bisnis dari nol.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

strategi bisnis tips bisnis
Editor : Gita Arwana Cakti

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top