Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

STRATEGI BISNIS: Pemimpin Sebagai Eksekutor

Ini kata guru manajemen terkemuka saat ini, Ram Charan, Eksekusi adalah tugas utama pemimpin bisnis. Memimpin bukan sekadar berpikir besar dan membuat kebijakan. Pemimpin harus terlibat secara langsung dan aktif dalam bisnis. Sebuah organisasi mampu mengeksekusi hanya jika hati dan jiwa pemimpinnya menyatu bersama perusahaan.
A.M. Lilik Agung*)
A.M. Lilik Agung*) - Bisnis.com 13 Desember 2015  |  16:50 WIB
STRATEGI BISNIS: Pemimpin Sebagai Eksekutor
Operasi lebih banyak dijalankan oleh level pelaksana pada perusahaan.

Bisnis.com, JAKARTA - Ini kata guru manajemen terkemuka saat ini, Ram Charan, “Eksekusi adalah tugas utama pemimpin bisnis. Memimpin bukan sekadar berpikir besar dan membuat kebijakan. Pemimpin harus terlibat secara langsung dan aktif dalam bisnis. Sebuah organisasi mampu mengeksekusi hanya jika hati dan jiwa pemimpinnya menyatu bersama perusahaan.”

Perkataan Ram Charan yang tertuang dalam buku apik berjudul Execution—Seni Menyelesaikan Pekerjaan membuat kata ‘eksekusi’ menjadi mantra utama bagi para pemimpin bisnis, apapun level jabatannya. Adalah Iwan Setiawan Lukminto, CEO PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) yang ditabalkan sebagai CEO terbaik versi majalah Forbes Indonesia dan Ernst & Young tahun lalu.

Dia mewarisi kerajaan bisnis dari sang ayah HM Lukminto. Perusahaan ini berlokasi di Solo. Hari ini PT Sritex dinobatkan sebagai pabrik tekstil terpadu terbesar di Asia Tenggara. Benar bahwa Iwan Lukmito pewaris kerajaan bisnis.

Namun, di tangannya justru kinerja PT Sritex semakin mengkilap. Iwan mulai bekerja di PT Sritex pada 1997. Setelah melalui berbagai jabatan, sejak 2005 Iwan Lukminto ‘berkuasa penuh’ atas PT Sritex karena didaulat menjadi CEO-nya.

Sebagai orang yang masih muda (30-an tahun) dan menjabat di perusahaan yang didirikan oleh tetesan keringat ayahnya yang memulai bisnis ini dari pasar Klewer, tak dapat disangkal bahwa sosok sang ayah begitu kentara ada di belakang Iwan pada masa awal mula kepemimpinannya.

Namun, menjadi tidak fair apabila mengatakan Iwan Lukminto sekedar CEO bayangan sedangkan yang membuat keputusan strategis tetap sang ayah. Pemikiran, kerja keras dan keputusan Iwan Lukminto tetap dominan ketimbang ayahnya. Hal demikian terbukti ketika setelah sang ayah mangkat pada 5 Februari 2014, Sritex justru semakin berkibar di tangan Iwan Lukminto.

Hari ini PT Sritex beroperasi di atas lahan lebih dari 100 hektar dengan didukung oleh 25.000 karyawan. Produknya diekspor ke lebih 50 negara dan menjadi mitra utama NATO untuk pengadaan seragam tentara.

Dari pabrik Sritex juga lahir fashion berlabel internasional seperti Uniqlo , Zara, New Yorker , Sears hingga JC Penney. Lini bisnisnya dari hulu sampai hilir untuk semua produk yang berbau tekstil. Dengan penguasaan bisnis yang begitu besar ini menjadi kinerja PT Sritex meningkat tajam.

Jika pada 2010 total asset PT Sritex berada pada angka US$235 juta dan penjualan US$244 juta, maka pada 2014 asset PT Sritex melonjak pesat menjadi US$699 juta dengan penjualan US$555 juta. Pun demikian dengan pendapatan bersihnya. Jika pada 2010 PT Sritex mampu mendulang untung US$15,7 juta, maka pada 2014 berbiak lebih dari tiga kali menjadi US$50,5 juta.

Dengan aneka prestasi berwujud angka ini, wajar apabila Iwan Lukminto dinobatkan menjadi CEO terbaik tahun lalu oleh Forbes Indonesia dan Ernst & Young. Bagaimana menjelaskan kepemimpinan Iwan Lukminto sehingga dia mampu melepaskan diri dari bayang-bayang ayahnya untuk kemudian membesarkan PT Sritex? Pendekatan Ram Charan tentang eksekusi menarik untuk dijadikan referensi.

PROSES EKSEKUSI

Agar proses eksekusi bisa berjalan dengan paripurna, ada tiga proses inti yang wajib dimiliki.

Pertama, sumber daya manusia (SDM). Ini berbicara tentang pengetahuan, keterampilan, kapasitas dan keberanian.

Kebetulan dalam proses eksekusi ini, SDM PT Sritex diwakili langsung oleh Iwan Lukminto. Sebagai orang yang sudah sejak kecil mengikuti proses bisnis di PT Sritex dan kemudian secara formal masuk menjadi karyawan pada 1995, semua prasyarat tentang faktor manusia untuk melakukan eksekusi dimiliki oleh Iwan Lukminto.

Dia mampu menggabungkan pengalaman panjang yang dialami dengan konsep-konsep manajemen modern yang dipelajari di bangku kuliah. Gabungan ini ditambah dengan keberanian, menjadikan proses eksekusi di PT Sritex menjadi cepat dan akurat.

Kedua, strategi. Selaras dengan namanya, strategi berbicara tentang bisnis model, pengetahuan dan konsep.

Bisnis model dari PT Sritex sudah jelas. Bermain dari hulu sampai hilir produk tekstil. Strateginya tidak hanya bermain pada pasar lokal, namun juga global. Tidak pula hanya memproduksi pakaian yang sifatnya massal, tetapi juga memasok pemilik merek global.

Khusus untuk pakaian militer, menjadi pemain nomer satu yang diakui kualitasnya oleh NATO. Jika NATO sudah memakai produk buatan PT Sritex menjadi mudah untuk memasarkan ke militer negara-negara lain. Proses inti eksekusi kedua bernama strategi ini dengan bagus dijalankan oleh Iwan Lukminto.

Ketiga, operasi.

Inilah penjabaran secara rinci dari strategi yang telah dibuat. Operasi lebih banyak dijalankan oleh level pelaksana pada perusahaan. Oleh Ram Charan, dikatakan agar eksekusi berhasil maka diperlukan akuntabilitas, sasaran yang jelas dan metode yang akurat untuk mengukur kinerja para pelaksana ini.

Menyaksikan keberhasilan PT Sritex mengembangkan bisnisnya sekaligus juga melihat kinerja bisnis yang bertumbuh berkelanjutan, dapat dipastikan bahwa operasional dalam menjalankan eksekusi berjalan dengan baik.

Para pelaksana memahami strategi yang telah ditetapkan oleh manajemen. Ketika dalam praktik di lapangan, para pelaksana ini menunjukkan ketrampilannya. Alhasil strategi tidak berhenti pada meja manajemen, namun menjadi operasional di lapangan.

Hari ini Iwan Lukminto telah berada pada kisaran 40 tahun. Melihat gaya kepemimpinannya sekaligus kesempatan panjang yang dimiliki untuk memimpin, PT Sritex masih memiliki potensi besar untuk bertumbuh. Tidak saja menjadi terbesar di Asia Tenggara, kesempatan terbuka untuk menjadi salah satu pemain tekstil terbesar di dunia.

Waktu kelak yang akan mencatat keberhasilan-keberhasilan baru Iwan Lukminto bersama PT Sritex.

 

*) A.M. Lilik Agung, Trainer bisnis. Mitra pengelola LA Learning

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perusahaan pemimpin

Sumber : Bisnis Indonesia, Minggu (13/12/2015)

Editor : Fatkhul Maskur

Artikel Terkait



Berita Lainnya

    Berita Terkini

    back to top To top