Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tiga Kualitas Diri Yang Wajib Dimiliki Tahun Ini

Perkembangan teknologi dan perubahan gaya belanja banyak mempengaruhi dunia usaha pada 2017 terutama untuk sektor ritel modern, termasuk di Indonesia. Untuk bisa tetap bertahan di tengah persaingan, ada beberapa hal yang harus dilakukan.
Annisa Margrit
Annisa Margrit - Bisnis.com 11 Januari 2018  |  10:58 WIB
Tiga Kualitas Diri Yang Wajib Dimiliki Tahun Ini
Ilustrasi pengembangan diri. - leadershipalive.com
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Perkembangan teknologi dan perubahan gaya belanja banyak mempengaruhi dunia usaha pada 2017 terutama untuk sektor ritel modern, termasuk di Indonesia.

Yang paling mudah diingat adalah tutupnya 7-Eleven (Seven Eleven/Sevel) di Indonesia. Padahal, perusahaan ini usianya masih muda dan agresif. Sevel juga sering dijadikan contoh bisnis baru yang kreatif.

Pada akhir tahun lalu, peritel lain yakni Debenhams dan Lotus juga harus menutup gerainya. Ada pula perusahaan yang sudah sangat dikenal di Tanah Air yakni Nyonya Meneer, yang akhirnya tumbang.

CEO Kubik Leadership Jamil Azzaini mengatakan kondisi ini bukanlah sesuatu yang mengerikan karena justru di era digital ini banyak kemudahan yang bisa diperoleh. Misalnya, untuk menambah penghasilan tidak memerlukan modal besar seperti dulu, cukup bermodal smartphone dan paket internet.

Selain itu, banyak profesi baru yang bermunculan. Nah, untuk dapat bertahan di tengah persaingan pada 2018, ada beberapa hal yang mesti dilakukan.

Pertama, solutif. Kemampuan memberikan solusi bisa jadi peluang besar dalam mengembangkan bisnis. Pasalnya, selalu ada peluang dari setiap masalah yang dihadapi orang lain dan suatu bisnis biasanya lahir karena ada masalah yang dihadapi orang-orang.

Kedua, multi-expertise. "Apabila zaman dulu kita cukup fokus pada satu keahlian, di zaman now kita perlu memiliki beberapa keahlian, baik berhubungan atau tidak dengan keahlian yang sudah kita miliki," terang Jamil dalam pernyataan resminya, Kamis (11/1/2018).

Hal ini termasuk terus menambah keahlian dalam mengelola uang, investasi, dan persahabatan. Jangan ragu untuk berguru pada orang-orang yang lebih ahli serta berpengalaman. Jangan pula ragu menyisihkan penghasilan untuk belajar.

Ketiga, bergabung dengan komunitas. Sekarang ini, tingkat ketergantungan seseorang terhadap orang lain semakin meningkat. Tidak ada salahnya bergabung dengan komunitas tertentu yang menarik minat Anda.

Kalau tidak ada komunitas yang menarik, bisa juga Anda membuat komunitas sendiri. Dengan membentuk jejaring komunitas, kontribusi positif yang dapat diberikan ke masyarakat dan lingkungan pun akan semakin besar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sdm
Editor : Annisa Margrit
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top