Jadi Influencer Medsos, Datangkan Peluang Bisnis

Berkembangnya sosial media beberapa tahun ini menghadirkan komunikasi lewat saluran-saluran baru berbasis teknologi. Hadirnya publik figur atau yang kerap disebut influencer di ranah sosial media juga membuka peluang usaha bagi kreator konten di sosial media.
Agne Yasa
Agne Yasa - Bisnis.com 26 Februari 2018  |  09:21 WIB
Jadi Influencer Medsos, Datangkan Peluang Bisnis
. - .

Bisnis.com, JAKARTA- Berkembangnya sosial media beberapa tahun ini menghadirkan komunikasi lewat saluran-saluran baru berbasis teknologi. Hadirnya publik figur atau yang kerap disebut influencer di ranah sosial media juga membuka peluang usaha bagi kreator konten di sosial media.

Sosial media juga berkembang sebagai ranah iklan, promosi lewat cara-cara kreatif bagi brand.

Sosok yang dinilai dapat memengaruhi audiensnya dinilai akan berdampak pada sebuah produk atau brand. Lihat saja, fenomena brand menggaet para influencer ketika akan mengenalkan produk barunya, semakin banyak.

Laporan dari GetCRAFT.com, firma pemasaran berbasis di Asia Tenggara, bertajuk Indonesia Native Advertising And Influencer Marketing Report 2018, mengungkapkan konsumsi media sosial di Indonesia lebih banyak dari televisi. Rata-rata penggunaan sosial media adalah 3 jam 16 menit sedangkan rata-rata menonton televisi adalah 2 jam 23 menit.

Adapun platform media sosial yang paling aktif yaitu Youtube dengan 49%, Facebook 48%, Intagram 39%, dan Twitter 38%.

Data ini semakin menguatkan mengapa brand memilih saluran-saluran seperti sosial media berbayar atau pemasaran influencer untuk menjangkau konsumennya karena dinilai lebih efektif.

Laporan Pemasaran Digital & Konten yang dirilis GetCRAFT pada Mei 2017 menunjukkan bahwa merek telah mengalokasikan sekitar sepertiga dari keseluruhan anggaran pemasaran mereka tahun ini di digital.

Adapun pemasaran influencer dapat diartikan mengidentifikasi, meneliti, melibatkan, dan mendukung individu atau kelompok yang menciptakan percakapan berdampak tinggi dengan pelanggan tentang merek, produk, atau layanan. Pos-pos influencer termasuk media sosial, blog, atau saluran video.

GetCRAFT juga mencatat bahwa rata-rata 10% dari total pengikut satu influencer di Instagram akan melihat kiriman atau foto yang diunggah. Dari formula tersebut, dapat diestimasikan rata-rata dari 37.270 Intagram views untuk influencer di jaringan ini. Hal tersebut menghasilkan rata-rata biaya untuk sekaliview Rp590.

Bayangkan saja, jika seorang influencer mengunggah tentang produk dan ditonton hingga 100.000 kali, nilai yang mungkin didapatkan bisa mencapai puluhan juta. Bagaimana pun, nilai ini masih dianggap lebih murah dibandingkan pemasaran di media arus utama.

Namun, potensi pemasaran lewat sosial media termasuk lewat Influencer ini nampaknya akan semakin meriah dengan hadirnya para konten kreator yang disebut mendapat label influencer.

Mungkin di kalangan pencinta fesyen nama Ayla Dimitri sebagai influencer sudah pernah didengar. Ayla yang awalnya gemar membagikan gaya berpakaian atau outfit of the day (OOTD), kemudian mulai banyak mendapatkan pengikut di Instagram. Kini, Ayla telah dipercaya oleh brand produk sepatu global hingga produk perawatan rambut.

Kegemaran berbagi lewat sosial media juga dialami Chacha Thaib yang memiliki nama lengkap Annisa N. Thaib ini. Dari kegemaran menulis di sosial media tersebut, Chacha menjadi influencer utnuk berbagai brand dari produk kosmetik hingga smartphone.

Keduanya dapat dikatakan menjadi wirausaha dengan kreativitas konten yang ditawarkan lewat sosial medianya. Bisnis Indonesia berkesempatan melakukan wawancara dengan Ayla Dimitri dan Chacha Thaib. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
instagram

Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top