Joshua Kushner, Pengusaha Muda Sukses dan Adik Ipar Ivanka Trump

Meski tidak seterkenal sang kakak, Joshua Kushner yang lahir pada 12 Juni 1985 adalah pendiri sekaligus managing partner perusahaan investasi Thrive Capital, salah satu pendiri dari Oscar Health dan bersama kakaknya dia juga membangun Cadre.
Nur Faizah Al Bahriyatul Baqiroh | 11 Mei 2018 13:49 WIB
Joshua Kushner. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA — Jika sudah membicarakan anak Presiden AS Donald Trump, Ivanka Trump, kita juga pasti sudah mengenal nama Jared Kushner, suaminya yang terkenal sebagai pebisnis sukses di AS. Dia adalah seorang pengembang real estat dan penerbit surat kabar yang saat ini menjadi penasihat senior untuk ayah Trump.

Suami Ivanka adalah adalah putra sulung pengembang real estat terkenal di AS, Charles Kushner. Akan tetapi, kesuksesan dalam berbisnis tidak hanya diperoleh Jared, adiknya, Joshua Kushner juga tidak kalah ciamik dalam membangun bisnisnya.

Meski tidak seterkenal sang kakak, Joshua Kushner yang lahir pada 12 Juni 1985 adalah pendiri sekaligus managing partner perusahaan investasi Thrive Capital, salah satu pendiri dari Oscar Health dan bersama kakaknya dia juga membangun Cadre.

Joshua Kusher bersama ayahnya, Charles Kushner (tengah), dan kakaknya, Jared Kushner (kanan).

Pendidikan

Joshua Kushner besar dalam ruang lingkup keluarga Yahudi di Livingston, New Jersey, AS. Ayahnya memiliki kekayaan bersih sekitar US$500 juta.

Kushner lulus dari Harvard College pada 2008 dan Harvard Business School pada 2011.

Menurut jurnalis Daniel Golden dalam The Price of Admission, meskipun nilainya tidak terlalu tinggi, Joshua dan Jared diterima Harvard karena ayah mereka menyumbang sekitar US$2,5 juta ke kampus tersebut. Ketua departemen sains SMA-nya menyatakan bahwa Kushner adalah seorang "pekerja keras", meskipun tidak menjadi bintang akademis di sekolah.

Karier

Kushner sudah menunjukkan kelihaiannya dalam berbisnis saat masih duduk di bangku perkuliahan. Memasuki tahun kedua sebagai mahasiwa Harvard, dia menjadi eksekutif editor Scene--sebuah majalah kampus.

Menurut The Harvard Crimson, majalah rilisan tersebut mendapat kritikan keras dari para mahasiswa Harvard saat dirilis, sampai-sampai para mahasiswa yang tidak menyukai Scene membuat semacam grup, di mana mereka mengritiknya karena Scene dianggap memberikan penggambaran yang ‘menggelikan’ tentang komunitas Harvard dan masalah minoritas yang terjadi di kampus elit tersebut kurang dibahas.

Kushner, bersama dua kakak kelasnya di kampus, juga pernah membuat jejaring sosial yang mereka namakan Vostu. Vostu didirikan dengan misi untuk "mengisi kekosongan yang ditinggalkan oleh komunitas online di mana bahasa Inggris adalah lingua franca", seperti Facebook.

Menurutnya, Amerika Latin adalah pasar yang menjanjikan untuk situs jejaring sosial baru serta menjadi alternatif Facebook karena menurutnya wilayah itu merupakan tempat yang penggunaan internetnya meningkat setiap tahun dan teknologi sedang berkembang pesat.

Setahun setelah lulus, Kushner juga mendirikan sebuah startup bernama Unithrive. Lewat Unithrive, mahasiswa Harvard bisa mendapatkan bantuan dana dari para alumninya. 

Cukup dengan mengunggah foto dan informasi diri, mereka bisa meminjam hingga US$2.000. Peminjam bisa mengajukan pinjaman bebas bunga untuk pembayaran kembali dalam waktu lima tahun sejak lulus.

Sayangnya, Unithrive tidak lagi beroperasi. Setelah lulus dari Harvard, Kushner juga pernah bekerja di Goldman Sachs, dalam Divisi Merchant Banking.

Tetapi, hal ini tidak berlangsung lama. Entah apa alasannya, dia memutuskan keluar jadi pegawai dan memulai bisnisnya sendiri.

Joshua Kushner bersama kakaknya, Jared Kushner (kiri), dan iparnya, Ivanka Trump (tengah).

Perjalanan Membangun Bisnis

Jika Jared Kushner didapuk untuk bekerja di perusahaan keluarga Kushner Company, maka adiknya memutuskan untuk membangun kerajaan bisnisnya sendiri.

Pada 2009, dia mendirikan Thrive Capital, perusahaan modal ventura yang berfokus pada media dan investasi internet. Sejak didirikan, Thrive telah mengumpulkan US$750 juta dari investor institusi, termasuk Universitas Princeton.

Thrive juga mengumpulkan dana dalam beberapa tahap pendanaan, termasuk Thrive II yang menghasilkan US$40 juta pada 2011. Lalu, Thrive III, yang mengumpulkan US$150 juta pada 2012. Terakhir, Thrive IV, yang menghasilkan US$400 juta pada September 2014.

Kesuksesannya membangun Thrive membuat namanya masuk dalam daftar 30 Under 30 dari Forbes dan Next Establishment dari Vanity Fair.

Kushner juga salah satu dari pendiri Oscar Health yang didirikan pada 2012. Oscar Health adalah sebuah startup yang bergerak dalam bidang asuransi kesehatan secara digital.

Joshua Kushner bersama Mario Schlosser (kiri) dan Kevin Nazemi (tengah).

Dia mendirikan perusahaan asuransi ini bersama dengan Mario Schlosser dan Kevin Nazemi, yang merupakan teman sekelasnya di Harvard Business School. Schlosser dan Kushner terinspirasi untuk mendirikan perusahaan ini setelah berinteraksi dengan sistem penagihan rumah sakit yang rumit pada 2012.

Ketika itu, Schlosser mengurus kehamilan istrinya, sedangkan Joshua karena pergelangan kakinya terkilir.

Dengan visi memberikan asuransi sesuai dengan pengalaman kesehatan anggotanya, perusahaan asuransi ini dilaporkan memperoleh pendapatan sebesar US$2,7 miliar pada 2016.

Pada 2015, perusahaan ini telah mengasuransikan lebih dari 145.000 orang di empat negara bagian dan telah dinamai sebagai Startup Paling Inovatif dari CNBC's Disruptor 50, Inc. Selain itu, Oscar Health juga masuk dalam daftar majalah MM&M pada kategori Top 40 Healthcare Transformers.

Sepertinya, Kushner memang cocok membangun bisnis secara digital. Setelah sukses dengan Thrive Capital dan Oscar Health, pada 2015 dia bekerja sama dengan Jared Kushner dan teman mereka Ryan William dalam membangun Cadre.

Cadre adalah perusahaan teknologi yang berbasis di New York yang memberikan akses langsung kepada individu dan lembaga ke properti real estat komersial besar. 

Media menggambarkan perusahaan ini sebagai layanan yang "membuat pasar real estat lebih seperti pasar saham" dengan memungkinkan investor untuk memilih transaksi individu di mana mereka berpartisipasi, juga bebas menginvestasikan jumlah yang lebih kecil daripada yang diperlukan untuk sepenuhnya mendanai transaksi. Misalnya, memperbolehkan 12 investor institusi (seperti kantor keluarga dan wakaf) berpartisipasi dalam pembelian gedung perkantoran senilai US$60 juta.

Perusahaan ini memiliki pendapatan lebih dari US$1 miliar dan masuk dalam daftar FinTech50 dan 30 Under 30 dari Forbes. Pada 2018, Cadre bermitra dengan Goldman Sachs yang berkomitmen untuk berinvestasi setidaknya sebesar US$250 juta, untuk investasinya di bidang real estat.

Kehidupan Pribadi 

Tidak kalah dengan sang kakak yang berhasil membangun rumah tangga dengan Ivanka Trump, Kushner juga menjalin kasih dengan supermodel AS, Karlie Kloss. Hubungan keduanya yang sudah terjalin sejak 2012 ini jauh dari gosip dan berjalan mulus selama enam tahun.

Memang, banyak yang mengatakan bahwa dia dan Kloss terkesan sangat menutupi hubungan mereka.

Kepada majalah Porter untuk edisi musim panas 2018, Kloss menjelaskan secara terbuka tentang kehidupan cintanya dengan Kushner dan mengapa dia menjaga kerahasiaan hubungan mereka.

Joshua Kushner bersama Karlie Kloss.

"Bukannya saya ingin menjadi sangat tertutup tentang kehidupan pribadi saya. Carolina Herrera selalu berkata, 'Seorang wanita yang [seperti] buku terbuka [itu] membosankan,' [Terkesan] Tidak ada misteri lagi [di dalam dirinya]. Saya tahu dalam hidup saya apa yang penting bagi saya. Saya tidak berusaha menyembunyikan itu dari dunia [publik]. Saya hanya benar-benar [ingin] memiliki kehidupan pribadi yang lebih pribadi [untuk saya sendiri]. Saya tidak punya apa-apa untuk disembunyikan!” paparnya.

Yang mungkin terlihat mengejutkan adalah meski Kushner adalah adik ipar Ivanka Trump, tapi dia bukanlah pendukung Donald Trump. Pada Pilpres AS 2016, dia dan kekasihnya secara gamblang mendukung Hillary Clinton.

Bahkan, saat diwawancara Esquire pada waktu itu, Kloss mengatakan bahwa pasangannya adalah pendukung Partai Demokrat—meskipun kakak dan ayahnya adalah pendukung penuh Trump saat pemilu--dan tidak akan mendukung Trump.

Tag : inspirasi bisnis, Donald Trump
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top