Belajar dari Kejeniusan dan Kerja Keras Peter Thiel

Dari seluruh orang yang berkeinginan kuat mengubah dunia, hanya sedikit yang memiliki kejeniusan dan kerja keras. Pendiri PayPal, Peter Thiel, adalah salah satu di antara orang tersebut.
Aprianto Cahyo Nugroho | 06 November 2018 13:46 WIB
Peter Thiel - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Dari seluruh orang yang berkeinginan kuat mengubah dunia, hanya sedikit yang memiliki kejeniusan dan kerja keras. Pendiri PayPal, Peter Thiel, adalah salah satu di antara orang tersebut.

Pria bernama lengkap Peter Andreas Thiel ini adalah seorang pengusaha asal Amerika Serikat, kapitalis ventura, penulis, dan filantropis. Ia dikenal sebagai co-founder dari perusahaan layanan pembayaran online AS, PayPal, dan pendiri manajemen investasi dan perusahaan hedge fund Clarium Capital.

Pengusaha kelahiran Jerman ini turut andil dalam berdirinya PayPal, perusahaan e-commerce, dan Palantir Technologies, sebuah perusahaan perangkat lunak yang terlibat dalam analisis data. Dia juga berinvestasi di beberapa perusahaan terkenal, termasuk Facebook.

Masa kecil

Peter Thiel lahir pada 11 Oktober 1967, di Frankfurt, Jerman Barat, anak dari Klaus Friedrich Thiel dan Susanne. Dia memiliki adik laki-laki bernama Patrick Michael Thiel.

Ketika Thiel berusia satu tahun, keluarganya bermigrasi ke AS dan menetap di Cleveland. Pekerjaan ayahnya juga membuat keluarganya kerap berpindah tempat, mulai dari Afrika Selatan hingga Namibia sebelum akhirnya menetap di Foster City, California, pada tahun 1977.

Pada masa kecilnya, Thiel memiliki ketertarikan dengan permainan catur. Dia mulai bermain pada usia enam tahun. Pada tahun 1992, ia mencapai peringkat ke-2342 dari Federasi Catur Amerika Serikat (USCF). Ia juga dianugerahi gelar Life Master.

Setelah lulus dari Sekolah Menengah Atas San Mateo pada tahun 1985, Thiel melanjutkan studinya di Universitas Stanford dan mengambil program studi filsafat. Di Stanford, Thiel bersama dengan Norman Book mendirikan surat kabar yang dikelola mahasiswa bernama 'The Stanford Review,' untuk memberikan sudut pandang konservatif dan libertarian.
Thiel menjadi pemimpin redaksi pertama surat kabar ini dan menjabat hingga mendapatkan gelar Bachelor of Arts pada tahun 1989. Thiel kemudian melanjutkan pendidikan ke Sekolah Hukum Stanford dan memperoleh gelar Doktor Ilmu Hukum pada tahun 1992.

Karir Professional

Setelah menerima gelar doktor, Thiel mulai bekerja sebagai petugas pengadilan untuk Hakim James Larry Edmondson. Setelah itu, ia melayani firma hukum internasional Sullivan & Cromwell di New York sebagai pengacara sekuritas selama sekitar tujuh bulan.

Pada tahun 1993, ia mulai bekerja dengan Credit Suisse sebagai pedagang derivatif mata uang. Sementara itu, ia juga bekerja sebagai penulis pidato untuk mantan Menteri Pendidikan AS, William Bennett. Pada tahun 1996, ia kembali ke California dan mendirikan Thiel Capital Management.

Pada Desember 1998, ia bersama dengan Luke Nosek dan Max Levchin mendirikan perusahaan perangkat lunak bernama Confinity Inc. di Silicon Valley. Perusahaan ini awalnya diluncurkan sebagai perusahaan pembayaran Palm Pilot serta kriptografi.

Thiel memiliki mimpi untuk membuat dompet digital, yang akhirnya berujung pada lahirnya 'PayPal' oleh Confinity pada tahun 1999. PayPal mendukung transfer uang secara daring dan berfungsi sebagai alternatif cara pembayaran konvensional.

Selama peluncuran PayPal, Deutsche Bank dan perwakilan dari Nokia menggunakan PayPal pada PalmPilots mereka untuk mengirim Thiel US$3 juta sebagai pendanaan ventura.

Seiring berjalannya waktu, PayPal melakukan ekspansi ke pasar telepon nirkabel melalui merger dengan X.com dan Pixo. Pada 15 Februari 2002, perusahaan itu menjadi perusahaan publik dan kemudian pada Oktober di tahun yang sama, PayPal dijual ke eBay seharga US$1,5 miliar.

Thiel yang memiliki saham 3,7% di perusahaan mengundurkan diri sebagai CEO menyusul penjualan saham tersebut.

Pada tahun 2002, ia mendirikan perusahaan hedge fund makro global, Clarium Capital Management LLC di San Francisco. Aset di bawah manajemen perusahaan tumbuh menjadi US$8 miliar pada 2008. Namun pada 2011, asetnya turun menjadi US$300-400 juta karena beberapa investasi yang tidak menguntungkan.

Pada 2004, Thiel berinvestasi di Facebook senilai US$500.000 untuk kepemilikan 10,2% saham perusahaan dan menjadi investor luar pertama di Facebook. Ia juga menjadi anggota dewan direksi Facebook.

Ini adalah langkah yang berani, mengingat bahwa Facebook tidak begitu besar pada masa itu dan belum ada yang tahun Facebook bisa menjadi setenar hari ini. Tapi Thiel mengatakan bahwa dia selalu berpikir bahwa investasi tersebut adalah 'investasi yang aman'.

Saat Facebook melakukan penawaran umum perdana pada Mei 2012, dia menjual 16,8 juta saham perusahaan seharga US$638 juta. Akhirnya, ia menjual sebagian besar saham Facebook miliknya, namun dia tetap berada di dalam dewan direksi perusahaan.

Pada bulan Juli 2005, ia tutut andil dalam mendirikan perusahaan modal ventura, ‘Founders Fund,’ yang berbasis di San Francisco. Perusahaan ini berinvestasi dalam perusahaan lain yang membangun teknologi revolusioner. Secara pribadi, Thiel juga telah melakukan investasi di berbagai bisnis startup.

Karir Politik

Selain di dunia bisnis, Thiel juga aktif di bidang politik. Sebagai anggota Partai Republik, Thield telah berkontribusi untuk banyak hal di partai ini.

Dia mendukung Ron Paul sebagai bakal calon Presiden pada Desember 2007, berkontribusi pada kampanye calon presiden John McCain 2008, mendukung Meg Whitman dalam pemilihan gubernur California 2010, dan mendukung kembali Ron Paul untuk pencalonan presiden pada 2012.

Atas kegagalan Paul untuk mendapatkan nominasi Partai Republik sebagai calon presiden, Thiel berkontribusi untuk mendukung calon presiden Mitt Romney / Paul Ryan di tahun 2012.

Di tahun 2016, dia mendukung Donald Trump dan menyumbangkan US$1,25 juta untuk mendukung kampanye presiden. Setelah kemenangan Trump, Thiel masuk dalam jajaran komite eksekutif dari tim transisi Trump.

Thiel juga memberikan sumbangan kepada beberapa politisi lainnya, termasuk Senator Lamar Alexander, Ryan Brumberg, Mike Coffman, dan Douglas Forrester.

Tag : tokoh dunia
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top