Begini Kiat Koperasi Biar Jago di Alam Bebas

Petualangan mencari kualitas tinggi dan otentisitas menolong REI segera membangun reputasi di dunia pendakian sebagai pemasok peralatan yang dapat diandalkan.
Inria Zulfikar | 23 November 2018 14:46 WIB
Ilustrasi - Antara

Bisnis.com, JAKARTA—Sebuah koperasi menyabet penghargaan tujuh tahun berturut-turut sebagai salah satu 100 Best Companies to Work For versi majalah  Fortune? Banyak orang tak percaya. Tapi itulah prestasi yang pernah digenggam REI.

“Semuanya berawal dari sebuah kapak es.” Pengakuan Sally Jewell, yang saat itu adalah Wakil Presiden Eksekutif dan COO Recreational Equipment Inc (REI), terbukti sukses menjadi senjata promosi dan pemasaran yang ampuh bagi perusahaan yang produknya sangat diakrabi para pendaki gunung kelas dunia itu.

Jewell memang tidak ikut membidani perusahaan itu yang digawangi langsung oleh dua pendaki tangguh pada 1938.

Sudah menjadi semacam kebiasaan atau bahkan ‘ritual wajib’ para pendaki untuk menancapkan bendera negara mereka di puncak gunung yang ditaklukan sebagai selebrasi keberhasilan ekspedisi mereka.

Dalam perjuangan mereka mencari peralatan pemanjat yang bermutu, Lloyd dan Mary Anderson langsung pergi ke produsen-produsen Austria terbaik dan tanpa sengaja menanam biji yang kelak berbuah menjadi perusahaan ritel nasional yang sukses.

REI tak lain adalah sebuah koperasi dan Lloyd serta Mary Anderson merupakan anggota pertama dan kedua badan usaha tersebut ketika didirikan pada 1938. Dalam waktu yang tidak terlalu lama, keduanya berhasil memimpin sekumpulan sahabat untuk bergabung dalam koperasi tersebut.

Kedua pentolan REI sengaja melakukan langkah bisnis semacam itu untuk mendapatkan peralatan memanjat buatan Eropa yang berkualitas bagus, karena para pemasok tidak berminat untuk mengekspor dalam jumlah kecil.

Kisah Heroik

Saat menjabat sebagai direksi REI, Jewell tak bosan-bosannya mengisahkan kisah heroik kedua perintis koperasi para pendaki gunung tersebut. Bukan hanya diucapkan oleh para petinggi REI, perjuangan Lloyd dan Mary Anderson secara lengkap bisa dibaca di laman resmi perusahaan itu.

Ketika berbicara kepada para karyawannya, Jewell dan Dennis Madsen, Presiden dan CEO REI, tidak lupa menceritakan kembali kisah tersebut untuk mengingatkan setiap orang akan asal-usul perusahaan tersebut.

Petualangan mencari kualitas tinggi dan otentisitas menolong REI segera membangun reputasi di dunia pendakian sebagai pemasok peralatan yang dapat diandalkan. Perlu diketahui juga bahwa jumlah anggota yang sedikit menjadi sumber kebanggaan bagi para pendaki dan peminat aktivitas alam lainnya.

Dari catatan yang ada, reputasi perusahaan ini sangat terbantu oleh keterlibatan anggota-anggota awal seperti Jim Whittaker yang pada 1963 menjadi orang Amerika pertama yang menaklukkan puncak Everest dan kemudian sempat menjadi orang nomor satu di REI.

Pelan tapi pasti koperasi ini mengembangkan variasi produknya untuk memenuhi permintaan pelanggan dan selama bertahun-tahun menyediakan peralatan untuk backpacking, ski, dan aktivitas luar ruang lainnya.

Pada akhirnya daftar produk semakin berkembang hingga mengakomodasi ‘semua aktivitas dengan kekuatan otot’ seperti kayak, snowboarding dan pada beberapa tahun terakhir, wisata.

Sebagai koperasi konsumen terbesar di AS dan kemungkinan besar juga di dunia, REI telah menjangkau lebih dari 40 negara dengan total keanggotaan aktif sedikitnya dua juta.

Hal yang mengesankan adalah bahwa karakter REI sebagai koperasi tidak ikut luntur oleh waktu. Walaupun peralatan pendakian dan variasinya kini tampak sangat berbeda dibandingkan dengan produk keluaran akhir 1940-an, prinsip pemandu dari koperasi konsumen ini tidak berubah.

Kisah REI masih berkisar tentang kecintaan pada alam dan otentisitas tetap dipandang sebagai nilai inti teratas. Toko pusat mereka di Seattle dan fasilitas baru lainnya menyampaikan cerita koperasi itu melalui desain gedung yang mirip pondok gunung, bahan-bahan alami, dan fitur seperti tembok pelatihan panjat tebing.

Ada pula ruangan dengan permukaan yang berbeda untuk menguji kekuatan sepatu.

Komitmen Jujur

Dengan kata lain, orisinalitas bagi REI adalah komitmen jujur terhadap alam lepas. Namun bukan hal mudah menjaga komitmen tersebut di tengah pasar yang tidak terlalu peduli terhadap prinsip ‘dari anggota untuk anggota’ yang diusung koperasi.

Artinya, mengelola REI kini dan di masa datang jauh lebih kompleks dan menantang ketimbang ketika perusahaan itu masih berskala kecil. Dulu, status sebagai anggota koperasi bisa jadi masih sangat konvensional.

Kini manajemen dituntut mampu menjawab persoalan besar yaitu mempertahankan tingkat pemahaman karyawan dan pelanggan lama bahwa REI berubah untuk memenuhi kebutuhan pelanggan, dan pada saat bersamaan tetap otentik dan sejati terhadap alam lepas maupun asal-usulnya.          

Tahun 2000 merupakan periode berat bagi REI karena merugi. Berbagai perubahan pun dilakukan. Meksi kredo tidak diutak-atik, manajemen mulai memikirkan ulang cerita REI dan memperbaruinya agar sesuai dengan perkembangan zaman.

Wujud dari semangat perubahan itu antara lain dilakukan dengan mendirikan REI Adventures, perusahaan jasa wisata petualangan lengkap dan menyediakan semua jenis ekspedisi, mulai dari Kutub Utara hingga Kepulauan Galapagos.

Fokus REI pada segala hal yang otentik tampaknya tidak sia-sia. Koperasi tersebut diberi penghargaan tujuh tahun berturut-turut sebagai salah satu 100 Best Companies to Work For versi majalahFortune.

Benar adanya bahwa alam bebas dan gaya hidup luar ruang masih dekat dan erat dalam sanubari banyak orang.

 

Tag : koperasi
Editor : Inria Zulfikar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top