Leonard Blavatnik, Kuasai Bisnis Sumber Daya Alam hingga Real Estat

Leonard Blavatnik merupakan pebisnis besar Amerika Serikat berdarah Ukraina dengan fokus global dalam tiga sektor: sumber daya alam dan bahan kimia, media dan telekomunikasi, serta real estat.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 11 Desember 2018  |  14:29 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Leonard Blavatnik merupakan pebisnis besar Amerika Serikat berdarah Ukraina dengan fokus global dalam tiga sektor: sumber daya alam dan bahan kimia, media dan telekomunikasi, serta real estat.

Blavatnik Dia adalah pendiri dan pemimpin Access Industries, kelompok industri swasta AS dengan investasi strategis di seluruh dunia. Berdasarkan Bloomberg Billionaires Index, kekayaan Blavatnik saat ini mencapai sekitar US$18,5 miliar.

Pria dengan nama Leonard Vallentino Blavatnik ini di Odessa, Ukraina pada 14 Juli 1957. Setelah dibesarkan di Rusia, dia berimigrasi ke Amerika Serikat pada tahun 1978 dan menjadi warga negara AS pada tahun 1984.

Blavatnik belajar di Universitas Negeri Moskow dan mengambil jurusan Teknik Kereta Api, tetapi tidak menyelesaikan kuliahnya karena permintaan keluarga berpindah ke AS. Keluarganya beremigrasi pada tahun 1978, dia kemudian melanjutkan studinya di ilmu komputer Universitas Columbia hingga mendapat gelar master, kemudian berlanjut ke Harvard Business School hingga 1989.

Setelah menyelesaikan studinya, Blavatnik bekerja di Mount Sinai School of Medicine di New York, dan bertanggungjawab mengembangkan perangkat lunak pengenalan pola yang membantu sekolah menangkap siswa yang menyontek.

Dia kemudian bekerja di Andersen Consulting dan Macy's sebagai direktur layanan informasi. Dia mulai berinvestasi di real estat New York dan segera mengenali peluang yang muncul di Rusia.

Access Industries

Pada tahun 1986, Blavatnik mendirikan Access Industries (AI), sebuah perusahaan konglomerat internasional yang berlokasi di New York . AI memiliki kepemilikan investasi di Eropa dan Amerika Utara serta Selatan.

Empat tahun setelah pendiriannya, dia mengajak mantan teman sekelasnya Viktor Vekselberg untuk melakukan investasi dalam bisnis aluminium yang diprivatisasi oleh Presiden Rusia Boris Yeltsin.

Setelah dari era perang aluminium Rusia, keduanya mulai membeli pabrik peleburan, akhirnya menggabungkan aset ke United Co. Rusal, yang sekarang menjadi produsen aluminium terbesar di dunia.

Sejak saat itu, Access telah mendiversifikasi portofolionya dan berinvestasi dalam industri seperti minyak, hiburan, batu bara, aluminium, petrokimia dan plastik, telekomunikasi, media, dan real estat.

Dengan Vekselberg dan tiga mitra miliarder dari Alfa Group milik Mikhail Fridman, Blavatnik mengakuisisi 40% saham TNK pada tahun 1997, mengambil alih perusahaan minyak milik negara yang memiliki kepentingan di beberapa ladang minyak Siberia Barat. Dua tahun kemudian, mereka mengakuisisi anak perusahaan Sidanco yang paling produktif yang sebagian dimiliki oleh BP, yang telah dinyatakan bangkrut oleh pengadilan komersial di Siberia. Chief Executive Officer BP pada saat itu, John Browne, kemudian menyebut sistem hukum di Siberia sebagai salah satu "kecurangan."

BP membayar hampir US$8 miliar pemegang 50% saham TNK. Fridman dan mitranya mengkonsolidasikan setengah lainnya di bawah perusahaan induk Alfa-Access-Renova (AAR). Investasi tersebut membentuk TNK-BP, investasi minyak asing terbesar Rusia.

Pada bulan Agustus 2005, Access Industries mengakuisisi produsen petrokimia dan produsen plastik Basell Polyolefins dari Royal Dutch Shell dan BASF senilai $ 5,7 miliar.

Blavatnik terkenal karena aksi bisnisnya yang menguntungkan dan sering kali berisiko. Pada 20 Desember 2007, Basell menyelesaikan akuisisi Lyondell Chemical Company dengan nilai sekitar US$19 miliar, dan berganti nama menjadi LyondellBasell Industries, yang menjadi perusahaan kimia terbesar kedelapan di dunia berdasarkan penjualan bersih. Tetapi pada awal 2009, LyondellBasell mengajukan kebangrutan di tengah krisis keuangan.

Pada tahun 2011, dia kembali mengangkat pembuat LyondellBasell dari kebangkrutan, dan pada 2014, nilai sahamnya telah melonjak menjadi lebih dari US$10 miliar, membuat sebagian orang menyebut aksi ini sebagai kesepakatan terbesar dalam sejarah Wall Street. Komisi Perdagangan Federal mengenakan denda US$656.000 yang relatif kecil karena gagal melaporkan investasinya di perusahaan.

Sebagai bagian dari pembiayaan perusahaan, LyondellBasell mengumpulkan US$3,25 miliar utang prioritas pertama serta penawaran hak senilai $ 2,8 miliar yang secara bersama-sama ditanggung oleh Access Industries, Apollo Management, dan Ares management.

Blavatnik juga mengembangkan investasinya di sektor fashion dengan mengakuisisi saham merek Tory Burch sebesar 20% pada 2004, sekaigus menjadi investor luar pertama perusahaan. Saat ini, AI juga memiliki 10% saham di retailer pembangkit listrik senilai US$3 miliar.

Pada tahun 2011, AI mengakuisisi Warner Music Group seharga US$3.3miliar dan mengakuisisi Atlantic, Warner Bros. Records, Rhino, dan Warner Music Nashville. Blavatnik juga mengambil alih Parlophone, label musik Inggris yang mengelola band-and ternama seperti Coldplay dan Two Door Cinema Club, seharga US$742 juta.

Di perusahaan teknologi, Blatvanik juga berinvestasi di Spotify dan Beats Electronics. Billboard baru-baru ini menobatkannya sebagai salah satu dari 10 orang paling berkuasa dalam musik.

Kegiatan sosial

Blatvanik mengelola Yayasan Keluarga Blavatnik yang menegaskan bahwa dia adalah seorang filantropis global dan terkenal. Yayasan tersebut mendukung lembaga amal dan budaya selama lebih dari 25 tahun, termasuk British Museum, Tate Modern, Royal Opera House, National Portrait Gallery and Museum of Modern Art.

Pada 2013, kekayaan Len meningkat setelah memenangkan gugagatan senilai US$50 juta dari JPMorgan Chase. karena salah memberikan rekomendasi untuk membeli sekuritas yang membuatnya kehilangan 10% dari investasi senilai US$1 miliar.

Blavatnik juga  membuat kontribusi yang signifikan untuk sektor pendidikan. Selain membuat sumbangan besar, dia juga mengembangkan New York Academy of Sciences Blavatnik Awards yang memberikan dukungan keuangan serta pengakuan kepada ilmuwan muda sebagai cara mendorong mereka untuk mengejar minat mereka. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
tokoh

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top