PRESDIR L’OREAL INDONESIA : Kami Butuh SDM dari Lokal

Pesatnya perkembangan tren kecantikan, dan besarnya jumlah penduduk membuat Indonesia menjadi lahan subur bagi produsen produk kosmetik untuk mengembangkan bisnisnya, termasuk PT L’Oreal Indonesia.
Eva Rianti, Hafiyyan, & Fitri Sartina Dewi Eva Rianti, Hafiyyan, & Fitri Sartina Dewi | 18 Maret 2019 11:20 WIB
PRESDIR L’OREAL INDONESIA : Kami Butuh SDM dari Lokal
Presiden Direktur L'Oral Indonesia, Umesh Phadke. - Bisnis/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA — Pesatnya perkembangan tren kecantikan, dan besarnya jumlah penduduk membuat Indonesia menjadi lahan subur bagi produsen produk kosmetik untuk mengembangkan bisnisnya, termasuk PT L’Oreal Indonesia. Untuk membahas tentang perkembangan dan potensi bisnis kosmetik di Tanah Air, Bisnis berkesempatan mewawancarai Presiden Direktur PT L’Oreal Indonesia Umesh Phadke. Berikut petikannya:

Bagaimana Anda melihat potensi industri kosmetik di Indonesia?

L’Oreal memiliki ambisi untuk mendorong pertumbuhan industri kosmetik di Indonesia. Di Indonesia industri ini sangat dinamis dan punya potensi pasar yang sangat besar. Mengapa demikian? Karena Indonesia merupakan salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi di Asean. Berdasarkan data yang kami miliki bahwa di setiap negara yang pertumbuhan ekonominya bertumbuh, maka industri ekonominya juga akan ikut bertumbuh. Pertumbuhan industri kosmetik ini biasanya berkisar antara 1,5 kali lipat hingga 2 kali lipat dari angka pertumbuhan ekonomi. Misalnya, pertumbuhan ekonominya 5%, maka pertumbuhan industri kosmetik bisa berkisar 7%—10%. Di Indonesia sendiri kami perkirakan industri kosmetik hingga 5 tahun ke depan bisa tumbuh minimum sekitar 8%—10%.

Apa saja faktor yang mendorong pertumbuhan?

Ada beberapa faktor pendorongnya, yang pertama adalah Indonesia punya populasi generasi muda yang cukup besar. Besarnya generasi yang masih muda ini tentunya akan mendorong konsumsi produk-produk kosmetik. Faktor kedua adalah, Indonesia memiliki jumlah penduduk yang sangat besar yang aktif di dunia digital. Sebagian besar konsumen di Indonesia ada yang tertarik untuk mengikuti tren kecantikan yang sedang tren di beberapa negara, tetapi ada juga yang memilih untuk membuat tren kecantikan lokal. Meski tren kecantikan luar negeri cukup banyak penggemarnya, tetapi konsumen di Indonesia tidak langsung menirunya begitu saja karena menyesuaikan dengan gaya pakaian, warna kulit, dan sebagainya.

Faktor berikutnya ialah keberadaan e-commerce turut mendorong meningkatkan penjualan produk-produk kosmetik di Indonesia. Meski saat ini kontribusi penjualan dari e-commerce masih belum terlalu besar atau masih pada kisaran single digit. Namun, kami yakin saluran pemasaran ini akan tumbuh dengan cepat, karena akses internet makin mudah, dan sebagai negara yang memiliki banyak pulau dan kota, maka pembelian kosmetik melalui e-commerce ini akan lebih cepat dan mudah.

Tag : kosmetik, lunch with ceo, loreal
Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top