Pebisnis Milenial Kembangkan Men's Republic

Menjadi seorang pengusaha membutuhkan kenekatan dan tekad yang bulat. Kalimat tersebut mencerminkan sikap pengusaha muda yang telah mendirikan brand Men's Republic.
Dewi Andriani
Dewi Andriani - Bisnis.com 04 Februari 2020  |  19:24 WIB
Pebisnis Milenial Kembangkan Men's Republic
Yasa Paramitha Singgih yang kini sukses dengan brand Men's Republic

Bisnis.com, JAKARTA -- Menjalankan usaha tidak perlu harus menunggu ketika sudah mapan atau sudah memiliki modal besar. Bahkan saat masih berstatus pelajar atau mahasiswa pun seseorang bisa memulai usaha.

Salah satu contoh anak muda yang sukses berbisnis saat masih menjadi mahasiswa adalah Yasa Paramitha Singgih yang kini sukses dengan brand Men's Republic.

Pria yang menjuarai Kompetisi Asia Pacific Regional untuk Global Student Entrepreneur Award (GSEA) 2017 ini memulai bisnisnya tanpa modal sama sekali. Awalnya dia memulai usaha dengan berjualan lampu hias.

Namun sayang, bisnis usahanya tersebut gagal dilanjutkan karena kurangnya pasokan barang dari distributor. Kondisi tersebut tak lantas menyurutkan niatnya untuk menjalankan usaha. Pria kelahiran 23 April 1995 ini akhirnya mencoba peruntungan ke bisnis lainnya yaitu fesyen pria dengan mengambil barang dari Pasar Tanah Abang.

"Saya mulai bisnis tahun 2014 saat duduk dibangku kuliah. Alasannya karena ingin bisa lebih mandiri. Usaha ini saya jalankan hampir tanpa modal karena saya  pinjam baju dari penjual di Tanah Abang yang kemudian saja jual secara online,” ujarnya.

Besarnya permintaan pasar, akhrinya membuat dia mencoba untuk mencari peluang bisnis dan mengembangkan brand sendiri di bawah payung usaha Men’s Republic. Usahanya pun semakin lama kian berkembang, apalagi Yasa aktif mengembangkan brand dan menjadi pembicara di berbagai seminar bisnis.

Tidak hanya berjualan baju, dia pun mencoba untuk mengembangkan lini usahanya dengan menawarkan berbagai jenis sepatu. Ternyata peluang usaha sepatu lebih menjanjikan dibandingkan kaos.

Akhirnya, dia pun mulai fokus pada bisnis sepatu. Apalagi sang ayah telah berpengalaman lebih dari 30 tahun di industri persepatuan, baru saja pensiun.

“Pas mulai, ternyata respon penjualan sepatu lebih bagus daripada kaos. Mungkin karena pemain sepatu untuk brand lokal tidak sebanyak pemain kaos. Dari situ Men’s Republic fokus di sepatu,” tuturnya saat berbincang dengan Bisnis.

Berbekal pengalaman dan jaringan yang dimiliki oleh ayahnya, Yasa mantap memulai produksi 4 lusin sepatu casual dan sneakers  dengan tetap menggunakan brand Men’s Republic. Nama Men’s Republic diambil karena dia ingin brandnya seolah mewakili dunia pria.

Keputusannya tersebut ternyata berbuah hasil, bahkan presentase penjualan sepatu sejak 2014 hingga saat ini telah meningkat berkali-kali lipat. Pernah sekitar tahun 2015 hingga 2016 saat tren sneakers tengah naik daun, penjualan Men’s Republic di tahun itu melonjak hingga 3 digit.

Pria yang kini tengah melanjutkan studi S2 di Binus Business School ini mengatakan bahwa saat ini dirinya terus mengembangkan brand Men’s Republic serta tetap meningkatkan kualitas produk serta melakukan berbagai inovasi.

“Kita mau bikin brand yang ngga hanya sekadar jualan tapi juga ingin mengangkat brand Men’s Republic itu sendiri dengan menampilkan value gentlemen dan fashion pria sehingga saat seseorang memakai sepatu ini mereka bisa merasa laki banget, ada value yang didapatkan,” tuturnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
peluang bisnis

Editor : Novita Sari Simamora
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top