Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pekerja Muda Lebih Suka Bekerja Paruh Waktu

Menurut Global Talent Trends Report 2020 dari Linkedin, generasi termuda yaitu generasi Z dengan usia 22 tahun sebagai angkatan kerja muda lebih suka bekerja paruh waktu.
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 29 April 2020  |  06:02 WIB
Ilustrasi - Hrinasia
Ilustrasi - Hrinasia

Bisnis.com, JAKARTA – Generasi Z dengan kisaran usia 22 tahun atau angkatan kerja muda lebih suka bekerja paruh waktu.

Menurut Global Talent Trends Report 2020 dari Linkedin, generasi termuda yaitu generasi Z dengan usia 22 tahun sebagai angkatan kerja muda lebih suka bekerja paruh waktu.

Masih dalam laporan yang sama, perusahaan masa kini justru lebih suka mempekerjakan karyawan generasi X dengan perkiraan usia 39 sampai 53 tahun, atau Generasi Baby Boomers kisaran usia 54 tahun sampai 74 tahun untuk merancang tatatan kerja atau mengadopsi kebijaksaan bekerja.

Laporan ini memerinci, persentase generasi yang pekerja paruh waktu atau kontrak berdasarkan data Linkedin. Generasi Z dalam perusahaan mencapai 37%, generasi milenials hanya sekitar 26%, generasi X hanya sekitar 18%, sementara baby boomers mencapai 16%. Persentase ini menegaskan bahwa dalam satu perusahaan masih terjadi penggabungan komposisi karyawan lintas generasi.

Kondisi ini membuat pentingnya harmonisasi kerja lintas angkatan dan generasi. Laporan yang sama pun memberi lima tips memadukan dan menciptakan keharmonisan kerja lintas generasi.

Pertama, jangan memperlakukan semua karyawan secara sama, namun harus sesuai keunikan masing-masing. Kedua, carilah kebijaksanaan dari setiap generasi di tempat kerja Anda.

Ketiga, janganlah lupa bahwa setiap karyawan ingin agar pekerjaan mereka dihargai sekecil apapun itu. Keempat, buatlah kegiatan informal dalam perusahaan untuk menghubungan karyawan lintas generasi. Kelima, ciptakan lingkungan dan fasilitas belajar yang sesuai dengan kebutuhan setiap generasi.

Selain itu, Linkedin juga menegaskan para pemimpin perusahaan harus menciptakan energi kreatif dan inovasi. Adapun tantangan optimalisasi dalam perusahaan terumuskan dalam sejumlah persentase. Pertama, untuk variabel kebutuhan pada kekuatan management style dengan persentase 69%.

Kedua, pentingnya manajemen menerapkan work life balance dengan persentase yang sepakat mencapai 68%. Sisanya, pentingnya memperkuat communication style dalam perusahaan. Indikator ini mencatat persentase sebesar 63%.

Dengan demikian, pemimpin perusahaan bertanggungjawab untuk menciptakan lingkungan yang saling menghargai dan mau berkolaborasi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

karir pekerja paruh waktu
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top