Pentingnya Membangun Koneksi Profesional di Tengah Pandemi

Di tengah pandemi Covid-19 menjadi penting bagi para pekerja profesional untuk tetap membangun hubungan dengan jaringan mereka dan membentuk koneksi baru, untuk mendapatkan akses ke peluang sekarang, dan persiapan untuk masa depan.
Rezha Hadyan
Rezha Hadyan - Bisnis.com 04 Mei 2020  |  17:19 WIB
Pentingnya Membangun Koneksi Profesional di Tengah Pandemi
Ilustrasi - Msmcorp

Bisnis.com, JAKARTA - LinkedIn Opportunity Index 2020 mengungkapkan bahwa 83 persen orang Indonesia percaya bahwa memiliki koneksi yang tepat merupakan langkah penting untuk maju dalam kehidupan.

Namun, hanya 18 persen orang Indonesia yang berusaha membangun jaringan (network) profesional mereka.

Hal tersebut tentu menunjukkan bahwa banyak yang tidak yakin bagaimana cara membangun jaringan mereka.

Managing Director LinkedIn Asia Pacific Olivier Legrand mengatakan di tengah pandemi Covid-19 menjadi penting bagi para pekerja profesional untuk tetap membangun hubungan dengan jaringan mereka dan membentuk koneksi baru, untuk mendapatkan akses ke peluang sekarang, dan persiapan untuk masa depan.

“Selama masa-masa sulit seperti ini, kami percaya bahwa yang terpenting adalah membangun jaringan yang lebih kuat. Hal ini berpotensi membantu kita dalam mencari peluang baru bahkan saat kita menghadapi situasi ini hingga pulih dari krisis ini,” katanya melalui keterangan tertulis yang diterima oleh Bisnis pada Senin (4/5/2020).

Lebih lanjut Legrand menjelaskan bahwa di Indonesia, Generasi Z dan para pria menganggap kurangnya jaringan kerja sebagai penghalang terbesar mencapai peluang.

Dibandingkan dengan kelompok umur lainnya, kurangnya jaringan dan koneksi merupakan penghalang yang lebih besar bagi Generasi Z (26%) dan Millenial (25%), dan lebih terasa di kalangan pria (26%) dibandingkan dengan perempuan (21%).

Kurangnya jaringan terutama menjadi penghalang bagi mereka yang mencari pekerjaan yang lebih stabil, ingin memanfaatkan keterampilan mereka, atau bahkan mendirikan bisnis.

Mereka yang memiliki jaringan dan koneksi yang lebih kuat memiliki keuntungan dalam mengakses peluang yang mereka inginkan.

"Di LinkedIn, inilah yang di sebut dengan “Network Gap” atauKesenjangan Jaringan Kerja. LinkedIn juga menemukan bahwa orang-orang dengan jaringan yang kuat umumnya lebih optimis tentang masa depan mereka daripada orang- orang dengan jaringan yang lebih sedikit atau kurang beragam," tutur Legrand

Oleh karena itu, memperkecil kesenjangan jaringan adalah kunci untuk memastikan akses yang setara bagi semua orang sehingga mereka dapat meraih peluang.

Lebih lanjut Olivier mengatakan bahwa semua oramg memiliki peran untuk mengatasi kesenjangan jaringan yang ada – baik bagi orang-orang yang baru memulai karir nya, atau bagi seorang pekerja profesional yang berpengalaman.

Melalui platform LinkedIn, para profesional dari seluruh dunia dapat menjangkau banyak orang, mencari nasehat, dan belajar dari orang lain. Para profesional muda harus berhubungan dengan orang lain jika mereka membutuhkan bantuan.

"Bagi mereka yang berada dalam posisi untuk memberikan saran atau dukungan, didorong untuk melakukan hal yang sama," tutupnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
profesional, linkedin

Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
Editor : Mia Chitra Dinisari
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top