Benarkah, Kurang Koneksi Jadi Penghalang Pencari Kerja?

Membangun jaringan pertemanan semasa kuliah menjadi modal utama untuk memperoleh informasi dalam mencari pekerjaan.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 05 Mei 2020  |  14:55 WIB
Benarkah, Kurang Koneksi Jadi Penghalang Pencari Kerja?
Dalam mencari pekerja, relasi menjadi hal penting. - Redbookmag

Bisnis.com, JAKARTA – LinkedIn Opportunity Index 2020 mengungkapkan bahwa kurangnya jaringan kerja dan koneksi menjadi penghalang paling untuk mencari kerja, terutama bagi kalangan Gen Z & Millenial

Dalam data tersebut menunjukan bahwa 83 persen orang Indonesia percaya bahwa memiliki koneksi yang tepat merupakan langkah penting untuk maju dalam kehidupan. Namun, hanya 18 persen orang Indonesia yang berusaha membangun jaringan (network) profesional mereka.

“Selama masa-masa sulit seperti ini, kami percaya bahwa yang terpenting adalah membangun jaringan yang lebih kuat. Hal ini berpotensi membantu kita dalam mencari peluang baru bahkan saat kita menghadapi situasi ini hingga pulih dari krisis ini,” kata Olivier Legrand, Managing Director LinkedIn Asia Pacific.

Di Indonesia, Generasi Z dan para pria menganggap kurangnya jaringan kerja sebagai penghalang terbesar mencapai peluang.

Dibandingkan dengan kelompok umur lainnya, kurangnya jaringan dan koneksi merupakan penghalang yang lebih besar bagi Generasi Z (26 persen) dan millenial (25 persen), dan lebih terasa di kalangan pria (26 persen) dibandingkan dengan perempuan (21 persen).

Kurangnya jaringan terutama menjadi penghalang bagi mereka yang mencari pekerjaan yang lebih stabil dan mereka yang ingin memanfaatkan keterampilan mereka, atau bahkan mendirikan bisnis.

Mereka yang memiliki jaringan dan koneksi yang lebih kuat memiliki keuntungan dalam mengakses peluang yang mereka inginkan.

Olivier mengatakan bahwa inilah yang disebut dengan “Network Gap” (Kesenjangan Jaringan Kerja). Di mana, pihaknya juga menemukan bahwa orang-orang dengan jaringan yang kuat umumnya lebih optimis tentang masa depan mereka daripada orang- orang dengan jaringan yang lebih sedikit atau kurang beragam.

Oleh karena itu, dia meyakini bahwa memperkecil  kesenjangan jaringan adalah kunci untuk memastikan akses yang setara bagi semua orang sehingga mereka dapat meraih peluang.

Shabrina Koeswologito, Digital Manager di Mindshare dan Penulis, mengatakan bahwa membangun jaringan merupakan bagian dari kehidupan.

“Saya percaya ada tiga hal yang perlu diprioritaskan ketika membangun jaringan dengan seseorang. Pertama, selalu memberikan lebih banyak daripada yang Anda terima, kedua, pastikan untuk menghargai waktu orang lain, terakhir, personalisasikan pesan Anda agar relevan dengan orang yang ingin dituju," imbuhnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
tenaga kerja, tips bisnis, Tips Kerja

Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
Editor : Novita Sari Simamora
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top