Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Apakah Resesi Adalah Waktu Yang Tepat Untuk Memulai Bisnis?

Menurut Dane Strangler, seorang rekan di Pusat Kebijakan Bipartisan, di Washington DC, contoh-contoh ini menunjukkan bahwa banyak perusahaan terbaik dan berumur panjang, didirikan pada saat krisis.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 22 Juni 2020  |  13:31 WIB
Tips bisnis saat resesi
Tips bisnis saat resesi

Bisnis.com, JAKARTA -- Apa kesamaan dari General Motors, Burger King, CNN, Uber, dan Airbnb?

Perusahaan tersebut semuanya didirikan selama krisis ekonomi.

Dilansir melalui BBC, GM diluncurkan pada tahun 1908, ketika ekonomi AS dalam kekacauan setelah krisis keuangan "Panic of 1907". Sementara itu, Burger King membuka restoran makanan cepat saji pertamanya pada tahun 1953, ketika AS kembali dalam resesi, dan CNN memulai siaran berita pada tahun 1980, ketika inflasi AS mencapai hampir 15%.

Adapun, naik Uber maupun Airbnb memulai bisnis selama krisis keuangan global 2007-2009.

Menurut Dane Strangler, seorang rekan di Pusat Kebijakan Bipartisan, di Washington DC, contoh-contoh ini menunjukkan bahwa banyak perusahaan terbaik dan berumur panjang, didirikan pada saat krisis.

Dia mengatakan bahwa latar belakang ekonomi yang sulit membuat mereka lebih tangguh dan lebih gesit di tahun-tahun mendatang.

"Jika Anda memulai [bisnis] pada masa resesi, Anda benar-benar harus mengikis dan berhemat untuk membuat perusahaan itu sukses. Anda mencoba mendirikan bisnis ketika Anda tidak bisa mendapatkan pembiayaan, dan mencoba untuk mendapatkan pelanggan ketika tidak ada permintaan," ujar Strangler seperti dikutip melalui BBC, Senin (22/6).

Saat ini, kita sedang dihadapi dengan penurunan sekali lagi akibat pandemi virus corona dan lockdown yang berlaku di hampir seluruh negar di dunia.

Bank Dunia memperkirakan bahwa ekonomi global akan menyusut 5,2% pada tahun 2020, kinerja terburuknya sejak 1946 dan setelah Perang Dunia Kedua.

Ekonomi AS sudah dalam resesi, sementara Bank Sentral Inggris memperkirakan bahwa Inggris akan melihat penurunan tertajam sejak 1706. Yakni 314 tahun yang lalu.

Tetapi seperti yang ditunjukkan sejarah, perusahaan yang sukses dapat muncul dari masa sulit. Mungkinkah ada perusahaan rintisan yang menjanjikan dari kelas wirausaha tahun 2020 yang kemudian menjadi perusahaan besar?

Sepanjang pandemi berlangsung ada banyak bisnis baru yang didirikan. Di AS, 67.160 aplikasi diajukan untuk mendirikan perusahaan baru pada pekan terakhir bulan Mei.

Jumlanya mengalami kenaikan 21% pada pekan yang sama di 2019. Sedangkan dari 2018 hingga 2019, angka untuk pekan itu turun sebesar 3,3%.

Robert Fairlie, seorang profesor ekonomi di University of California Santa Cruz, mengatakan kenaikan tersebut karena lebih banyak orang memulai bisnis ketika perekrutan menjadi semakin langka.

Dia menyebut ini "necessity entrepreneurship," kondisi di mana orang-orang beralih menjadi wirausaha untuk bertahan hidup.

Tetapi beberapa wirausahawan mungkin telah memiliki ide bisnis terpikirkan sejak beberapa waktu lalu.

Sejumlah perusahaan rintisan baru mengakui bahwa suramnya virus corona justru menghadirkan peluang bisnis yang juga memungkinkan mereka untuk melakukan sedikit upaya demi membantu mengalahkan pandemi.

Terutama ketika menyangkut produksi alat pelindung diri sepeti hazmat suit dan masker, dalam beberapa bulan terakhir sejumlah perusahaan baru berupaya untuk mengisi kekurangan pasokan.

Industri lain yang telah melihat peningkatan besar sebagai akibat dari virus corona dan menawarkan peluang bagi para pemula, termasuk jasa perbaikan rumah dan sektor pengiriman.

Bagi siapa pun yang berpikir untuk membangun bisnis mereka sendiri, Markus Berger de Leon, seorang mitra di konsultan manajemen McKinsey, mengatakan mereka perlu berpikir panjang dan keras sebelum terjun.

"Para pemula yang selamat dari resesi adalah mereka yang belajar paling cepat," katanya

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

resesi tips bisnis
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top