Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

5 Mitos Tentang Waralaba Sukses

Untuk memiliki waralaba yang sukses, maka sering sekali pemilik dihadapkan pada mitos-mitos yang menimbulkan kebingungan.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 01 Juli 2020  |  11:33 WIB
Ada mitos/mitos yang muncul saat membuka bisnis secara waralaba
Ada mitos/mitos yang muncul saat membuka bisnis secara waralaba

Bisnis.com, JAKARTA - Ada banyak mitos tentang kesuksesan waralaba. Pemilik usaha waralaba sering kali menyampaikan keresahan dan tantangan dalam bisnis mereka dengan membandingkan usahanya dengan bisnis waralaba kelas atas.

Mitos-mitos ini perlu dihilangkan untuk memberikan gambaran yang lebih jelas tentang apa yang diperlukan untuk menjadi sukses dalam bisnis waralaba.

Dilansir melalui Entrepreneur, berikut ini adalah mitos bisnis waralaba yang paling umum:

Mitos # 1: Waralaba Sukses Memiliki Lokasi yang Bagus.

Tidak diragukan lagi, lokasi yang baik dapat membantu bisnis sukses. Situasi ini berlaku terutama untuk restoran dan ritel.

Lokasi yang nyaman dengan eksposur baik memiliki keuntungan. Keuntungan ini bahkan dapat menutupi keterampilan bisnis waralaba yang buruk. Tapi lokasi yang bagus tidak selalu terjangkau.

Fakta: Tidak semua waralaba sukses terletak di lokasi yang bagus. Beberapa dari mereka berusaha untuk membalikkan keadaan ini dan menjadikan lokasi yang biasa saja menjadi ramai.

Ketika lokasi bisnis mereka tidak banyak dilewati oleh pejalan kaki, eksposur yang baik atau bahkan demografis ideal, mereka mengimbanginya dengan manajemen yang lebih baik, layanan pelanggan yang hebat, dan pemasaran yang konsisten. Dan dengan sewa yang lebih murah, mereka dapat menghasilkan lebih banyak uang bahkan dengan lokasi yang kurang ideal.

Mitos # 2: Pebisnis Waralaba Sukses adalah Pecandu Kerja

Untuk menghasilkan bisnis yang sukses, mereka harus hidup dalam pekerjaan mereka. Siang dan malam. Dari waktu buka hingga tutup. Mereka menghemat uang dengan melakukan semua hal yang dapat dilakukan sendiri. Sukses dibangun dengan keringat.

Fakta: Kerja keras bukanlah rahasia kesuksesan. Ini hanya prasyarat. Banyak pebisnis waralaba yang bekerja keras dan hanya memiliki sedikit hal untuk ditunjukkan. Para pebisnis yang sukses bekerja keras, namun juga bekerja dengan cerdas.

Mereka menginvestasikan waktu untuk mengubah karyawan menjadi pemimpin. Mereka menciptakan sistem yang tidak bergantung pada keterlibatan langsung. Mereka memahami bahwa menjadi sibuk bukanlah hal yang sama dengan menjadi produktif. Waktu mereka paling baik dihabiskan untuk gambaran besar dari bisnis yang dijalani.

Ini juga memungkinkan mereka untuk mempertahankan kehidupan yang seimbang antara waktu untuk keluarga, bersenang-senang dan bepergian. Atau jika mereka memilih, lebih banyak pekerjaan. Bisnis mereka tidak menjalankan kehidupan mereka tapi justru mendukungnya.

Mitos # 3: Pebisnis Waralaba Sukses adalah Orang Berpendidikan.

Mereka adalah lulusan universitas. Mereka memiliki gelar MBA. Pendidikan yang mereka dapatkan mengajari mereka cara menjalankan bisnis.

Fakta: Sebagian pebisnis waralaba memiliki gelar, sebagian lagi tidak. Faktanya, banyak pebisnis yang bahkan tidak melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Pendidikan atau gelar tidak selamanya menjadi aset penting untuk menjalankan bisnis waralaba. Untuk sukses, apa yang Anda pelajari di sekolah tidak lebih penting dari pengalaman yang didapatkan dari para pebisnis lain, karyawan, dan bahkan konsumen Anda.

Mitos # 4: Pebisnis Waralaba Sukses Memiliki Lebih Banyak Pengalaman Bisnis.

Banyak orang memulai bisnis waralaba dari berbagai latar belakang industri. Mereka memiliki pekerjaan penting selama bertahun-tahun. Semua pengalaman itu mereka dapatkan dari lingkungan kerja yang bertekanan tinggi dan serba cepat sehingga membuat mereka mampu menjalankan bisnis sendiri.

Fakta: Sama sekali tidak benar. Bahkan, banyak franchisee kesulitan karena pengalaman masa lalu mereka. Salah satu ciri umum di antara waralaba top adalah kesediaan untuk mengikuti sistem yang dikembangkan oleh pemilik waralaba.

Mereka tidak tertarik untuk melakukan inovasi baru atau mempraktikkan ide yang mereka pelajari di tempat lain. Mereka membayar model yang sudah terbukti berhasil dan fokus pada eksekusi yang sangat baik.

Tentu saja, ada banyak keterampilan praktis yang diperlukan, seperti pemasaran, pembukuan dan manajemen karyawan. Pengetahuan di bidang ini dapat sangat membantu asalkan Anda masih dapat merangkul sistem pemilik waralaba yang sudah terbukti.

Mitos # 5: Pebisnis Waralaba Sukses Mencintai Bisnis Mereka.

Untuk mencapai level kesuksesan tertentu, pemilik bisnis harus mencintai bisnis mereka. Mereka pasti menyukai produk makanan yang dijual, atau senang merawat orang tua, atau hidup untuk membersihkan karpet pelanggannya.

Ada pepatah yang mengatakan "Temukan sesuatu yang Anda sukai dan Anda tidak akan pernah merasa sedang bekerja sehari pun dalam hidup Anda."

Fakta: Kenyataannya sangat beragam. Beberapa sangat bersemangat tentang produk atau layanan spesifik yang mereka sediakan. Yang lain menikmati berinteraksi dengan pelanggan. Beberapa pebisnis waralaba lainnya senang bekerja dengan angka. Tampaknya pebisnis waralaba yang sukses tidak selalu menyukai bisnis ini, tetapi mereka semua menyukai sesuatu tentangnya.

Sangat penting untuk mengetahui kebenaran tentang pebisnis waralaba terkemuka jika Anda ingin meniru kesuksesan mereka.

Mereka benar-benar bukan orang luar biasa. Mereka juga tidak memiliki keunggulan luar biasa. Mereka adalah orang normal yang melaksanakan pekerjaan dengan sangat baik. Kebenaran itu membuat kesuksesan waralaba dapat dicapai oleh lebih banyak orang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

waralaba franchise tips bisnis
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top