Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kakak Beradik Wertheimer di Balik Brand Fesyen Chanel

Alain dan Gerard Wertheimer menunjuk salah satu direktur kreatif industri mode paling terkenal, Karl Lagerfeld, untuk mengelola merek Chanel pada 1983.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 14 Juli 2020  |  13:13 WIB
Kakak beradik Wertheimer di brand fesyen Chanel. - Luxus Plus
Kakak beradik Wertheimer di brand fesyen Chanel. - Luxus Plus

Bisnis.com, JAKARTA -- Tidak ada yang kita sukai selain cerita sukses tentang orang-orang yang menjadi sangat kaya.

Ketika berbicara tentang kakak beradik, Alain dan Gerald Wertheimer, kisah sukses mereka melibatkan keduanya, keberhasilan dan warisan leluhur, tetapi tetap saja, mereka memiliki peran penting dalam memanfaatkan apa yang tersisa dan menjadikannya lebih sukses

Alain dan Gerald telah menjalankan bisnis keluarga selama 45 tahun dan melakukannya dengan sangat baik seperti yang dibuktikan dengan kekayaan bersih gabungan mereka sebesar US$50 miliar.

Keluarga Wertheimer termasuk di antara keluarga terkaya di dunia. Baik Alain dan Gerald masing-masing terdaftar sebagai orang terkaya ke-49 dan ke-50 di dunia menurut daftar Forbes Billionaires.

Bagaimana mereka bisa mendapatkan kekayaan yang luar biasa ini? Semuanya kembali pada akhir 1800-an dan berkat Gabrielle (Coco) Chanel.

Pada akhir 1800-an, Ernest Wertheimer pindah dari Alsace, Prancis ke Paris. Dia kemudian membeli perusahaan Bourjois, sebuah perusahaan make up teater yang menghasilkan pemerah pipi pertama di dunia.

Titik balik menuju kesuksesan yang lebih besar datang ketika Pierre bertemu Coco Chanel pada 1920-an. Mereka menjadi mitra bisnis. Pada tahun 1924 Pierre dan Coco menciptakan Parfums Chanel dan Coco Chanel meluncurkan wewangian khasnya, Chanel No. 5.

Alain dan Gerard Wertheimer, yang merupakan cucu Pierre, adalah generasi ketiga Wertheimer yang menjalankan perusahaan berusia lebih dari 100 tahun dan telah menjalankan bisnis keluarga selama 45 tahun.

Kekayaan mereka, meskipun sebagian besar diwariskan, telah tumbuh selama beberapa dekade melalui kesepakatan bisnis dan akuisisi yang mencakup ritel, kebun anggur, hingga pacuan kuda. Kedua bersaudara ini adalah orang yang tertutup yang jarang berbicara kepada pers.

Gerard berbasis di Jenewa, Swiss. Sementara Alain tinggal di New York dan dianggap telah menghidupkan kembali merek Chanel ketika dia mengambil alih kendali Chanel dari ayahnya pada tahun 1973.

Alain dan Gerard menunjuk salah satu direktur kreatif industri mode paling terkenal, Karl Lagerfeld, untuk mengelola merek paling terkenal di dunia pada 1983.

Bersama kedua bersaudara itu, Lagerfeld mengambil alih Chanel, yang saat itu berada pada titik terendah, dan mengubahnya menjadi salah satu merek mewah paling populer di dunia.

Pada 2017, penjualan tahunan berbagai lini produk Chanel mencapai US$9,62 miliar. Meskipun demikian, mereka adalah dua dari pemilik rumah mode yang kalah populer dibandingkan dengan para pengusaha fesyen lainnya yang terkenal.

Ketika mereka menghadiri pertunjukan peragaan busana, mereka seringkali muncul dengan gaya yang tidak mencolok dan membaur dengan tamu undangan di baris ketiga atau keempat tanpa disadari.

Alain Wertheimer, sebagaimana disebutkan, tinggal di New York City di sebuah apartemen besar di Fifth Avenue bersama istri dan anak-anaknya.

Rumahnya tidak jauh dari kantor eksekutif Chanel di 57th Street. Gerard tinggal di sebuah rumah bergaya Prancis yang terpencil di wilayah Vandœuvres di Jenewa, Swiss.

Mereka berdua juga memiliki chateau di Lembah Loire di Prancis serta sekitar tujuh rumah lainnya yang tersebar di seluruh dunia. Kedua bersaudara ini juga merupakan kolektor seni dengan koleksi karya Picasso, Matisse, dan Rousseau.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kisah sukses tips sukses Chanel
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top