Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Selamatkan Bisnis, Pelaku Usaha Alihkan Penjualan Lewat Digital saat Pandemi

Dalam kurun waktu satu bulan setelahnya, penjualan Sweet Sundae Ice Cream sudah kembali meningkat hingga 70 persen.
Dewi Andriani
Dewi Andriani - Bisnis.com 20 Juli 2020  |  15:29 WIB
Ilustrasi penjualan online - Reuters/Heinz/Peter Bader
Ilustrasi penjualan online - Reuters/Heinz/Peter Bader

Bisnis.com, JAKARTA – Sejumlah pelaku usaha yang semula sukses mengembangkan bisnisnya secara offline, secara perlahan mulai melakukan proses digitalisasi.

Betapa tidak, selama masa pandemi Covid-19, sejumlah bisnis yang semula menguntungkan tiba-tiba harus mandek terkena dampak pandemi.

Namun, saat usaha tersebut dijalankan secara online dengan memanfaatkan teknologi digital, usahanya kembali bangkit. Hal ini pula yang dialami oleh Andromeda pengusaha yang mengembangkan bisnis es krim di Yogyakarta.

Mulanya, Andro memulai usaha dari proyek semasa kuliah peternakan di Universitas Gadjah Mada tahun 2008 silam. Melihat prospek usaha yang sangat menguntungkan, Andro terus melanjutkan bisnis setelah lulus kuliah.

Bisnis yang diberi nama Sweet Sundae Ice Cream ini terus berkembang dan menjadi supplier di sejumlah hotel dan catering di Yogyakarta.

“Bisnis ini sangat berkembang, tapi saat masuk masa pandemi COVID-19, langsung mandek karena semua bisnis yang saya suplai pun terkena dampak negatif. Usaha saya pun langsung saya ubah dari yang tadinya hanya melayani bisnis, sekarang langsung menjual kepada pelanggan dan semuanya 100% online,” ujarnya.

Dia lantas mendaftar ke SiBakul Jogja MarketHub milik pemerintah dan juga menjadi merchant GrabFood. Dalam kurun waktu satu bulan setelahnya, penjualan Sweet Sundae Ice Cream sudah kembali meningkat hingga 70 persen.

“Dengan kenaikan pendapatan ini akhirnya saya tetap bisa mempekerjakan 25 karyawan. Saya sangat bersyukur,” tuturnya.

Lain lagi cerita Ibu Rumah Tangga asal Palembang, Rosalina, yang awalnya membuka sebuah warung kecil dan menjual berbagia barang kebutuhan harian. Namun, di masa pandemi ini dia kemudian mengembangkan usahanya dengan memanfaatkan teknologi menjadi warung digital ‘Rosa’ di Palembang melalui GrabKios.

“Awalya saya tidak paham mengenai teknologi, tetapi saya terus belajar mengenai cara penggunaan smartphone. Dengan teknologi GrabKios, saya menawarkan lebih banyak layanan bagi pelanggan seperti pembelian token listrik, pembayaran tagihan, dan juga transfer uang,” ujarnya.

Rosa sendiri mengaku sangat senang ketika bisa membantu warga sekitar yang kebanyakan belum memiliki akses bank. Bahkan dia sendiri pun pertama kali membuka dan memiliki tabungan saat bergabung dengan GrabKios.

“Sekarang jadi mudah untuk mengajukan pinjaman Kredit Usaha Rakyat. Senang sekali rasanya karena  jadi bisa merenovasi rumah dan warung, serta menambah modal mengisi warung. Teknologi benar-benar bantu saya buat berkembang!” terangnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

peluang bisnis tips bisnis digital ecommerce
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top