Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tidak ada Pertunjukan, Orang-Orang di Balik Tirai Broadway Jalankan Bisnis Sampingan

Pandemi virus coron (Covid-19) telah berdampak pada pebisnis di dunia. Bahkan, ada yang beralih bisnis untuk tetap mendapatkan keuntungan.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 30 Juli 2020  |  12:28 WIB
Bisnis boneka - ilustrasi
Bisnis boneka - ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - Penjahit Broadway, Amy Micallef, tidak menutup peluang untuk mendapatkan pemasukan dari keterampilannya sementara teater ditutup. Dia kini beralih membuat boneka yang tidak biasa.

Micallef, yang pernah bekerja di departemen kostum untuk pertunjukan "Hamilton," "Waitress" dan "Frozen," membuat representasi Covid-19 dalam bentuk boneka, yang lebih ramah konsumen, lengkap dengan sepasang mata dan bulu palsu.

Masing-masing boneka dijual seharga US$23 dan dia mendorong pembeli untuk melepaskan kemarahan mereka pada produknya, tanpa ampun, terhadap virus yang telah menyebabkan begitu banyak kehilangan dan gangguan.

“Terkadang kamu perlu melempar sesuatu ke tembok, kamu perlu menginjak sesuatu [untuk melepas stress]. Apakah Anda ingin menabraknya dengan mobil Anda? Ini adalah produk yang tepat,” katanya.

"Ini dia kesempatanmu untuk pembalasan yang manis," ujar Micallef, seperti dikutip melalui The New York Times, Kamis (30/7/2020).

Sementara lampu panggung tetap gelap, pekerja Broadway seperti Micallef menemukan cara untuk menjaga lampu menyala di rumah dengan bisnis sampingan.

Ada pula yang mengajar menari, menawarkan pelajaran musik atau kiat akting melalui Zoom. Beberapa membuat perhiasan atau cetakan karya seni mereka. Sementara yang lain menjual produk perawatan kulit atau jurnal buatan tangan.

“Pekerjaan sampingan para aktor adalah menghibur dan sekarang pekerjaan itu tidak ada. Tidak ada yang menjadi tuan rumah pesta," kata Jeanna de Waal, yang akan memainkan peran dalam musikal "Diana."

De Waal dan adiknya, Dani, mendirikan Broadway Weekends pada 2017 dengan menawarkan kamp teater pribadi untuk orang dewasa.

Setelah lockdown berlaku di New York, dia memfokuskan layanan ini secara online dan bahkan merekrut beberapa pemain untuk ikut menjadi tutor.

Broadway Weekends sekarang menawarkan 20-30 kelas per pekan di Zoom, dengan biaya US$39 sebulan untuk akses tak terbatas. Pendaftaran telah meroket ke lebih dari 7.000 orang.

Banyak orang harus belajar bisnis sampingan baru dan memanfaatkan keterampilan apa pun yang mereka miliki untuk membayar tagihan.

Gambaran kelangsungan hidup menjadi lebih gelap ketika program kompensasi pengangguran pandemi dari pemerintah sebesar US$600 per pekan berakhir bulan ini.

Dana bantuan untuk pengangguran di New York disalurkan US$504 per pekan tetapi kebanyakan orang hanya mendapatkan sebagian kecil dari jumlah tersebut, tidak cukup untuk bertahan di kota yang mahal.

Kelompok bantuan, The Actors Fund, telah menyalurkan lebih dari US$14 juta bantuan kepada sekitar 12.000 orang, tetapi ada lebih banyak dana dibutuhkan.

Sementara itu, pertunjukan di Kota New York kemungkinan besar baru akan dibuka lagi pada Januari 2021.

"Saya tidak bisa mengatakan ini dengan lebih jelas: Sektor seni dan hiburan secara keseluruhan berada di ambang krisis eksistensial terbesar yang pernah kita alami," kata Adam Krauthamer, presiden Local 802, yang mewakili para musisi.

Karier Ali Solomon baru saja melonjak ketika pandemi melanda pada pertengahan Maret. Seperti banyak artis Broadway, dia memiliki banyak peran di balik tirai panggung.

Dia adalah koreografer rekanan untuk pertunjukan Broadway “Trevor: The Musical,” koreografer tur untuk “Charlie and the Chocolate Factory” dan membantu sebuah pertunjukan dalam pengembangan. Semua proyeknya kini dihentikan - tetapi kewajiban untuk membayar sewa tetap berjalan.

Untuk memenuhi kebutuhan, dia bekerja sebagai konsultan perawatan kulit pada sebuah perusahaan produk kecantikan, Rodan and Fields, dan mengajar - baik secara langsung di sebuah studio dan secara daring di sebuah studio tari online yang dibuat oleh para veteran Broadway.

“Saya mulai menambah sedikit penghasilan. Tidak ada yang akan dibandingkan dengan apa yang saya buat sebelumnya. Tapi itu sesuatu dan untungnya saya bisa menyelamatkan diri. Tetapi yang ditakutkan, adalah uang yang Anda tabung dengan cepat akan berkurang karena biaya hidup sangat tinggi," kata Solomon.

Di sisi lain, para produser Broadway telah menyumbangkan jutaan dolar untuk dana darurat dan satu di antara mereka bahkan telah merogoh sakunya sendiri untuk mempekerjakan 70 penari untuk memimpin kelas sesi latihan dansa virtual.

Jenna Segal, co-produser pertunjukan seperti "Hadestown" dan "What Mean Means to Me," meluncurkan Get In Shape Grrl! di Facebook dan telah memperluas layanannya ke aplikasi, menarik sekitar 15.000 anggota.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bisnis usaha boneka covid-19
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

BisnisRegional

To top