Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pria Ini Sukses Jadikan Bisnis Pertanian Naik Kelas Melalui Teman Berkebun

Sany dan rekan pendamping pertanian perkotaannya mencetuskan untuk membuat Teman Berkebun dalam bentuk CV dan Yayasan di tahun 2017.
Dewi Andriani
Dewi Andriani - Bisnis.com 11 Agustus 2020  |  15:47 WIB
Itsnani Mardlotillah dan rekannya
Itsnani Mardlotillah dan rekannya

Bisnis.com, JAKARTA -- Itsnani Mardlotillah sudah sejak lama memiliki tekad untuk mengembangkan bisnis pertanian di Indonesia agar naik kelas dan tidak di pandang sebelah mata. Dia pun mendalami ilmu pertanian di berbagai Negara sebagai relawan kemanusian sejak tahun 2012 hingga 2014.

Dimulai dengan mendampingi masyarakat belajar pertanian dengan menciptakan kebun pangan mereka sendiri, membuat pria yang akrab disapa Sany dan rekan pendamping pertanian perkotaannya mencetuskan untuk membuat Teman Berkebun dalam bentuk CV dan Yayasan di tahun 2017.
Teman Berkebun sendiri merupakan sebuah platform digital yang menghubungkan masyarakat yang tengah belajar tanam dengan para petani di Semarang. Usahanya pun kian lama terus berkembang. Bahkan, dalam kurun waktu tiga tahun, Sany berhasil mengembangkan bisnisnya menjadi enam program.

Yaitu kelas berkebun, pasar kebun, YouSUF! (Youth Support Urban Farmers), buat rawat, kemitraan strategis, dan pengembangan usaha. Bahkan pada 2018, Teman Berkebun beberapa kali mendapatkan kesempatan menjadi kelas partnership Gapura Digital Semarang.
Saya bersama fasilitator Gapura Digital mengedukasi belasan beserta yang terdiri dari pelaku bisnis pertanian, kelompok tani, petani hingga mahasiswa pertanian mengenai dunia digital dan Google Bisnisku. Misi saya supaya bisnis pertanian bisa naik kelas, ternyata didukung oleh perusahaan teknologi besar seperti Google” ungkap pria berusia 31 tahun ini.

Memiliki tekad agar bisnis pertanian di Indonesia tidak dipandang sebelah mata, membuat Sany (seorang sarjana Administrasi Publik, Undip Semarang) belajar pertanian di berbagai negara sebagai relawan kemanusiaan pada tahun 2012 - 2014.
Dimulai dengan mendampingi masyarakat belajar pertanian dengan menciptakan kebun pangan mereka sendiri, membuat Sany dan rekan pendamping pertanian perkotaannya mencetuskan membuat Teman Berkebun dalam bentuk CV dan Yayasan di tahun 2017.

“Senang sekali sejak tahun 2018, Teman Berkebun beberapa kali mendapat kesempatan menjadi kelas partnership Gapura Digital Semarang.
Setelah dipercaya menjadi mentor di kelas partnership Gapura Digital, pria lulusan sarjana Adminstrasi Publik, Undip, Semarang ini semakin memanfaatkan produk Google lain seperti Maps untuk mengarahkan peserta yang ingin belajar tani secara langsung di kebun, atau pelanggan yang ingin membeli bahan tani.

Sany juga biasa menggunakan Gmail untuk berkomunikasi dengan tim, yang sampai saat ini telah bekerjasama dengan 15 mitra utama, tiga mitra strategis, lima farm assistants, dan 200 relawan.
Saat keadaan normal, biasanya kegiatan kelas berkebun diadakan empat sampai lima kali setiap bulan dengan jumlah peserta hingga 50 orang. Di sini, para peserta di edukasi teknik berkebun di perkotaan dengan cara organik, hidroponik, akuaponik dan vertikultur.
Namun, semenjak pandemi COVID-19 melanda, kelas offline tidak bisa diadakan dan Teman Berkebun mengalami menurunan omzet hingga 60%. Sany pun harus memotong pengeluaran karyawan dan pengeluaran bulanan perusahaan.

“Walau tidak ada praktik dan sepenuhnya diganti menjadi pemaparan materi dan diskusi, justru kami bisa menjangkau peserta luar pulau yang biasanya sulit dijangaku secara offline, seperti dari Samarinda dan Medan. Biasanya kelas webinar ini diadakan bersama delapan mitra petani utama dan 15 orang peserta setiap sesi,” terang pria asal Semarang ini.

Di masa pandemic ini, ternyata makin banyak masyarakat yang berkebun karena prosesnya yang menyenangkan. Annie Mumpuni, pemilik Princess Annie Kitchen Semarang mengaku sangat snang bias mengikuti kelas berkebun Teman Berkebun karena dari sana banyak hal yang dipelajari.
“Aku udah pernah mengikuti kelas berkebunnya Teman Berkebun tentang membuat kompos alami sambil berkunjung ke kelompok tani. Di Teman Berkebun juga bisa membeli benih, bibit dan pestisida alami serta konsultasi berkebun. Membuat masa quarantine ku tidak membosankan karena bisa berkebun di rumah," ungkapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pertanian perkebunan
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top