Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

6 Kesalahan yang Kerap Dilakukan Saat Menyiapkan Bisnis Dropshipping

Meskipun hal ini dapat mengurangi biaya overhead dan merampingkan pengiriman Anda, banyak pengusaha gagal memperoleh manfaat dari bisnis dropshipping karena beberapa kesalahan umum.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 25 Agustus 2020  |  15:34 WIB
Ilustrasi dropshipping
Ilustrasi dropshipping

Bisnis.com, JAKARTA -- Jika dilakukan dengan benar, dropshipping bisa sangat bermanfaat untuk toko e-commerce

Daripada harus khawatir tentang menyimpan inventaris sendiri, dropshipping memungkinkan Anda mengatur sistem di mana barang yang dibeli dikirim langsung dari pabrikan Anda ke pelanggan.

Meskipun hal ini dapat mengurangi biaya overhead dan merampingkan pengiriman Anda, banyak pengusaha gagal memperoleh manfaat dari bisnis dropshipping karena beberapa kesalahan umum.

Artikel berikut ini akan melihat lebih dekat kesalahan yang perlu Anda hindari saat menyiapkan dropshipping untuk toko Anda, seperti dikutip melalui Entrepreneur:

1. Memilih pemasok yang salah

Selain memilih ceruk pasar yang tepat untuk toko Anda, keputusan bisnis yang tak kalah penting adalah memilih pemasok yang tepat. Pemasok Anda akan memengaruhi segalanya mulai dari kualitas produk hingga waktu pengiriman, jadi penting bagi Anda untuk memilih seseorang yang akan memberikan hasil yang Anda butuhkan.

2. Bergantung pada satu vendor

Meskipun memilih pemasok yang berkualitas adalah langkah pertama yang penting, jangan biarkan diri Anda berpuas diri. Apa yang terjadi jika pemasok Anda kehabisan stok salah satu barang terlaris Anda? Lebih buruk lagi, bagaimana jika bisnis itu gulung tikar?

Jika Anda telah meletakkan semua telur dalam satu keranjang, masalah seperti itu dapat membahayakan toko Anda.

3. Biaya pengiriman kejutan

Saat mencantumkan harga produk di situs web Anda, apakah Anda mencantumkan biaya pengiriman di muka?

Meskipun biaya pengiriman yang tinggi sering disebut sebagai alasan utama pembeli membatalkan pesanan mereka, yang lebih buruk lagi adalah biaya pengiriman "kejutan" yang tidak muncul hingga akhir pembayaran.

Untuk membuat pelanggan Anda senang, Anda perlu memperjelas biaya pengiriman sejak awal. Banyak pengecer merasamenggunakan tarif flat yang konsisten, atau menambahkan alat "kalkulator pengiriman" ke halaman pesanan mereka adalah opsi yang baik.

Jangan meremehkan kekuatan pengiriman gratis - selama itu tidak merugikan margin Anda. Survei menemukan bahwa sebanyak 90 persen pembeli memilih pengiriman gratis sebagai "insentif nomor satu ketika ditanya apa yang membuat mereka berbelanja online lebih sering."

4. Tidak ada akses pelacakan barang setelah pembelian

Pelanggan ingin tahu kapan mereka akan menerima pesanan mereka setelah membeli dari toko online. Namun, terlalu banyak bisnis dropshipping baru yang berasumsi bahwa interaksi mereka dengan pelanggan berakhir saat mereka mengklik tombol "checkout".

Kurangnya komunikasi tidak akan meyakinkan pelanggan Anda tentang kualitas bisnis Anda - sebaliknya, mereka mungkin mengira toko Anda adalah penipu.

Untuk memberikan ketenangan pikiran kepada pelanggan Anda dan menghindari keluhan, pastikan untuk menyediakan sistem pelacakan pesanan yang mudah digunakan dengan bantuan vendor Anda.

5. Tingkat kepuasan pengembalian barang rendah

Kepuasan pelanggan seratus persen mungkin menjadi target semua orang, tetapi hal ini jarang menjadi kenyataan.

Faktanya, tingkat pengembalian ritel online seringkali melebihi 30 persen, terutama di industri pakaian. Jika Anda tidak memiliki kebijakan pengembalian yang efisien, Anda akan menghadapi banyak pelanggan yang marah.

Saat memilih vendor, pastikan Anda menyiapkan sistem yang efisien untuk menangani pengembalian dan pengembalian uang. Instruksi yang jelas dan tanggapan yang tepat waktu untuk pertanyaan pelanggan (terutama dalam memberikan pengembalian uang atau barang pengganti) akan memungkinkan Anda untuk mempertahankan niat baik dengan pelanggan Anda, bahkan ketika segala sesuatunya tidak berjalan sesuai rencana.

6. Hanya menjalankan bisnis pada satu toko

Dengan memulai satu atau dua toko tambahan yang berbeda dari ceruk awal Anda, Anda akan lebih banyak berinvestasi dalam karier e-commerce Anda dan memiliki cadangan jika satu toko gagal. Diversifikasi risiko Anda akan melindungi diri dari perubahan ekonomi yang tidak terduga dan potensi kemunduran lainnya.

Ketika dilakukan dengan benar, dropshipping dapat menjadi landasan model bisnis Anda, membantu Anda mengirimkan pesanan ke pelanggan Anda secara tepat waktu dan efisien.

Saat Anda mengambil langkah-langkah untuk menghilangkan kesalahan umum dari model bisnis ini, Anda akan dapat memberikan layanan berkualitas yang diharapkan dan pantas didapatkan pelanggan Anda.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tips bisnis penjualan
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top