Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Untuk Pengusaha, Ini 5 Pelajaran Penting Dari Kamala Harris

Pengusaha terbaik adalah yang memahami tujuan, bukan ego, menciptakan motivasi yang bertahan dalam ujian waktu dan menciptakan hubungan yang mengikat.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 27 Agustus 2020  |  16:31 WIB
Calon Wakil Presiden AS dari Partai Demokrat Kamala Harris. - Bloomberg.
Calon Wakil Presiden AS dari Partai Demokrat Kamala Harris. - Bloomberg.

Bisnis.com, JAKARTA - Sejak dia lahir pada tahun 1964 di Oakland, California hingga penerimaannya pekan ini untuk pencalonan Wakil Presiden mendampingi Joe Biden, Senator Kamala Harris yang merupakan keturunan Jamaika dan India, adalah contoh nyata dari peluang hidup di Amerika sebagai melting pot.

Meskipun orang tuanya bekerja sangat keras untuk mendapatkan karir yang bergengsi, Harris harus mengatasi hambatan sistemik signifikan yang telah mencegah begitu banyak orang untuk menciptakan dampak yang diinginkan.

"Perjalanannya, seperti yang dialami oleh wirausahawan yang berkembang pesat, adalah salah satu visi, ketekunan, ketabahan, tekad dan kemampuan untuk berporos," seperti dikutip melalui Entrepreneur, Kamis (27/8/2020).

Berhasil atau tidaknya pencalonan Biden-Harris, kelima karakteristik kewirausahaan inilah yang mendorong Harris untuk memberikan pengaruh yang signifikan bagi dunia, dan dapat memotivasi kita semua.

1. Dia didorong oleh ambisi untuk mencapai tujuannya.

Pengusaha terbaik adalah mereka yang memahami tujuan, bukan ego, menciptakan motivasi yang bertahan dalam ujian waktu dan menciptakan hubungan yang mengikat.

Harris dibesarkan di era Perjuangan Hak Sipil di AS oleh seorang ibu yang mengajari putrinya bahwa adalah tugas mereka untuk menciptakan keadilan sejati di dunia yang tidak adil, dengan fokus khusus pada wanita, anak-anak, dan masyarakat marjinal.

Untuk melakukan bagiannya untuk menghancurkan bias sistemik, Harris menyadari di sekolah dasar bahwa dia ingin menjadi seorang pengacara dan melawan ketidakadilan dari dalam dan luar sistem.

2. Dia menggunakan pola pikir 'disrupsi'.

Harris belajar ilmu ekonomi dan politik di Howard University, memberinya pola pikir dasar tentang seorang wirausahawan: pandangan sistem tentang kekuatan, cara kerja, dan membedakan situasi dari akar penyebabnya. Dari perspektif ini, Harris mampu membongkar status quos yang tidak efisien, tidak efektif dan tidak adil yang tidak lagi relevan di zaman modern.

3. Dia lebih menyukai kemajuan daripada kesempurnaan.

Meskipun ini adalah nasihat umum bagi wirausahawan di mana pun, kenyataannya adalah bahwa masyarakat marjinal sering kali tidak memiliki kemewahan untuk membuat kesalahan. 

Bias sistemik telah mengkondisikan kita untuk percaya bahwa perempuan harus dinilai berdasarkan definisi biner tentang kesempurnaan dan ketidaksempurnaan. Lebih lanjut, wanita biasanya dipekerjakan karena pengalaman mereka sementara rekan pria mereka dipekerjakan untuk potensi mereka.

Ketika Harris gagal ujian pengacara untuk pertama kalinya, dia bangkit dan mengikuti tes lagi, lulus untuk kedua kalinya. Dan saat di perguruan tinggi, daripada fokus menyempurnakan jalurnya di bidang hukum, seperti Mark Zuckerberg dan Bill Gates, selama kuliah dengan bekerja di berbagai bidang.

4. Dia memanfaatkan inklusivitas untuk menciptakan dunia yang lebih baik.

Harris tampaknya memiliki kemampuan untuk membangun hubungan yang mengikat terlepas dari siapa yang ada di sekitarnya.

Dia merangkul asal usulnya sebagai keturunan dari orang tua Jamaika dan India. Melalui perkumpulan mahasiswi di Howard, Alpha Kalpa Alpha, dia bersama dengan rekannya memprotes Apartheid dan bekerja sama untuk membuat program untuk membimbing anak-anak dari komunitas yang kurang mampu.

Sebagai jaksa, dia menjadi suara komunitas yang kurang terlayani. Dia melawan rekan-rekannya yang akan menjelek-jelekkan anggota geng sehingga mereka dapat melihat pelakunya sebagai manusia dan bukan hanya penjahat yang mengenakan pakaian tertentu dan datang dari sisi kota yang salah.

5. Dia memiliki fondasi pribadi yang kuat.

Harris, seperti kebanyakan pendiri startup, telah memilih jalan yang tidak nyaman bagi mereka yang berjiwa lemah. Aktif SoulCycle hingga menonton reality TV selama berolahraga treadmill dilakukannya. Harris memahami bahwa dia harus mengisi ulang energi pada pikiran, tubuh, dan jiwanya untuk menghadapi segala hambatan.

Kecintaannya pada makanan enak dan teman yang baik, termasuk keluarga yang erat dan teman-temannya, memberinya dukungan untuk melewati situasi berisiko tinggi, sambil juga membuatnya tetap fokus pada apa yang penting: menciptakan perubahan material dalam dunia yang dia ingin buat.

Harris memiliki banyak tantangan di depan mendekati pemilihan November nanti.

Dengan pendekatan kewirausahaannya untuk mendisrupsi sistem yang menomorsatukan orang-orang dengan keistimewaan, dia akan selalu menemukan jalan untuk menciptakan dunia yang dia inginkan. Dan semoga kita semua juga bisa.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pengusaha tokoh tokoh bisnis
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top