Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kiat Manajemen SDM di Masa Pandemi

Pandemi ini menyadarkan kita bahwa peran industri bukan hanya untuk menyerap tenaga kerja, tetapi juga mengembangkan dan mengelola karyawan yang ada di dalam perusahaan tersebut.”
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 27 Agustus 2020  |  15:36 WIB
Ilustrasi - Pineslearning
Ilustrasi - Pineslearning

Bisnis.com, JAKARTA - Perusahaan penyedia layanan web-hosting Niagahoster berpendapat masa pandemi menjadi waktu yang baik untuk industri berbenah, baik dari sisi penyerapan tenaga kerja hingga pengelolaannya.

“Pandemi ini menyadarkan kita bahwa peran industri bukan hanya untuk menyerap tenaga kerja, tetapi juga mengembangkan dan mengelola karyawan yang ada di dalam perusahaan tersebut.” kata Ayunda Zikrina, Head of Brand & Reputation Management Niagahoster dalam webinarnya.

Hingga bulan April 2020, tercatat ada lebih dari 1,9 juta pekerja di-PHK. Selain itu, beberapa karyawan mengalami pengurangan gaji akibat efisiensi yang dilakukan perusahaan. Hal ini tidak disertai dengan bertambahnya lapangan kerja di industri.

Niagahoster sendiri mencatat adanya kenaikan CV (curicullum vitae) yang diterima. Di bulan April - Juni 2020, Niagahoster menerima CV 40% lebih banyak dari kuarter sebelumnya, yaitu sekitar 7500 CV. Angka ini menunjukkan adanya persaingan kerja yang makin kompetitif.

Selain itu, transformasi besar juga dialami dari kebijakan work from home atau bekerja di rumah yang diberlakukan beberapa perusahaan. Data bulan Maret 2020 dari Dinas Tenaga Kerja, Imigrasi, dan Energi DKI Jakarta mencatat ada lebih dari 1 juta pekerja work from home selama pandemi.

Rheinjani Dora, Head of People and Office Operation Niagahoster mengaku, remote working atau WFH juga memiliki kelebihan dan tantangannya sendiri. Data dari International Labour Organization tahun 2017 yang dikutip Weforum mengatakan 41% pekerja remote dilaporkan memiliki level stres yang tinggi dibandingkan dengan pekerja kantoran yaitu 25%.

Membuat rumah menjadi tempat kerja yang nyaman dan produktif juga merupakan tantangan bagi para karyawan dan perusahaan. 

“Empati, adaptasi, dan over komunikasi adalah kunci utama pengelolaan karyawan di masa pandemi hingga new normal. Para stakeholders perusahaan harus memahami karyawan dari sisi personal, tidak hanya professional.” saran Rheinjani Dora.

Dora mengakui, produktivitas dan kesehatan emosional karyawan merupakan dua hal yang menjadi fokus utama perusahaan dalam pelaksanaan work from home. Dora merekomendasikan upaya aktif seperti penyediaan layanan psikolog, aktivitas bincang santai virtual, karaoke online, dan lainnya untuk menghilangkan kejenuhan bekerja di rumah.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kiat manajemen sdm
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top