Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Inovasi Saat Pandemi, Pendiri Air Asia Tony Fernandes Garap Super App

Kini Air Asia tengah mengembangkan platform pembayaran perusahaan. Sebelumnya, AirAsia telah memangkas 30 persen stafnya.
Air Asia/Reuters-Charles Platiau
Air Asia/Reuters-Charles Platiau

Bisnis.com, JAKARTA -- Pendiri AirAsia Tony Fernandes sedang membangun apa yang dia harapkan akan menjadi aplikasi super berikutnya di kawasan Asia di tengah penurunan perjalanan akibat virus corona.

Seperti dilansir melalui BBC, dia ingin menyaingi Grab, GoJek dan WeChat dengan aplikasi all-in-one untuk pengiriman makanan, belanja, pembayaran, hiburan, dan perjalanan.

Sebagai bos maskapai, dia telah mencari cara baru untuk menghasilkan pendapatan saat pesawatnya dilarang terbang.

AirAsia telah berjuang selama pandemi dan memangkas 30 persen stafnya. Dalam wawancara dengan BBC, Fernandes mengatakan dia telah menghabiskan waktunya di tengah pandemi untuk mengembangkan aplikasi AirAsia dan platform pembayaran perusahaan, BigPay.

"Penurunan ini merupakan berkah terselubung dalam beberapa hal karena memungkinkan kami untuk lebih fokus [pada app]. Menjalankan maskapai penerbangan memakan banyak waktu kami, tetapi kami telah diberi kesempatan dan waktu untuk fokus pada bisnis digital," ujarnya seperti dikutip melalui BBC, Rabu (2/9/2020).

AirAsia telah memiliki database yang kaya dengan lebih dari 60 juta pengguna sebagai titik awalnya.

Aplikasi AirAsia, yang juga menawarkan layanan perpesanan kepada pengguna, mengarahkan ambisinya pada aplikasi super seperti Grab yang berbasis di Singapura, GoJek Indonesia dan Meituan China.

AirAsia selalu menjadi perusahaan digital. Kami adalah salah satu maskapai penerbangan pertama yang menjual secara online. Itu ada dalam aliran darah kami, tukas Fernandes, yang juga pemegang saham utama klub sepak bola Inggris Queen's Park Rangers (QPR).

"Saya tahu aplikasi super terdengar seperti target yang tinggi, tetapi Grab dan GoJek juga awalnya kecil sebagai aplikasi makanan atau mobilitas. Orang-orang juga menanyai saya dengan cara yang sama ketika saya mengatakan saya ingin memulai AirAsia," ujarnya.

Maskapai tersebut kini berkembang menjadi maskapai penerbangan hemat terbesar di Asia.

Tahun lalu AirAsia meluncurkan label rekamannya sendiri bernama RedRecords bekerja sama dengan Universal Music. Tujuannya adalah untuk menemukan bintang dari Asia Tenggara yang akan menarik penonton di Barat.

Penandatanganan besar pertama, bintang pop Thailand Jannine Weigel, telah membangun jutaan pengikut di seluruh media sosial.

"Kita punya sesuatu yang istimewa dengan label rekaman. Orang Korea telah menunjukkan bagaimana musik Asia dapat menarik penonton global dengan K-pop dan ada potensi besar untuk Asia Tenggara. Ini juga membantu kami terlibat dengan audiens yang lebih muda dan memberikan banyak konten untuk aplikasi kami," kata Fernandes.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper