Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

IRMA Luncurkan Aplikasi 'Ngebon' untuk Pemilik Warung

Pay Later adalah metode pembayaran pinjaman yang lebih dikenal di Indonesia dengan istilah “ngebon”, dimana toko tersebut memperbolehkan pelanggan mereka untuk mengambil barang atau jasa dan membayarnya pada akhir bulan ketika pelanggan telah menerima gaji.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 23 Oktober 2020  |  14:03 WIB
Aplikasi Tokoku
Aplikasi Tokoku

Bisnis.com, JAKARTA - Jaringan warung IRMA meluncurkan TokoKu, aplikasi yang menyediakan layanan Pay Later untuk dapat digunakan di outlet IRMA.

Pay Later adalah metode pembayaran pinjaman yang lebih dikenal di Indonesia dengan istilah “ngebon”, dimana toko tersebut memperbolehkan pelanggan mereka untuk mengambil barang atau jasa dan membayarnya pada akhir bulan ketika pelanggan telah menerima gaji.

Pengguna yang berhak menggunakan layanan Pay Later dari TokoKu adalah pengguna yang sudah pernah melakukan  pembelian di outlet IRMA dalam 6 bulan terakhir dan mereka harus memiliki domisili yang dekat dengan outlet IRMA tersebut. Kemudian yang terpenting, outlet IRMA harus menyetujui bahwa pelanggan tersebut adalah pelanggan setia outlet IRMA tersebut.

Panji Pramana, Co-Founder dari IRMA, menyebutkan  70 persen orang yang datang ke outlet IRMA adalah pelanggan tetap, baik yang tinggal di sekitar outlet maupun yang sering melewati outlet. Kami mengerti ditengah waktu yang sulit seperti sekarang ini, banyak orang yang tidak memiliki cukup uang, dan fasilitas Pay Later di TokoKu diharapkan dapat membantu banyak orang untuk tetap produktif ditengah kesulitan yang dialami.

Panji juga menambahkan bahwa lebih dari 20 persen penjualan outlet IRMA dilakukan melalui skema Pay Later yang dimana hal ini sering kali menjadi beban dalam cash-flow dari outlet yang menjadikan pengurangan jumlah uang yang dapat digunakan untuk melakukan pembelian barang kembali.

“Hal ini membantu cash flow outlet IRMA agar tidak mengorbankan turn-overnya dan pada saat yang sama tidak harus takut untuk kehilangan kontak dengan pelanggan setianya”, ujarnya dalam keterangan tertulisnya.

Pada peluncuran ini, 1000 outlet IRMA dapat menerima pengguna TokoKu. Selama uji coba, jumlahnya akan dibatasi untuk memastikan seluruh masalah operasional telah berhasil diperbaiki. Pada akhir tahun, proses edukasi dan roll-out akan dilakukan di seluruh Indonesia dan seluruh 350.000 outlet IRMA dapat melayani pengguna TokoKu.

Setelah itu diharapkan 500.000 sampai 750.000 pelanggan aktif menggunakan Pay Later TokoKu dan akan meningkat di tahun 2021.

"Peluncuran TokoKu diikuti oleh produk pinjaman yang diluncurkan dan tersedia di 350.000 outlet IRMA di seluruh Indonesia pada akhir September 2020 yang disebut Bayar Tempo. Bayar Tempo memberikan pinjaman kepada outlet IRMA untuk membeli lebih banyak produk digital guna meningkatkan omset dan pendapatan mereka. Sejak peluncuran itu, sudah lebih dari 5.500 ribu outlet yang menggunakan fasilitas pinjaman mingguan ini, dan permintaan untuk gerai baru yang mengajukan untuk pinjaman rata-rata sebanyak antara 250-350 outlet baru setiap hari. Kami menargetkan setidaknya 40.000 outlet IRMA sudah bisa memanfaatkan Bayar Tempo hingga akhir tahun 2020", ujarnya kembali.

Rudy Salahuddin, Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Kreatif, Kewirausahaan dan Daya Saing Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia mengapresiasi inisiatif sektor swasta seperti TokoKu dan Bayar Tempo, dan hanya melalui kerjasama erat antara pemerintah dan swasta kita dapat dengan cepat dapat meningkatkan perekonomian.

"Ada beberapa hal yang bisa dikolaborasikan antara lain menggandengkan TokoKu dengan Bantuan Pangan Non Tunai dan Bantuan Langsung Non Tunai yang memang melalui toko dan agen. Mencari solusi untuk pedesaan dan piramida lapisan bawah adalah hal yang paling kompleks dan solusi paling efektif akan selalu melibatkan nilai-nilai lokal", ujar Dr. Rudy Salahuddin.

Fasilitas Pay Later di Tokoku dan Bayar Tempo didukung oleh KreditPro yang merupakan p2p lending yang merupakan afiliasi dari Digiasia Bios yang telah mempunyai izin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sejak akhir tahun 2019.

 

 

“Merupakan suatu kebanggaan bagi kami untuk dapat mendukung inisiatif yang diinisiasi oleh IRMA. Kami telah bekerja dan mencoba berbagai inisiatif dengan IRMA untuk menemukan solusi yang tepat dan kami sangat mendukung atas inovasi Bayar Tempo. Kami juga mendukung pendekatan sosial dari pembayaran TokoKu pay later. Hal ini benar-benar akan menjadi bagian dari solusi keuangan personal yang dapat mengarah pada pertumbuhan ekonomi", ujar Wahyu Aribowo, CEO KreditPro.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

aplikasi pinjaman
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top